THAIF DARAH SEJARAH
Pak Tyqnue Azbynt
Hari ini kami jamaah haji dari KBIHU muslimat NU menapak-tilasi jejak perjuangan kanjeng Nabi di Kota Thaif yang tak sepanas Mekkah. Indah diantara gunung-gunung Cadas yang angkuh menatap langit. Bebungaan mekar menantang panas Arabia. Bougainvile merona merah menyembul diantara kuning tua bangsanya, melati, dan mawar, serta lantana pun tebar pesona. Semula yang hendak susur sejarah hati tergoda pesona kota Thaif ditambah lagi saat berkunjung ke penyulingan aneka bunga yang dijadikan aneka parfum. Semua lupa tujuan semula yang hendak rihlah sejarah, apalagi deskripsi tour leader tak gamblang dicerna. Lalu hilanglah cerita yang 100 km dari Makkah Kanjeng Nabi dan Zaid bin Haritsah hendak berjumpa Abdu Yalil, Mas ud, dan Habib yang ketiganya anak Amr bin Umair demi meminta dukungan da'wah di kota besar kedua setelah Makkah. Namun ketiga orang Bani Tsaqif itu menolak dan melempari kanjeng Nabi hingga kaki beliau terluka pun demikian Zaid bin Haritsah hingga terluka kepala karena melindungi nabi.
Saat darah bercucur, berteduh di kebun Kurma Utbah dan Syaibah bin Rabiah Nabi mengeluh dalam doa "Yaa Allah, kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku". Syaibah tak tega melihat yang mulia dan memberi anggur melalui Addas budaknya. Saat beliau memulai membaca asma Allah (basmalah) Addas terkejut karena tak mungkin orang sembarangan mengucapkan kalimat itu dari masyarakat Arab saat itu. De es be.
Selepas dari pabrik penyulingan bunga kami beranjak menuju Masjid Abdullah bin Abbas sepupu beliau. Di sini pun kami hanya singgah salat qashar, sedikit swafoto dan sebagian belanja oleh-oleh. Lagi lagi cerita sejarahnya hilang. Bagaimana anak pamannya itu berjuang membela nabi, atau bahkan sayyidina Abbas pamannya yang harus meregang nyawa saat pertempuran di Uhud yang dadanya dikoyak Hindun lalu dadanya di koyak, hatinya dicakar-cakar dikunyah dan dimuntahkan. Cerita itu tak ada.
Di bagian ketiga ketika melewati Jabal Nur sang guide masih semangat menjelaskan tentang Gua hira' dan Wahyu pertama, tapi sayangnya para penumpang bus hampir semuanya terlelap dalam tidurnya, dan bisa dipastikan sang guide kena prank. Dia semangat sedang kami mendengkur lelap bersama deru bunyi Mercedez Benz bus yang kami tumpangi.
_____
Thaif-Mekkah, 7 Juni 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar