Mr. NASSER AND HIS ANGEL
Pak Tyqnue Azbynt
Langit Arafah menotulensi di angka 44° Celcius. Pengap dalam tenda benar-benar menguji nyali, bila blower sudah hidup seribu napas beradu sua. Virus-virus batuk, pilek dan segala rupa berebut mencari mangsa. Dan saat itulah sang bidadari ambruk menyerah tak bedaya. Nafsu makan hilang, perut mual dan kesehatannya drop seketika.
Mr. Nasser sang Arjuna dengan sigap memberikan pendampingan prima, not until one minute, he prepare all she need. Ini memang benar-benar harus total bed rest. Ya, infus dan harus benar-benar jaga kondisi. Perut mual, badan lemas, semangat drop, tatapan kuyu. Bagaimana harus menyiasatinya, ini adalah puncak haji, tapi sang Arjuna selalu siaga mendampingi dengan setia. Begitu pun ketika di Mina kondisinya masih bahkan sampai kembali ke hotel. Ini benar-benar menguji kesabaran.
Pagi itu selepas subuh kulihat Mr. Nasser sedang merebus kentang di dispenser beranda hotel. What's? Berkali-kali digantinya air panas hingga kentang itu matang. Ditusuk tusuk biar air panas mudah mengkonduksinya. And finally sebiji kentang itu diberikan pada sang bidadari. Setiap hari begitu, dan di situlah pemulihan sang bidadari berangsur terentaskan. Sampai suatu ketika dia berkata, "pemulihan ini karena Kang mas Arjuna begitu care padaku". Kini ulas senyumnya kembali memanja pada Mr. Nasser
-----
Haram, 8 Juni 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar