Total Tayangan Halaman

Rabu, 24 Mei 2023

YARRA TAKDIR CINTA DI PENAMPUNGAN

 


YARRA TAKDIR CINTA DI PENAMPUNGAN

Pak Tyqnue Azbynt


Turun dari pedati saat malam belum larut di sebuah jalan utama pedesaan tidaklah mengesankan apa-apa. Semua merupakan babitual dan wajar, tapi ketika dibuntuti orang tak dikenal dan lebih-lebih seorang gadis cantik, mungkin kesannya berbeda. Pedati pun berlalu sementara sang gadis justru kian mendekatiku. Perasaan mulai bermain logika-logika tanpa teori. Belum bisa disimpulkan apakah dia orang baik atau orang gampangan. 


"Mas saya harus ikut", ucapnya sedikit ketakutan. Dan saya hanya bengong tanpa kekata. Barulah permohonan kedua kalinya aku mulai tersadar dari kebegoanku. Dari tuturnya aku menyadari kalau dia cewek yang baru kabur dari rumahnya. Semula yang kuanggap cewek nakal, perasaanku mulai berubah karena tiap kata yang terbata-bata plus gemetaran. Dia benar-benar cewek kaburan. Konon dia lari saat hendak dinikahkan yang hanya kurang setengah bulan. Kabur dari sebuah Pondok di bilangan Bunder Bondowoso. Sebuah mukena putih berbungkus kresek hitam, menandakan dia kabur saat ritual salat magrib atau Isyak, karena dia mengekor di belakangku sekitar pukul 21.00. 


Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi swasta yang berada di bawah lembaga Islam, aku tak sembarangan bertingkah demi menjaga marwah kampusku. Kuajak dia ke sebuah pesantren di desa tetanggaku ( Poncogati ), kutitipkan dia ke Kiyai Mas Rois. Kusampaikan ikhwalnya dan beliau cukup memaklumi situasinya.

Esok paginya dibersamai mas sepupu kuberanjak menuju rumahnya di sebuah desa perbatasan Jetis dan Bunder seperti yang dituturkan Yarra. Mulai pagi hingga lohor menjelang tak kutemukan nama gadis yang bernama Humayra seperti saat ditanya identitasnya oleh Kiyai Mas Rois semalam. Badan capai sudah, otak dah mulai setangah menyerah. Pencarian pun mulai diperluas hingga ke Jetis bagian barat. Dari desa itu mulai ada sedikit gambaran. Dari para ABG-lah aku bisa mencari jati diri si Humayra yang ternyata di desanya dikenal dengan panggilan Yarra. Wajar saja kami kesulitan mengenai ikhwalnya karena setiap kami suguhi nama Humayra semuanya bilang tak ada dan tak mengenalnya. 


Tangis keluarganya pecah saat kami menyampaikan kabar penitipan si Yarra di sebuah pesantren. Tumpukan kelapa di terasnya dan tumpukan kotak kue, menandakan bahwa memang akan ada hajatan di rumah itu. Ya, acara pernikahan seperti yang di tuturkan Yarra saat kutanya malam itu. 


Setelah kami dijamu makanan penuh sajian yang lezat. Kami pun berangkat ke pesantren kiyai Mas Rois, bersama keluarganya hendak menindak lanjuti hal berikutnya. Mondok atau apalah asalkan ada akad penyerahan. 


Karena sudah ada pembatalan hitbah ( pertunangan ) dari besannya gegara kaburnya malam itu. Orang tua Yarra lebih tenang dan tak ada beban masalah hajatan. Namun takdir berkata lain justru sesampai di Pesantren itu, justru Kiyai Mas Rois menunangkan dengan seorang ustaz di pondok itu yang alamatnya malah berasal dari desa yang sama dengan Yarra. Dilalah konon katanya dia adalah cinta monyetnya kala SD dulu namun berpisah karena mondok di pesantren yang beda. Yarra menjadi anak Madrasah Aliyah sedang sang Ustaz yang bernama Ali lebih menekuni kitab klasik hingga didapuk sebagai ustaz. Begitulah tulang rusuk telah bertemu di penpungan sementara. Sang Ustaz berjanji hendak mendampinginya hingga di surga Nya kelak. Semua orang di Paseban Kiyai Mas Rois hanya senyum-senyum melihat kekonyolan yang tanpa mereka sadari bahwa mereka berada di dekat seorang Kiyai yang teramat disegani warga. Tapi begitulah ceritanya, kalau cinta sudah melekat tahi kucing pun terasa coklat.

___

Bondowoso, 24 Mei 2023

Jumat, 12 Mei 2023

Sepasang Perkutut di Halaman Madrasah

 


SEPASANG PERKUTUT DI HALAMAN MADRASAH

Pak Tyqnue Azbynt


Sudah beberapa hari sejoli perkutut itu tak berbunyi lagi. Biasanya selepas rehat madrasah yang pertama mereka telah bermain di halaman madrasah. Bunyinya memberikan suara damai di hati kami. Alami, ya terasa alami seperti alam desa di rumah kami. 


Terasa aneh memang, burung itu tetiba saja tak bernyanyi lagi, bahkan datang ke halaman Madrasah pun jarang kali. Desas-desus berbau mistis pun mulai merebak di lingkungan madrasah. Banyak tetangga beranggapan bahwa sepasang burung itu sedang ikut berduka pasca meninggalnya Pak Amar tetangga di sisi utara madrasah. Kuburan beliau mulai ramai diziarahi tetangga sekitar, karena kedua burung itu justru hampir tiap hari di situ. Ritual-ritual tak wajar pun mulai terjadi. Hal-hal yang berbau kepercayaan dan adat mulai terjadi. Di atas pusaranya mulai di taburi beras kuning ( beras yang di rendam dengan air kunyit ) sebelum mereka berdoa. Cilakanya justru anak-anak madrasah membenarkan tindakan masyarakat itu walaupun guru-guru menjelaskan bahwa ke pemakaman cukuplah dengan berdoa saja tanpa beras kuning. Kalau bunga dan daun pandan taklah mengapa karena dianalogikan dengan daun kurma yang didoakan Kanjeng nabi dalam sebuah riwayat hadits beliau.


Demi menguak tanya, kami bersama tim IT madrasah mencoba membaca recording CCTV madrasah. Ya Allah yaa Rabb, ternyata hampir tiap hari Pak Amar menaburkan milet dan beras hitam ke genteng kantin madrasah dan sebagian juga menggelinding hingga terjatuh di halamannya. Kesimpulan dari para guru, sepasang burung itu ikut berduka bisa saja karena sudah tak ada lagi yang open menyediakan makan. Ada pun kemudian pindah ke atas pemakaman karena mencari biji-bijian di sana karena banyak rerumputan yang sudah berbuah dan apalagi ditaburi beras kuning justru menjadi makanan mereka. Ustaz Basith memerintahkan ketua OSIM untuk membeli milet dan tiap usai salat duha ditaburkan di atas genteng kantin, sebab kalau ditabur langsung ke halaman ayamlah yang menyantapnya duluan dan sepasan perkutut itu tak kebagian apa-apa. Dan benarlah kenyataannya sepasang burung itu kembali berbunyi dan betah bermain di halaman madrasah. 

_____

Bondowoso, 12 Mei 2023

Kamis, 11 Mei 2023

DHITA ARIMBY

 


DHITA ARIMBY

Pak Tyqnue Azbynt


Seharian bersama para mahasiswa yang hendak menyusun skripsi, capai juga terasa. Perut belumlah terisi selain kopi yang sudah mulai menghardik-hardik perutku. Rupanya penyakit magku hendak kambuh. 


Melintasi masjid dari kampus ke area putri telah menambah dera di perutku. Tersisa mata kuliah Aliran Modern dalam Islam di bagian putri yang harus kutuntaskan. Sebenarnya  agak boring juga saat ke kelas putri. Mahasiswinya yang kebanyakan nyantai membuatku sering badmood. Dhita Arimby adalah salah satu mahasiswi yang paling criwis, dan tentu saja mengganggu suasana kelas. Karena hatiku lagi badmood, terpaksa Si Dhita aku suruh keluar kelas. Namun dia menolaknya dengan berbagai alasan. Finally dia pun keluar dengan sedikit dongkol.


Mata kuliah usai sudah kusajikan, tapi si Dhita masih saja mengikutiku untuk memohon ampun. Karena aku lagi suntuk kuacuhkan saja dia. Tapi lagi-lagi dia tetap menunggu di dekat mobilku. " Sudah ...semuanya kuanggap sudah END ", sergahku.  Tapi saat hendak kuhidupkan mobilku malah no respons dan tak mau menyala. Si Dhita masih saja memohon-mohon ampun padaku. 1 jam berlalu mobilku belum saja menyala, tetiba saja ada yang datang membantu me-repair mobilku. Aku persilahkan saja karena kuanggap dia mahasiswaku. Saat mobilku bisa menyala, tentu saja aku bilang terima kasih padanya. " Terimakasih mas atas bantuannya, and berapa harus saya bayar jasa mas?". 

" Tak usah terima kasih ke saya Pak Dosen, saya tadi ditelpon bak Dhita agar kemari tuk betulkan mobil bapak. Saya mekanik di bengkel bapaknya bak Dhita. And Finally kulirik si Dhita dia hanya mempermaikan cop air mineral seperti masih menyesal atas sikapnya saat di kelas. 

" Dhita..., Kamu aku maafin". Dia meraih tanganku, disalami tapi punggung telapak tanganku malah dikecupnya lalu ditempel ke pipi kanannya. Dhitaaaa....

___

Bondowoso, 11 Mei 2023

MENAGIH JANJI MERPATI

 MENAGIH JANJI MERPATI

Pak Tyqnue Azbynt


Kupilih pulang tanpa kabar agar ada kejutan baginya. 20 purnama terlewati sudah hidupku di perantauan. Walaupun kota Kuching hanya tetangga bagi garis batas di Kalimantan namun sebagai orang Jawa kota itu terasa begitu jauhnya. 

20 bulan yang lalu masih terasa saat merpatiku menggenggam erat tangan menahan kepergianku. Air mata yang basah di bahu jersi abu-abu bertuliskan Lacoste itu. Sengaja bekar air mantanya tak kucuci agar ada penguat hatiku di rantauan. Dan benar saja bekas air mata itu menjadi lukisan oleh cendawan yang bergaya abstrak. Dia begitu berat melepas kepergianku tuk bekerja di negeri Upin Ipin itu. Saat kucium keningnya, tampak dia menatapku penuh haru. Terasa sekali perasaanya antara hendak melepas atau menahanku. 

Kembali ke Kota Tape hanyalah keluargaku yang tahu rencana kepulanganku. Hari itu Kamis 11 Mei 2023 kupaskan dengan hari lahirnya demi kejutan pada merpati elokku. Agar tak terkesan di rekayasa kupantau saja posisinya melalui Videocall oleh temannya yang sudah kuhubungi sebelumnya. Dan temannya justru menyeting agar dianya ikut shoping dan mampir di Kedai Bu Kadir tuk sekedar ngopi-ngopi. 

Masker warna biru menutupi mulut saat kuturun dari Bus yang mengantarku. Tampak mereka ada di sisi barat yang dekat dengan anak-anak Viper Band yang lagi manggung. Moment itu kumanfaatkan tuk request lagu dan aku sendiri yang menjadi vocalisnya. Lagu ' Semalam di Malaysia ' kulantun bersamaan dengan membuka maskerku. " Special song to my dear over there ". Dia pun menjerit tanpa sadar hingga menjadi perhatian publik kedai itu. Kugamit tangannya, dia pun memeluk erat tubuhku, padahal kami bukan siapa-siapa. Hanyalah sebuah janji yang menjadi komitmen bersama bahwa kami hendak ke singgasana cinta bila saatnya tiba.

__

Bondowoso, 11 Mei 2023


Minggu, 07 Mei 2023

MENGGADAI SISA RINDU

 


MENGGADAI SISA RINDU

Pak Tyqnue Azbynt


Perkenalanku dengan seorang cowok yang berprofesi seorang guru hanyalah kebetulan belaka. Bertemu via maya dalam sebuah keisengan yang justru menjadi sengkarut di sukma. Aku hanyalah seorang guru madrasah swasta yang tak layak berhubungan dengannya. Dibanding dan disandingkan dari sisi apa pun kami tak pernah setara. Usianya jauh lebih dewasa, wajahnya sama sekali tak menggoda selera. And finally dia bukan apa-apa di hatiku.

Kujalani kehidupanku dengan enjoy. Membersamai anak-anak penari ilmu adalah kenikmatan tersendiri di jiwaku. Mengajar adalah ibadah, itu yang tertanam di motto hidupku. Di usiaku yang mulai matang, kadang perasaan ingin bersanding dengan sosok lelaki datang menghampiri. Tapi sebagai guru madrasah yang oleh warga sekitar aku dipanggil ustazah merupakan amanat atau bahkan beban bagiku. Mau berkenalan dengan lelaki kuanggap tabu, tapi aku butuh sosok yang bisa jadi pelampiasan cinta kasihku. Menjomblo kemudia menjadi pilihan dalam keterpaksaan. 

Mainset wanita harus menunggu, kupaksa berubah walaupun dengan cara sembunyi sembunyi. Pak guru, yaa Pak guru yang pernah kukenal, kuisengi karena aku yakin dia tahu bahwa aku hanya iseng dan bercanda belaka. Aku yakin bisa menjaga situasinya dan takkan mungkin dikendalikan olehnya. Dia guru aku guru walaupun beda status, dia seorang ASN sedang aku volunteer belaka. Saat aku dipancing untuk curhat padanya, justru menjadi petaka. Aku terbawa iramanya, kucurahkan kegalauanku, juga hasrat bercintaku. Hal itu yang menjadikan aku di bawah kendalinya. Privasiku telah tumpah padanya yang tanpa aku sadari. Akhirnya aku kadang juga rindu bercanda bar-bar hingga lossdol. Demi menjaga marwahku sebagai ustazah, kupura-pura saja tak butuh padanya. Padahal hati kadang rindu bercerita tanpa tepi, bebas tanpa batas agar tak menyuburkan tumbuhnya jerawat rindu di wajahku. " Ning jika suatu saat kamu hendak bercerita, katakanlah padaku, aku siap penjadi pendengar setiamu, bahkan menjadi orang yang kelak menandatangani buku nikah kita", selorohku. Gegara usianya yang terpaut jaut dariku. Kutahan galauku. Sepi di malam hari seringkali menjajahku. Sesekali rinduku meronta-ronta, tapi karena..demi menjaga imejku kupura-pura saja tak ada apa-apa saat ber tatapan dengannya aku pura-pura tak mengenalinnya. Setiap malam hatiku sepiku menyiksa tidurku. Walau aku rindu, kupendam saja, agar tak terjadi macet lagi.demi menjaga imejku kupura-pura saja tak ada apa-apa saat ber tatapan dengannya aku pura-pura   tak mengenalinnya. Setiap malam hatiku sepi  kuharap dia juga merasakan rindu seperti yang kurasa. Karena rinduku belumlah memuncak kujalani hidup natural saja.  " Pak,  aku sebnarnya mulai merasakan rindu padamu". Biarlah kugadaikan saja rindu itu,  yang mungkin di saat yang lain aku bisa mengambil dari bilik hatimu.

__

Kaki Argopuro, 7 Mei 2023





.

Sabtu, 06 Mei 2023

NOL KILO METER JOGJA

 




NOL KILO METER JOGJA 

Pak Tyqnue Azbynt

          Memar di bahu kiriku telah mengantar pada angkringan Kopi Joss jl. Margo Mulyo Ngupasan kecamaan Gondomanan Jogjakarta. Sepasang manusia skuter telah membawaku ke tempat itu. Ingatanku sedikit galau pasca kecelakaan di dekat ATM BNI Jl. Pangurakan Ngupasan kec. Gondomanan Gegara sorot mataku tertuju pada reservoir radiator motor yang pipis karena over heat pasca perjalanan panjang Semarang Jogja sekitar 3 jam perjalanan. Dan tanpa kuduga aku dihempas entah motor atau mobil, yang jelas selepas itu aku tak ingat apa-apa lagi. 

         Rahang masih terasa ngilu apalagi bahu hingga lengan kiriku yang sudah memar hanya dibebat dengan sal warna biru bertuliskan Sumbawa Land. Seorang wanita bertato dengan jaket Jean yang sudah lusuh itu yang menopangku, padahal si lelaki yang kuanggap pasangannya itu hanya asyik menyeruput kopi joss yang masih lumayan panas itu kelitahan dari asapnya yang masih menari-nari menuju langit Jogja. Aneh juga sih, wanita masih belia yang tak kukenal malah menopangku dan si lelaki malah cuek, bukannya cemburu atau apalah namanya. Aku tak banyak berkata apa-apa karena pikiran kacau. Motor GSX S Touringku sudah tak kutahu kabarnya, dompet tak di saku sementara badanku ngilu semua. Finally aku hanya pasrah pada kedua manusia Vespa itu.

          Dengan dipapah aku dinaikkan ke Vespa abu-abu yang sudah dimodifikasi dengan side seater ala motor Ural Russia. Lagi-lagi si lelaki hanya rokok-an tanpa cemburu pada wanitanya yang masih menelateni aku yang sedang terluka itu. Sekali lagi aku ak berkata apa-apa dan malah berlagak bego demi keamananku dari manusia asing yang belum kutahu jati dirinya. Walaupun tampak membantu tapi aku tetap curiga padanya. Bilang saja Cin..., kalau motornya dititip-parkirkan di lantai 2 parkir area Haji Ali, dan dompetnya masih aman di kita , buka lelaki itu pada sang wanita. Benakku sudah sedikit damai dengar kekatanya. Kulihat sang wanita membuka kantong dari box skuternya sebuah buku, eh ternyata qur an kecil lalu dibaca, ditiupkan ke air mineral lkemudian dipercikkan ke sal warna biru itu. Tradsional religius sih, tapi justru aku merasa damai menyaksikan situasinya. 

           uuh lenganku ngilu, demi meminta perhaiannya. 

           Allaumma shalli ala saiddina Muammadin tibbilqulubi wa dawa ihaa wa afiatil abdani wa syifa ihaa..., komat kamit mulutnya sembari diiupkan ke lukaku. Dari situlah aku mulai kian percaya dia itu anak skuter yang melek agama, keyakinanku kian berambah saat dia menggelar sajadah di dekat mini camp kami yang seharusnya hanya isi sepasang saja. Rupanya dia sedang salat malam. Hatiku runtuh sekeika teringat akan semua dosa yang kutumpuk sedari dulu. 

 Abangnya keknya ga salat yaa?, kalau abang muslim mending salat demi masa depan kita. Walaupun aku dan abang saudaraku ini anak Vespa tapi kami tak pernah lupa untuk bertemu Tuhan lewat salatku, celotehnya.   

Oh rupanya dia saudaranya, padahal semula kuanggap suaminya. Tapi kenapa dia peduli padaku?, aneh kan?

          Anak Vespa memang punya aturan dan cara sendiri, dan iulah yang sedari dulu aku benci. Bukti yang kini tampak di mataku adalah mereka sembarang kemah di mana pun dia suka. Kenapa cara hidupnya yang aku benci justru peduli padaku. Sekali lagi hatiku waswas juga karena motor dan dompet masih ada padanya. Dalam kecamuk di logika dan hati tanpa kusadari aku telah terlelap.

           Lenganku terasa perih dan panas hingga aku terbangun dari tidur bersamaan dengan kumandang azan subuh dari kejauhan. Alangkah kagetnya aku ternyata di lenganku banyak biji dan kulit cabai yang merah. Wah ini benar-benar ada niatan busuk pikirku. 

 Gak usah mendesis kek ular gitu, luka memarmu sengaja kubaluri tumbukan cabai biar cepat kering dan pulih. Masa sih anak motor gede kok cengeng. By the way siapa namamu? Aku Galang abangnya si Cinta yang care banget padamu tuh.

 Azbynt asal Bondowoso Jatim yang mau ikuan SUGOI jambore di Jogja jawabku.

 apaan tuh.

 Suzuki GSX Owner Indonesia, aku sebenarnya bareng Chapter Bondowoso tapi masih mampir di Semarang rumah saudaraku. Karenanya aku gaspol demi segera bertemu teman-teman dan para owner se Indonesia,

          Cinta gadis berkulit coklat itu pun ikutan nimbrung selepas salat di sisi tenda. Dari cerita si Cinta aku tahu bahwa mereka pulang dari Sumbawa dengan Vespanya hanya berdua. Mereka yang asal Lampug itu terbilang nekat hanya dengan bekal sekedarnya apalagi motornya sudah tak sesuai spek dari pabrik. Kuusaakan banyak mengorek tentang jati diri mereka. Mereka hanya lulusan SMA dan si Cinta hanya lulus SMP. 

 kami lebih memilih belajar di jalanan, bukan belajar di sekolah di TV,di media, tapi kami banyak belajar di atas aspal yang banyak melahirkan cerita. Bapak dan mamak kami mengijinkan asal jangan melupakan salat, dan yaa begitulah kami. Bisa saling mengerti dan saling berbagi di jalanan. Jelas Cinta.

Di otakku masih saja curiga, pasti ada apa-apanya. Soal motor dan dompetku belum kelar kan? Mengapa begitu peduli padaku yang belum kalian kenal?

 kami sudah biasa begitu di Jalanan, Ungkap Galang

 iya kah?

Tetiba Cinta meraih tangan kananku seraya ditempelkan ke dadanya agar aku merasakan detak jantungnya. Yaah ini yang berdetak keras justru dadaku, gimana sih, pikirku. Kulihat keseriusan dari raut mukanya. Walau tak berkata cinta tapi aku menangkap makna siratannya. Hatiku rupanya belum tersentuh cinta, lagian dia kulitnya tak glowing malah coklat karena banyak terbakar terik di jalanan.

 oh ya, itu mini cam di helmmu sempat aku amankan walaupun helmmu remuk digilas mobil yang menabrakmu, imbuh Galang.

          Dari rekaman di camera itu baru aku tahu kejadian yang menimpaku, dan entah karena kebetulan, saat Cinta membawaku ke pinggir jalan sedang Galang menepikan motorku terekam semua. Rupannya kameraku masih on cam dan jusru tersorot pada mereka. Kutunjukkan cara memutar rekaman itu yang kukoneksikan pada HP Cinta. Kami melihatnya perisiwa itu secara episodik. Yang membuatku kaget dan justru haru saat melihat upaya Cinta menolongku bahkan sampai-sampai memompa dadaku hingga memberi napas buatan. 

 yaaah kok kerekam, igaunya sedikit malu.

Dari mata kamera itu telah membawa bias-bias cinta di hatiku. Harus dengan bukti apalagi? Kata hatiku. 

 Cinta sayang... kemarilah, rebahlah di paha kiriku karena aku dadaku belum bisa kau sandari selagi tangan dan bahuku memar begini.

Dengan memohon restu Galang abangnya dia pun beringsut dan merebahkan kepalanya di pahaku. Kasar kubelai rambutnya yang agak kemerahan karena terlalu lama dicumbu matahari di jalanan. Lesung pipi yang beraksi kala tersenyum menampakkan kemolekannya jua. Cint dari 0 KM ini kusemaikan sejuta cinta untukmu.

_____________ 

Bondowoso 5 Mei 2023 















Sabtu, 29 April 2023

MENGANTAR REMBULAN DI UJUNG MALAM

 


MENGANTAR REMBULAN DI UJUNG MALAM

Pak Tyqnue Azbynt


Saat hati terjajah rindu pada suasana kampung halaman terutama pada orang terkasih, kadang media tak bisa jadi pengantar cerita. Bila berada di zona tanpa sinyal tanpa listrik, hati benar-benar bak terlempar di kedalaman jurang tanpa sesiapa.


Seharian raga dihempas kerja yang menyiksa-nyiksa, rasanya ingin mati saja. Kalau tak karena tugas pengabdian masyarakat di Pedalaman bumi Borneo, tentulah tak kami lakukan ini semua.Senyum senyum gadis Dayak sedikit meleaskan rasa gundah, namun rindu kampung halaman tak kunjung tertuntaskan. Malam ini aku benar-benar ingin menyerah dan tak sanggup bertahan di kampung orang. Tangisku pecah sudah dada terasa terhimpit beribu-ribu ton beban yang rasanya aku menyerah.  


Penat rasa kutampik kini, melangkah ke luar barak gegara suara musik Sape yang dentingnya mulai tentramkan jiwa. Di ujung malam kumenyengaja enyahkan kantuk. Kuantar rembulan di ujung malam menuju rumah panggung yang lantunkan lagu etnis Dayak. Entah lagu apa itu yang jelas telinga dan hatiku tersihir sudah. Seorang gadis cantik berkulit putih bening sedang di beranda rumah panggung itu. Bakena yaa dia Bakena gadis yang selalu mengantarkan makanan kecil setiap pagi. " Kenaaa..lagu apakah itu, hatiku terasa damai karenanya", penasaranku. 

" Oh mas Jawa ( dia selalu menyebutku mas Jawa), itu lagu CA UNCANG, lagu percintaan gadis pemalu yang mengidamkan kesetiaan sang kekasih", jelasnya.

" Adakah gadis itu kita ( penyebutanku padanya dengan kata kita) ? dan kekasihnya harapannya aku?", Ucapku ngasal saja demi menghibur diri yang sedang rindu pulang. 

" Mas Jawa pegang tangan kanan saya jika suka aku dan aku akan menggenggam tangan mas Jawa dengan erat sebagai rasa terimaku". Kuulurkan tanganku demi menggamit tangannya. Dia pun menggenggam tanganku dan menyandarkan kepalanya di dada kananku. Dada bergucang keras tak sanggup menerima anugerah itu.

____

Lapangan Victory Poncogati Curahdami Bondowoso, 29 April 2023

Jumat, 21 April 2023

TERJERAT DI SENYUMMU

 


TERJERAT DI SENYUMMU

Pak Tyqnue Azbynt


Lama sudah kumarginalkan dia di tiap sudut hati karena acuh dan angkuhnya mematikan nyaliku. Walau ketererus-terangannya aku suka, tapi dia terlalu sensitif dan mudah mematahkan upayaku. 


