Total Tayangan Halaman

Minggu, 28 Juni 2026

DUA JAM MENAHAN PIPIS DI ATAS LANGIT

 DUA JAM MENAHAN PIPIS DI ATAS LANGIT 

Pak Tyqnue Azbynt 



"Bapak ibu, silahkan pakai sabuk  pengaman, cuaca sedang tidak bersahabat dan untuk sementara toilet di-lock tidak bisa digunakan", begitu pengumuman dari pramugari. Semula aku anggap ini biasa dan normal. Tapi saat pengumuman berlanjut, agar semua tirai ditutup, lampu dimatikan, dan lampu exit di lantai kapal sudah menyala, perasaanku sudah mulai was-was. Ditambah lagi komunikasi antara pilot, awak kabin dan pramugari dalam English bahwa pesawat mengalami turbulensi yang lama. Walaupun tidak sampai mengacak-acak koper kabin barang bawaan di rak pesawat, tapi perasaanku mengatakan bahwa ini sedang long trouble.


Sisi kanan kiri kuberitahu bahwa kapal sedang turbulensi, kusarankan agar banyak berdoa. Jawaban mereka malah santai bahwa mereka sedang diundang oleh Allah SWT tak mungkin akan ditelantarkan.Aku kesal dengan tanggapan mereka, akhirnya kupilih berdoa sendiri sembari ngebayangin kemungkinan terburuk yang akan menimpa dan harus berbuat apa.

 Setelah lewat dari dua jam barulah lampu mulai menyala dan toilet mulai unlock. Nah, saat pramugari memberitahu bahwa seat belt boleh dibuka dan toilet sudah bisa digunakan. Bayangkan!, sudah berjam-jam kebelet pipis akhirnya berebut antre masuk. Cilakanya prilaku orang +62 kadang susah diberitahu, bahwa jangan banyak menggunakan air, tetap saja basah-basahan. "Oh my God, It's wet lavatory", kata pramugari pada dirinya saat melihat lantainya basah. Berkali-kali dilap pakai kanibo dan tisu, tapi lagi-lagi basah. Akhirnya dia mengumumkan ," three lavatory are inoperative,  mohon maaf bapak ibu, 3 toilet tak bisa digunakan". Wajar saja  dan kebayang capeknya dia, berkali-kali ngelap dan berkali pula basah, padahal di bodi pesawat banyak serat fiber yang rawan korsleting listrik. Setelah kubilang ke teman-teman penumpang mereka hanya jawab sekenanya, "lah itu tugasnya kan, lagian kita sudah berjam-jam kebelet pipis di atas langit". Yang menimpali santai," ah ribet amat, kapan lagi kita bisa pipis di atas langit".

____

Sub-Med, Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026

 DI ATAS LANGIT MUSQAT OMAN

Pak Tyqnue Azbynt 



Alhamdulillah tsummalhamdulillah, tahaddusan bin ni'mah. Kebahagiaan menyeruak di sukma saat lantunan surah An-Nas menutup rihlah ayat ayat Qur an di atas langit Yaman.


Ahad Sore dari Oriens Hotel Mekkah kami kloter 87 bersiap menuju kota Nabi. Demi menyinambungkan petualangan tempat-tempat bersejarah aku sengaja memulai qs Alfatihah di pelataran.Masjidil Haram selepas Maghrib menunggu isya, lanjut ke Al-Baqarah. Esok harinya kami tawaf pamit tuk melanjutkan Arbain di kota Nabi. Dan benar saja esok hari kami semua sudah beranjak menuju Madinah di sore hari. sepanjang perjalanan hanya gedung gedung megah dan gundukan gunung-gunung batu yang tak kalah gagahnya. Pantat sudah mulai protes karena sejauh 450 km perjalanan no canda no musik, kami semua duduk dalam kepenatan yang sama.  Di rest area pertengahan antara Mekkah dan Madinah kami hanya berhenti tuk salat Maghrib isya dalam jamak qashar. Perjalan berlanjut dalam kepenatan yang bertambah. Pukul 10 malam kami baru sampai di OSDT Madinah Hotel beberapa ratus meter di Utara masjid Nabawi. 

Demi melepas penasaranku pada masjid itu, aku langsung menuju Sahn masjid di mana payung-payung raksasanya sedang mengatup  Salat pamit datang lanjut salat malam kulanjut baca Qur'an menyinambungkan bacaan di Mekkah. Tiap hari berwisata hati di masjid ini dengan menyela qiraah Qur an diantara waktu waktu salat kami. Beberapa hari berikutnya kami menuju Masjid Quba sekitar 3 km dari Nabawi. Di masjid yang pertama dibangun kanjeng nabi ini kulanjutkan surah surah Al-Qur'an. Lanjut masjid Ghamamah, Masjid Sayyidina Abu Bakar, masjid Sayyidina Ali semua kusempatkan baca lanjutan qiraahku. And  so on, dan kusisakan di jus terakhir karena obsesiku bisa hatam di atas langit jazirah Arab. Tanpa sarapan pagi kami sudah beranjak dari hotel tuk menuju bandara di Madinah. Karena tak terlalu jauh dalam beberapa saat kami sudah sampai di bandara itu. Setelah beberapa jam kami baru mulai meninggalkan tanah Madinah. Bacaan kulanjut sebentar dan berakhir saat tengah malam langit MUSQAT negara Oman. Tuntas sudah obsesiku menuntaskan hatamanku di atas langit tanah Jazirah Arab.

____

MUSQAT, 23 Juni 2026

Rabu, 24 Juni 2026

Onta, Jamal, and Camel

 ONTA, JAMAL and CAMEL

Pak Tyqnue Azbynt 



Semenjana Siang di tempat wisata kereta gantung di kawasan...tampak beberapa pelancong sedang memperhatikan tawaran ojek onta. Binatang itu rupanya sedang disorot oleh wisman termasuk juga Wak Kaji Thorik yang mencoba menyela pembibcangan antara orang Arab dan Scotland sebut saja Mc.Scott vs Mad Arab.

Mc. Scott: what's this? (Sambil menunjuk binatang dari dekat)

Mad Arab: aiwa hadza JAMAL.

Mc.Scott: I see, yeah CAMEL ( sambil manggut-manggut)

Dari dekat tanpa permisi langsung menyela datang si Wak Kaji Thorik.

Wak Kaji Thorik: apah yek apah yek ?

Mad Arab: hey man ANTA? ( siapa kamu)

Wak Kaji Thorik: oh yeh lah kok taoh, ajiyeh ONTAH, jhek perak atanyah Mak pak man celak .

____

Saudia Flight, 23 Juni 2026

Minggu, 21 Juni 2026

HALAL BAE' HARAM RIBA

 HALAL BAE' HARAM RIBA

Pak Tyqnue Azbynt 



Melewati gerbang 328 di Masjid Nabawi menjadi keseharian kami tuk menuntaskan Arbain. Di gate itu kami sesekali mampir ke gerai berbagai kebutuhan jamaah tuk sekedar lihat-lihat atau bahkan memang sengaja membeli, minimal dapat seprotan parfum di baju. 


20 Juni 2026 selepas zuhur aku bersegera saja jalan karena cuaca sangat gerah 43°C. Dilalah shop keeper menarikku sembari menawarkan gamis premium yang harganya 500-an ribu rupiah. Karena kuanggap terlalu mahal, kutawarlah 200 ribu rupiah, bahkan aku tunjukkan hanya itu uang saya. Diambillah uang itu sembari dia menawarkan gamis lain. And not deal. Dia tetap ngeyel harus beli, aku pun bilang tidak cocok, kecuali yang kutunjuk sebelumnya. Tawar punya tawar akhirnya sepakat 200 barang yang kumaksud. "It's for you, not more, halal". Aku pun senang sembari menjabat tangannya say thank you. 


Sampai di entrance hotel sudah dipenuhi orang-orang India dan Malaysia, akhirnya aku lewat pintu samping tuk masuk elevator yang harus harus naik area santai Lounge. Lumayan tak sebegitu padat hanya beberapa bibi India yang naik elevator.  Penat, panas, segera saja aku buka hasil dealing belanja. Yassalam, aku kena tipung mamang Arab di dekat  Masjid Nabawi. It's no matter, tapi sebagai orang muslim aku harus mengingatkan bahwa caranya salah. Selepas salat ashar di keesokan harinya, aku datangi dia tanpa kata, hanya mengacungkan jari tunjuk sembari kugoyang kiri kanan sebagai isyarat tidak boleh curang. Anehnya dia bilang jangan marah Pak Tua. Sayapun bilang,"Bae' halal riba haram, wa ahhalalluhul Bai ah wa  haramur riba". Saya tunjuk jari ke langit bahwa cara itu tak dikehendaki Tuhan.

____

ODST Madinah Hotel, 21 Juni 2026

Jumat, 19 Juni 2026

DI LANGIT MADINAH DI SAHN NABAWI

DI LANGIT MADINAH DI SAHN NABAWI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Terasa kali ribuan percikan air springkler menyegarkan saat embusannya mendarat lembut di wajahku. Payung payung raksasa sudah mengembang hingga tak tampaklah langit Madinah tanpa bercak putih setitikpun. Tercatat 43° Celsius di berita hp-ku. Menunggu ashar tiba di sahn tak sesejuk di dalam masjid. Sengaja aku pilih sahn agar bisa sedikit berkenalan dengan orang-orang manca negara demi mengusir kantuk siangku.


Duduk di sahn lebih rileks dan bisa bertaarruf dengan saudara-saudara seiman dari berbagai belahan dunia ini. Dari busananya sudah bisa kita duga-duga sebenarnya meraka itu bangsa mana. Orang Afgan dengan surbanya yang disebut Lungee (surban Afganistan) yang panjangnya bis 5-6 meter melilit di kepala, atu patke/pagri warna hitam yang ujungnya dibiarkan menjuntai ke belakang seperti orang Taliban. Sementara orang Arab kita kenali dengan Ghutrah kain kotak-kotak putih atau merahnya. Orang Asia tenggara kebanyakan pakai sarung yang model dan bentuknya hampir sama, hanya saja Indonesia lebih spesifik dengan sarung batiknya. Wajar kalau batik Indonesia diakui UNESCO, lah wong ke tanah suci aja gak ketinggalan berbatik dengan Songkok Nasionalnya, ada dari bangsa lain menyebut Songkok Muhammad Suharto, ada yang bilang Songkok Sukarno, entahlah. 


Duduk di Sahn sembari saling mengenal simbol-simbol pakaian menjadi keakraban tersendiri, apalagi sambil bercanda-canda ringan. Namun ada yang sangat ektrim kadang dari pakaian surbannya saja ada dengan penghormatan khusus yang tidak boleh disentuh sembarang orang, karena dianggap mengganggu kehormatannya. Sedangkan songkok nasional kita kadang dijadikan pemukul santri oleh guru ngaji saat masih ngaji di surau. Dari penjelasannya mereka yang diselingi dengan isyarat karena bahasa yang digunakan beragam kadang Inggris kadang Arab. Diantara saudara-saudara seagama itu ada yang bawa anak kecil sembari menunjukkan gambar di HP nya, "Uncle, uncle what's this?", sembari menunjukkan gambar orang Nusantara. Duh sayangnya aku tak bnyak tahu, yang kukenal hanya blangkon dan Udeng Madura. Ah betapa tak menghargainya aku akan hazanah busana nasional ini. Wajarlah kalau Ashraf yang nanya sedikit kecewa, tapi untunglah aku berikan dia Udeng Madura yang selalu saya bawa dalam tas tentang. Walaupun sedikit kedodoran tapi dia senang kok.

__

Madinah, 19 Juni 2026

Selasa, 16 Juni 2026

6 KUBAH BESAR 56 KUBAH KECIL MASJID QUBA

6 KUBAH BESAR 56 KUBAH KECIL MASJID QUBA

Pak Tyqnue Azbynt 



Masjid yang kali pertama dibangun nabi di tahun ke 1 Hijriyah menjadi momentum city tour kami di hari awal tahun baru Hijriah 1448. Tak sekedar menapak-tilasi ala-ala tour ibu-ibu medsos tapi kami ingin memburu keistimewaan 2 rakaat salat di Masjid Quba yang memiliki 4 Menara Tinggi dengan Mihrab asli sejak jaman nabi itu.5 km dari selatan masjid Nabawi kami bergerak selapas salat subuh, sarapan asal sambar saja yang ada di meja yang penting ada penyapa usus yang teriak-teriak.


Demi memangkas waktu kami pun segera on the way walau pun paket makan pagi belum diambil petugas piket hari ini. Tak tahulah nasip perut nanti menjelang siang, apakah nyeri dalam tangisan dangdut lama, atau lagu slow rock dari organ cerna kami. 10 menitan sudah tiba di Masjid serba putih itu. Selepas salat pamit datang tahiyat masjid, lanjut 4 rakaat Dhuha, 2 rakaat mutlak, doa, dan kuakhiri sujud syukur. Sebelum undur kusempatkan tulis dengan jari tunjuk kanan kedua nama adikku di pilar pintu masuk. Sebagai salam rindu agar juga hadir ke masjid bagunan Baginda nabi itu. 


Sudah biasa Mak emak plus nam dua selalu delay. Ada yang ketinggalan bingung jalan. Entah apakah karena perut belum dicas atau sibuk foto-foto. Entahlah. Kalau tak heboh dan lelet bukan Mak emak Indo, padahal perjalanan ini adalah kejar tayang demi dhuhur di Masjid Nabawi.

____

Quba Mosque, June 16th 2026

Senin, 15 Juni 2026

BINTI QEURAY AND HER DAD

 BINTI QEURAY AND HER DAD

Pak Tyqnue Azbynt 



Perjalanan spiritual dalam berhaji memang penuh cerita yang tak kering untuk ulas. Mulai dari syahdu kekhusyukan yang mendalam, pengakuan dedosa, hingga kekonyolan-kekonyolan warga plus enam dua yang bikin heboh dunia perhajian. Pesan-pesan etika budaya yang memberi warna ala orang-orang Nusantara. All of that sudah terlalu gampang tuk diceritakan.


Jika dalam keluarga ada ada salah satu yang wanita ikut berhaji bisa dipastikan para anggota lelakilah yang melindunginya. No debat, tapi jika sebaliknya maka dia dipastikan anaknya sebagai birrul walidain. Namun yang sangat kentara adalah Si Binti, yang selalu over protective. Saat di mobil, di lobby, bahkan saat di barrier masjid, selalu memanggil "Hey papa jangan jauh-jauh dari binti, awas jangan jauh jauh",ancamnya. Si ayah yang seorang guru itu kadang-kadang misam-misem mengikuti instruksi anaknya. 


Sedari awal aku selalu memperhatikan tingkah manusia yang menuju Tuhannya itu. And Finally, "Where there is Binti, there is her Father".  "Yeah emang cuman Binti yang punya papaaaa?", sergahku. " Dia hanya senyum-senyum sembari nimpali, "emaaang", sembari ngacungkn jari telunjuknya dengan gaya manjanya. Kalau kek gitu tak tampaklah kalau dia seorang paramedis, ya elah Binti gaye Lo kek ABG aje.

_____

Madinah, 15 Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026

HAJAH HAJAH MERMAID

 HAJAH HAJAH MERMAID

Pak Tyqnue Azbynt 



Jamaah haji asal Indonesia tahun ini atau bahkan dari tahun-tahun sebelumnya selalu membawa ikon budaya dan kebiasaan Nusantaranya. Mulai batik, songkok Nasional yang selalu mewarnai di tiap titik. Termasuk pula habitual tidak baiknya yaitu merokok di sembarang tempat. 

Sopan santun dan bersahaja, dan selalu senyum menyepa siapa pun walau pada bangsa dan bahasa yang beda. Itulah kenapa banyak bangsa lain yang menyebutnya,"Indonesia bagus, Indonesia good". Aku sebagai anak bangsa bangga akan hal itu. Selepas salat kanan kiri selalu salaman, yang membuat orang dengan bangsa beda merasa dekat dengan kita. No debat soal itu.

Selepas Maghrib manajemen hotel sempat bercerita dengan kedai kebab di sisi kiri hotel kalau haji Indonesia bikin ngilu kepala katanya. "Indonesian Hajj pilgrims are like mermaids who waste water" ( jamaah haji Indonesia seperti putri duyung yang boros air/ suka main air). Saya yang sedang ad di dekatnya kaget dengan kekata itu. " The season of Indonesia is not so hot, and Indonesian country rich of water, and so more of Indonesian people close of the water. Actually rainy season about 6 months". "I see" jawab mereka manggut-manggut. Wah kacau jamaah haji Indonesia dianggap haji ikan duyung, pikirku.

_____

Haram, 13 Juni 2026

Kamis, 11 Juni 2026

DOA DOA PRAGMATIS WAK KAJI PARTO

 DOA-DOA PRAGMATIS WAK KAJI PARTO

Pak Tyqnue Azbynt 



Bertawaf mengelilingi Baitullah menjadi perjuangan yang mengasikkan batin kita.  Baitullah kiblat muara arah salat kini di depan mata. Berbaur dengan berbagai bangsa, dengan aneka bahasa ramu dalam irama yang sama. Tawaf sembari munajat doa mengeluhkan semua pinta. Ada yang berdoa dengan bahasanya sendiri walaupun lebih dianjurkan dengan bahasa Arab seperti yang dibimbingkan dalam manasik haji. 


Kami-kami yang sudah berumur, tentu saja tak mudah menghafal dedoa sebanyak itu. Begitupun dengan Wak Kaji Parto yang lebih simpel pakai doa-doa yang dibutuhkan segera. Dia doa saja apa yang terlintas di otaknya dengan bahasanya yang bersahaja. 


Di putaran ke 7 Wak Kaji Parto didatangi kelompok kulit hitam yang postur tubuhnya super gede dan tenaganya dahsyat pula. Langsung saja bak gerakan ombak manusia di sirkel Ka'bah. Dia terjepit diantara mereka, lalu kembali Wak Kaji Parto mengadukan pada Tuhannya dengan sambil berteriak. Apakah mengeluh karena terjepit? Tidak!. "Ya Allah palarangaghih reggenah cabbhih, Yaa Allah palarangaghih reggenah cabbhih (Ya Allah mahalkan harga cabai, ya Allah mahalkan harga cabai)". Orang hitam di dekatnya malah bilang aamien.

____

Haram, 11 Juni 2026

Rabu, 10 Juni 2026

Dua Merpati di Dinding Gua Tsur

 DUA MERPATI DI DINDING GUA TSUR

Pak Tyqnue Azbynt 



10 Juni 2026 waktu Dhuha kembali kami melakukan rihlah sejarah hijrah Kanjeng Nabi Saw.  Biasa sudah waktu kembali delay. Dengan bus Marcedes Bens kami menyusuri jalanan terik menuju Jabal Tsur. Tiba di kaki Jabal Tsur terik langsung menjajah wajah-wajah kami yang sibuk demi swafoto. Ribet, heboh dan apa pun begitulah dalam sebuah rombongan. 


Perhatianku terfokus pada kepak-kepak merpati yang berebut remah-remah makanan atau biji milet, jagung dan sejenisnya. Inikah generasi dari sejoli merpati yang bersarang di dinding mulut gua Tsur demi mengubah asumsi begundal-begundal kafir Quraisy. Masyaallah perjuangan Rasulullah dan Sayyidina Abu bakar, yang kaki beliau hingga dipatok ular demi melindungi Baginda nabi. Belum lagi Asma Binta Abu bakar yang mengacuhkan nyeri perut hamil 9 bulannya demi membawa zamzam ke hadapan Baginda. Amir bin Furaihah budak Sayyidina Abu bakar. Dia mengembalakan kambing dekat gua Tsur tuk memerah susu untuk kanjeng Nabi dan sayyidina Abu Bakar.  Sedang bekas tapak kaki kambing-kambing itu menghapus bekas kaki manusira. Begitu pun Abdullah bin Abu Bakar yang memata-matai pergerakan musuh-musuh Rasulullah. 


Dengan kelemahan kami tak mampu menapak-tilasi hingga ke atas karena panas yang menyengat, belum lagi tubuh kami yang sudah drop. Betapa kokohnya semangat juang sang manusia pilihan Baginda Kanjeng  Nabi Muhammad Saw. Menjadi tanda tanya besar 'Bagaimana dengan derita Rasullullah mengemban risalah Islamiyah, hingga ajarannya membumi di seantero pelosok dunia' Subhanallah.

___

Tsur Cave, 10 Juni 2026

Selasa, 09 Juni 2026

Kutuliskan Namamu di Dinding Ka'bah

KUTULISKAN NAMAMU DI DINDING KA'BAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas Dhuha di kamar, kami berkemas tuk menuju Tan im tuk miqad di Masjid Sayyidah Aisyah. Walaupun sedikit delay akhirnya kami sampai juga. Salat Sunnah ihram, nambah salat Dhuha sambil menunggu teman-teman siap berniat umroh. 


Di pintu keluar sudah banyak yang saling menunggu tapi sayangnya acara kembali delay. Ditahan-tahan emosi agar tak saling menyalahkan karena kami sedang berihram. Lanjut ke mobil Van yang membawa kami dengan drivernya yang sedikit gaya Fast and Furious membuat kami berpegangan erat pada handel di belakang tiap-tiap jok. Sampai tiba di gate Masjidil Haram, jantung masih menyisakan dag-dig-dug der.


Masuk ke ground pelataran masjid di bagian dalam aku bersegera menuju lampu hijau untuk memulai tawaf. Kusiasati merangsek kedalam mengalur seperti spiral obat nyamuk menuju pangkalnya. Baru dua putaran aku sudah bisa mendekat bahkan dekat dengan hajar Aswad, tapi demi menjaga penuntasan hingga 7 putaran aku hanya bergerak mengikuti arus saja. Sekitar 1 meter di depan Ka'bah. Tidak menyentuh demi absahnya tawafku. Ketika sudah finish di putaran ke 7 depan Multazam, kutanyakan ke rekan-rekan yang ada di belakangku, "ada misi mencium Hajar Aswad apa nggak?" Mereka menjawab kita coba saja, kalau tak bisa asal pegang dindingnya saja". Kupersempit alur gerak hingga mipet Maqom Ibrohim, setelah memutar ke sisi barat aku coba merangsek ke dalam tapi sayang rombongan dari saudara-saudara Afrika berjubel di situ. Barulah setelah melintas dari rukun Yamani aku bisa puas memegang dinding ka'bah di sisi selatan sembari menuliskan nama Istri dan anak-anakku, saudara, dan semua yang terlintas di benakku. Dengan butir tasbih kutuliskan nama-nama itu. Kutitipkan pada Mu ya Allah nama Meraka agar suatu saat bisa memenuhi panggilan Mu.

____

Tanah Nabi, 9 Juni 2026

Senin, 08 Juni 2026

TERIMA TANPA SYARAT

 TERIMA TANPA SYARAT 

Pak Tyqnue Azbynt 



Ketika masuk dalam satu komunitas, semua mesti saling melengkapi dan saling memainkan peran masing-masing hingga menjadi satu sinergi. Yang bertugas sebagai pemberi, pelengkap, pengurang atau bahkan perusak jaringan hingga mumunculkan effort tuk menguatkan diri. Begitulah komunitas terbentuk, jika tak bisa bertahan maka seleksi alam akan mengeliminasi yang merusak sistem. Lalu bagaimana jika komunitas itu terbentuk karena situasi terpaksa? 


Regu dalam komunitas haji, terbentuk karena sistem yang harus kita ikuti. Berbagai karakter dipertontonkan pada kita dan kita harus menerima apa adanya. No ngeluh, no protes, no manja, dan no marah. Dalam satu kamar di hotel kita akan menemui beda sifat beda gaya, termasuk sifat dan gaya kita belum tentu diterima di otak mereka. 


Kita hanya menjaga agar kita, tidak ghasab milik teman apa pun itu,  apalagi mencuri atau memakan haknya orang lain. Dan jika milik kita dighasab atau dicuri kita harus menyadari barangkali kita pernah begitu pada miliknya orang ketika di rumah, atau kita tak pernah menghargai hak milik orang. Dalam bertutur pun harus saling menyadari harus saling menerima. Jika salah, cukup di nasehati, selepas itu usai tugas kita. 


Pernahkah kita lama menunggu kamar mandi, atau sendok makan kita hilang, sandal dan sebagainya.  Gak usah salahkan orang, tapi tanyakan pada diri sendiri. Kita sudah menganalogi diri dengan pakaian ihram yang hanya dua helai kain. Sama, tak ada raja tak ada jelata, tak ada tentara tak ada hansip semuanya sama. And than, apakah kita masih menyalahkan orang lain? Padahal kita sudah tahu kita harus menyamakan diri, hanya sebagai hamba yang harus menerima takdir dari Nya.

___

Tanah Haram, 8 Juni 2026

Mr. Nasser and His Angel

 Mr. NASSER AND HIS ANGEL 

Pak Tyqnue Azbynt 





Langit Arafah menotulensi di angka 44° Celcius. Pengap dalam tenda benar-benar menguji nyali, bila blower sudah hidup seribu napas beradu sua. Virus-virus batuk, pilek dan segala rupa berebut mencari mangsa. Dan saat itulah sang bidadari ambruk menyerah tak bedaya. Nafsu makan hilang, perut mual dan kesehatannya drop seketika.


Mr. Nasser sang Arjuna dengan sigap memberikan pendampingan prima, not until one minute, he prepare all she need. Ini memang benar-benar harus total bed rest. Ya, infus dan harus benar-benar jaga kondisi. Perut mual, badan lemas, semangat drop, tatapan kuyu. Bagaimana harus menyiasatinya, ini adalah puncak haji, tapi sang Arjuna selalu siaga mendampingi dengan setia. Begitu pun ketika di Mina kondisinya masih bahkan sampai kembali ke hotel. Ini benar-benar  menguji kesabaran. 


Pagi itu selepas subuh kulihat Mr. Nasser sedang merebus kentang di dispenser beranda hotel. What's? Berkali-kali digantinya air panas hingga kentang itu matang. Ditusuk tusuk biar air panas mudah mengkonduksinya. And finally sebiji kentang itu diberikan pada sang bidadari. Setiap hari begitu, dan di situlah pemulihan sang bidadari berangsur terentaskan. Sampai suatu ketika dia berkata, "pemulihan ini karena Kang mas Arjuna begitu care padaku".  Kini ulas senyumnya kembali memanja pada Mr. Nasser

-----

Haram, 8 Juni 2026

Minggu, 07 Juni 2026

Thaif Darah Sejarah

 THAIF DARAH SEJARAH

Pak Tyqnue Azbynt 



Hari ini kami jamaah haji dari KBIHU muslimat NU menapak-tilasi jejak perjuangan kanjeng Nabi di Kota Thaif yang tak sepanas Mekkah. Indah diantara gunung-gunung Cadas yang angkuh menatap langit. Bebungaan mekar menantang panas Arabia. Bougainvile merona merah menyembul diantara kuning tua bangsanya, melati, dan mawar, serta lantana pun tebar pesona. Semula yang hendak susur sejarah hati tergoda pesona kota Thaif ditambah lagi saat berkunjung ke penyulingan aneka bunga yang dijadikan aneka parfum. Semua lupa tujuan semula yang hendak rihlah sejarah, apalagi deskripsi tour leader tak gamblang dicerna. Lalu hilanglah cerita  yang 100 km dari Makkah Kanjeng Nabi dan Zaid bin Haritsah hendak berjumpa Abdu Yalil, Mas ud, dan Habib yang ketiganya anak Amr bin Umair demi meminta dukungan da'wah di kota besar kedua setelah Makkah. Namun ketiga orang Bani Tsaqif itu menolak dan melempari kanjeng Nabi hingga kaki beliau terluka pun demikian Zaid bin Haritsah hingga terluka kepala karena melindungi nabi.

Saat darah bercucur, berteduh di kebun Kurma Utbah dan Syaibah bin Rabiah Nabi mengeluh dalam doa "Yaa Allah, kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku". Syaibah tak tega melihat yang mulia dan memberi anggur melalui Addas budaknya. Saat beliau memulai membaca asma Allah (basmalah) Addas terkejut karena tak mungkin orang sembarangan mengucapkan kalimat itu dari masyarakat Arab saat itu. De es be.


Selepas dari pabrik penyulingan bunga kami beranjak menuju Masjid Abdullah bin Abbas sepupu beliau. Di sini pun kami hanya singgah salat qashar,  sedikit swafoto dan sebagian belanja oleh-oleh. Lagi lagi cerita sejarahnya hilang. Bagaimana anak pamannya itu berjuang membela nabi, atau bahkan sayyidina Abbas  pamannya yang harus meregang nyawa saat pertempuran di Uhud yang dadanya dikoyak Hindun lalu dadanya di koyak, hatinya dicakar-cakar dikunyah dan dimuntahkan. Cerita itu tak ada. 

 

Di bagian ketiga ketika melewati Jabal Nur sang guide masih semangat menjelaskan tentang Gua hira' dan Wahyu pertama, tapi sayangnya para penumpang bus hampir semuanya terlelap dalam tidurnya, dan bisa dipastikan sang guide kena prank. Dia semangat sedang kami mendengkur lelap bersama deru bunyi Mercedez Benz bus yang kami tumpangi. 

_____

Thaif-Mekkah, 7 Juni 2026

MENGGANTUNG HASRAT DI KERETA GANTUNG

 MENGGANTUNG HASRAT DI KERETA GANTUNG 

Pak Tyqnue Azbynt 



Thaif 7Juni 2026 di waktu zawal kami turun dari armada bis yang konon miliknya seorang Sayyid. "These are date for you from Sayyed the bus' owner", kata sopir sambil membaginya ke tiap penumpang. 


Kami semua kepo untuk nunggang unta sebagian ingin naik kereta gantung. Tapi karena cost-nya mahal akhirnya hanya lihat-lihat doang. Bagi yang beruang memang langsung antre tiket. Tiket didapat langsung dipegang guide tour, begitu passenger dah turun dari kereta, ticket masih di guide. Akhirnya lah ticket ini belum digunakan, ini bisa dipakai untuk 12 orang. Aku dan 11 orang lain pun bergegas mau menggunakan ticket itu. Pas ketemu dengan salah satu pendamping jamaah, kita suruh bayar separuh harga demi membantu yang sudah naik duluan. Karena sedari awal tak mau naik kereta itu ya secara refleks langsung balik kanan. Biarkan hasrat kugantung saja di kereta gantung.


____

Thaif, 7 Juni 2026

Mukimin dan Obat Ajaibnya

 MUKIMIN DAN OBAT AJAIBNYA 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pukul 22 Arab Saudi di beranda lantai 7 b lagi ramai Bapak-bapak kaji Indonesia. Penasaranlah membuat kaki melangkah walaupun sedikit ngantuk dan lelah. Usut punya usut ada seorang mukimin yang menawarkan dua jenis parfum plus obat ajaib buat bapak-bapak. Dari gelagatnya sudah bisa ditebak kemana gerangan arahnya. 


Memakai seragam ala petugas haji dia bisa keluar masuk hotel tanpa ditanya oleh scurity hotel. Teman-teman sudah menduga karena dia tak pakai atribut lengkap seperti nama, dan bajunyapun kelihatan kusam. Tapi begitulah cara orang mencari nafkah. Asalkan jual beli biasa no problem. Pertama keluarlah parfum, lalu muncullah rokok Indonesia, terakhir muncul minyak ajaib itu. Ada sebagian yang bilang ada yang pesan, ada sebagian yang bilang tetangganya punya masalah tidak harmonis rumah tangga. Gak ada satupun yang bilang untuk saya pribadi. Saya yang pura-pura asyik dengan hp, headset dipasang padahal tanpa suara, pura-pura bergumam nyanyi-nyanyi. Mereka merasa tak diperhatikan saya. Setelah deal satu persatu masuk kamar hotel tuk ambil uang, dan tinggal aku sendirian, si Abang colek dan kasih kode-kode, saya hanya jawab Alhamdulillah saya sehat. Tsumma Alhamdulillah. Sampai transaksi selesai, abang penjual pun pamit undur. Tinggallah bapak-bapak itu di beranda. Aku gojlokin mereka," Hati-hati jangan sampai jebol kandang ayam, gak bisa nelur dia". "Wah ellu nguping yaa?". "Bahkan aku video in yang tadi, mau tak kirim ke grup ?". "Ih jangan ah, kamu tak beri satu botol asal jangan post ke grup". "Gak ah, aku sehat silahkan anda nikmati sendiri agar jadi pasangan mabrur mabrurah"

___

Makkah, 6 Juni 2026

Sabtu, 06 Juni 2026

SAYUR BENING REMPAH KUNCI

 SAYUR BENING REMPAH KUNCI

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi selepas subuh, pintu kamar diketok 3x. Ah sial betul pagi-pagi dah mau namu, tahu masih mau bobo lagi pa, begitu pikirku. Kubuka dengan ogah-ogahan ternyata kang mas Haji Asy Ari, membawa sayur bening dan rempah pecel. "Biar tak kangen rasa Indonesia Mulu", katanya. Lepas itu beliau pamit dan aku bobo lagi. Belum lelap diketok lagi Haji Bustomi yang kamarnya  sendiri terkunci. Wah alamat gak khusyuk bobo pagi ne. Dan benar saja kami se kamar bangun semua.