Setahun sudah aku benar-benar lost contact dengannya padahal senyumnya sering menjajah sukma. Semua lini telah dipasangi barikade olehnya, tak ada secelah pintu pun terbuka. Bisaku hanya memantau dari kejauhan walau sering tak dapatkan apa-apa. Eff begitu kusebukan nama itu dadaku selalu bergetar. 


Di sebuah minimarket kulihat dia sedang membersamai gadis kecil yang lagi merengek manja. Sekali lagi aku tak bisa mendekatinya tuk sekedar menyapa, nyaliku ciut seketika. Dari intipan kamera HP kubajak senyumnya dan di sebuah kanvas kan kueksekusi keindahan itu. Aku tahu memburu senyumnya akan menambah siksa, tapi tanpa senyumnya aku kehilangan asa.

___

Bondowoso, 21 April 2023

Kamis, 20 April 2023

GOMBALAN CINTA PALING PURBA YANG ROMANTIS



GOMBALAN CINTA PALING PURBA YANG ROMANTIS

Pak Tyqnue Azbynt


Kabar bakalan hadir mahluk cantik di sekolah kami sudah aku dengar bocorannya dari Bapak Guru Bahasa Jerman. Beliau mengabarkan bahwa akan ada pesaing baru di madrasah kami. 

Di madrasah kami ada dua jurusan yang saling bersaing hususnya bidang kebahasaan. Aku yang di progam A4 ( ilmu sosial / Sos /IPS ), selalu dianggap kelas gangster. Kelas urakan dan paling nyebelin para guru. Satu-satunya alasan kenapa para guru masih mentolerirnya karena kemampuan berbahasanya yang bagus. Musuh bebuyutan kami adalah kelas Jurusan Bahasa yang memang di zona nyamannya. Di Kelas Sosial hanya ada 4 Bahasa yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, English, dan Deutsch. Di kelas Bahasa lebih banyak lagi bahasanya. Kehadiran murid cewek yang pindahan dari Sekolah Internasional di kelas Bahasa menjadi ancaman bagi kami, tapi tidak bagiku. Sosoknya yang imut, putih bening, dan bibir mungilnya menjadi penjajah sukmaku. 

Baru 3 hari di madrasah kami semua mata telah menyorot padanya, tak hanya karena kepandaiannya tapi juga kecantikannya. Kelasku yang notabene kelas cowok tampaknya mulai ada pergerakan tuk tebar-tebar pesona khususnya Adrian sang ketua OSIS yang tajir dan tanpan itu. Para sultan dan cowok-cowok smart di madrasah kami sudah memasang trik dan intrik untuk bisa menggaetnya. Eits, kan madrasah masa ada pacaran? Secara teori tak boleh dan pasti sanksi pen-DO-an akan menjadi jawabannya. Tapi untuk yang satu ini tampaknya dewan guru sedikit longgar karena memang ada pesona yang sulit ditiadakan. 

Aku tak punya harta tuk pamer-pamer, tak punya coolface. Artinya tak di atas standar tuk menggaet mahluk cantik itu. Mungkin satu-satunya hanya nyali nakalku. Lho kok? Habis apalagi? Niat bulus kusampaikan pada si Nina anak Seksi Literasi sepertiku di kepengurusan OSIS. Dilalah dianya mau dan justru penuh semangat karena si Ketua OSIS telah mengacuhkannya. Untuk bisa masuk ke area kelas putri tidaklah mudah. Akhirnya selama 2 bulan aku membuat planning Temu Penulis di Auditorium dengan menghadirkan Mas Golagong seorang novelis nasional. Program ini kami gagas untuk bisa bertemu dengan orang-orang di kelas bahasa hususnya Aleena si mahluk cantik madrasah kami. 

Waktu 2 bulan kuforsir untuk menulis novelet atau setidaknya antologi cerpen. Semua cerpen di blogg kusatukan, kirim ke penerbit and cetak. 

2 Mei 2023 hari eksekusi untuk Aleena. Pukul 08.00 auditorium mulai ramai. Sisi kiri cewek dan sisi kanan cowok. Saat seeprti itu adalah saat yang biasa ditunggu penduduk.sekolah. ya kapan lagi bisa bersua muka dengan lain jenis? Seksi Literasi, dan semua pengurus OSIS menjadi super sibuk, begitu juga dengan anak bahasa.

Ada 14 judul buku karyaku yang yang sudah terbit beberapa tahun sebelumnya juga 1 karya terbaruku sengaja aku bawa tuk memintakan tanda-tangan mas Golagong di covernya. Sesuai rencanaku dengan Nina agar kakiku sedikit disliding olehnya pas lewat depan Aleena yang dipastikan duduk bersebelahan dengannya. Benar saja, aku terjatuh dan buku berserakan. Kuharap Aleena turut mengambilkan bagai di drama-drama Romawi, lalu saling menatap saat ujung jari bersentuhan. Eh nyatanya dia cuek. Namun 1 buku diambil oleh Nina. " Mahluk Cantik di Madrasahku", begitu judulnya. Buku itu baru diterbitkan dan mau kukonsultasikan pada mas Golagong. 

Saat usai pemaparan banyak hal tentang kepenulisan akhirnya masuk sesi tanya jawab. 

Beberapa guru ikut bertanya sehingga kami para murid lebih memilih belakangan. Justru aku kebagian paling buntut. Aku nekat bawa 14 buku+1 yang baru release aku mintakan komentarnya pada beliau. 

" Wah ini lumayan bagus, setting tempat, makanan lokal, serta budaya masuk semua ne, apiik... apiik. Pas saya baca di blurbnya saja dah kena. Ini seperti nyata. Penokohan Aleena bagus sekali pendeskripsiannya. Oh yaa ini bisa jadi rekomendasi sebagai bacaan remaja kekinian. Good job". Paparnya yang diikuti riuh tepukan guru dan teman-teman kami. " Apa yang melatar belakangi ide di novelet ini?" Tanyanya. 

Dengan semangat dan tak pedulikan sanksi yang bisa menimpaku. Aku berjalan ke arah Aleena dan memberikan buku itu padanya. " Mahluk ini mas yang mengganggu tiap tidurku, dan buku ini memang saya dedikasikan padanya. Aku bukan siapa-siapa tapi aku punya nyali tuk menyatakan cinta he he. Tadi sudah kucoba pura-pura jatuh didepannya dengan harapan buku diambilkan lalu saling pandang, tersenyum dan berkenalan. Eh dianya cuek mas. Namun aku puas bisa menuliskan kata hatiku di buku ini". Mendadak saja auditorium ramai, terutama gengku di kelas Sos. Kenekatanku memberikan buku dan menjabat tangannya menjadi notula tersendiri di hatiku.

___

Bondowoso, 20 April 2023

Selasa, 18 April 2023

Jika Orang Gila BERFILSAFAT

 


Jika Orang Gila BERFILSAFAT

Pak Tyqnue Azbynt


Selepas salat Ashar Si Lukman yang disinyalir manusia setengah halu atau kerennya ODGJ itu tetiba masuk musala. Tak sampai 5 menit dia sudah senyam senyum sembari berucap Alhamdulillah. Aku menganggapnya dia dah hampir siuman dari dunia halunya. 


Magrib tiba, berlanjut ke Isya tak kudengar suara loadapeaker atau Toa Musala azan. Ada apa gerangan?. Sontak saja nalarku tertuju ke si Lukman, yang kebetulan sedang duduk-duduk di gazebo depan musala. Kudatangi dan kubujuk dia agar ke musala. Dan dia pun mau setelah kutawari rokok dan segelas kopi.


" Luk ente tadi cabuti kabel dan stop kontak listrik musala kanapa?". Dia hanya tersenyum, lalu kuambil rokok dari bibirnya. " Hayo jawab!", bentakku di hadapan jamaah salat yang baru usai tarawih. Tapi jawabannya malah filosofis. " Gini kang saya hanya mengalihkan pahala jenengan dan kawan kawan agar langsung ke langit", jawabnya meyakinkan. 

"Lho kok, apa hubungannya dengan listrik?". Sergahku sedikit emosi. 

" Gini kang, malam Ramadhan ini banyak pahala tersangkut di muncong mikrofon dan di layar HP, masa sih ibadah tergantung pengeras suara dan HP, apa semua manusia biar tahu gitu?, Kan yang nyatat malaikat. Apa malaikat punya HP?, mereka tak punya mikrofon dan HP sepertiku, masa sih gituan aja gatau, ustaz apaan akang", sangkalnya padaku. Jamaah di Musala cekikikan tapi membenarkan juga logika si manusia setengah halu itu.

__

Bondowoso, 18 April 2023

HIDUP DI DUA ALAM

 HIDUP DI DUA ALAM Pak Tyqnue Azbynt Motor kubejek abis hingga bajuku kiwir-kiwir digoda angin. Bayangin aja Upacara Hari Santri Nasional di...