Akhirnya aku dan salah seorang teman langsung menjamah sajian pagi tuk sarapan.  "Kok enak nya, apa resepnya?", katanya sambil menyeruput kuwah. Aku mengacuhkan saja karena kuanggap hanya basa basi belaka. "Mas, apa resepnya?", lanjutnya. "Itu kuncinya ada di kunci", celetuk teman yang lain. "Apaaa? Kok aneh sayur kok pakai kunci tak sekalian aja pakai obeng", jawabnya ketus.   "Ah itu karena ada kuncinya", sambut yang lain. "Busyet deh kalian" . Menghindari saling berbantah-bantahan dan marah kami semua diam, akhirnya kucari resep cara memasak sayur bening rempah kunci di media sosial. Aku kencangkan volume hp, barulah dia tahu kalau ada jenis ompon-ompon yang namanya kunci. 

____

Bilik hotel, 6 Juni 2026

Mr. Kazehaya Ren

 Mr.KAZEHAYA REN

Pak Tyqnue Azbynt 



Dari kejauhan tampak 3 orang sedang berjalang tergesa-gesa. Semuanya menggendong tas punggung bergambar bendera Jepang. Dari tasnya sudah yakin kalau dia muslim Nippon. Seorang lelaki dan dua wanita tampaknya ingin bersegera merapatkan barisan shaff salat, tapi sayangnya harus terpisah oleh barrier kelompok laki perempuan. 



Lelaki Jepang itu merapat ke shafku sementara yang perempuan ada di sisi kanan sekitar jarak 10 meter. Dia sangat dengan kedua wanita yang bersamanya. Tampak sesekali ia melongok ke arah deretan perempuan. Selesai salat kusapa dia, sekenanya, ,"Sorry, are you Japanese?" Dia menjawab sambil menunduk " Hai sou desu". Kemudian dia menepuk bahu saya agar membantu mencari kedua wanitanya."Tsuma to kodomo o sagasu no tetsudatte kudasai" setelah saya baca terjemahan di hp (tolong bantu saya mencari istri dan anak saya). Aku pun berlanjut  mencari keduanya. Yang menjadi kendala adalah mereka lupa bawa hp yang tertinggal di hotelnya. Akhirnya aku pinjam tas gendong yang ada gambar berdera Jepang, kuangkat dan kuacung-acungkan ke atas. Dan yes, Meraka berdua lari mendekati kami.

Sebelum berpisah dengan ketiga orang Jepang itu, kami sempat berbincang dengan bahasa translater walaupun agak lama ya nyambung juga. Dari ceritanya bahwa ia masuk Islam gegara sering bertemu dengan pekerja migran Indonesia di Jepang. Karena kehidupannya tampak tenang maka dia mencari tahu rahasianya. Ternyata salat, ya salat yang dilakukannya setiap hari. Mereka pun sekeluarga masuk Islam, saking ingin tahunya kiblat yang dia hadap saat salat, ia pun tunaikan haji. Dia bercerita sampai banjir air mata karena harunya. Mereka berjanji akan menghajikan 2 pekerja migran yang telah mengenalkannya pada agama Islam. 

____

Bet Al Haram, 6 Juni 2026

Jumat, 05 Juni 2026

Lelaki Uzbekh

 LELAKI UZBEKH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pengap senja masih saja menyisakan cerita siang yang menyiksa. Cuaca yang 40° up memaksa kami orang Asia tenggara harus sering-sering menyemprot wajah dengn zamzam, begitu pun dengan aku. Entah kenapa senja itu perasaanku ingin saja berbelanja pernak pernik keperluan wanita. Intinya aku tak tahan untuk shopping padahal uang Riyal yang kupunya sudah menipis, saran temanku tuk berhemat kutampik saja. Dan aku berangkat sendiri karena tokonya hanya di sebelah Hotel dan di sekitar itu banyak crew petugas PPIH, jadi aku anggap aman. Souq Aziziyah menjadi tempat memanjakan selera belanjaku, namun sayang ketidak pahamanku cara menawar menjadi kendala yang serius. Kupikir di situ bisa dengan bahasa Indonesia seperti tempat lain di pasar tradisional Arab. Aaah, moodku menjadi sedikit rusak. Wajah imutku menjadi tak elok lagi bila dipandang, ne terbukti saat aku swafoto wajahku kek cewek judes lagi kepedesan sambal. 


Dengan isyarat ada seorang lelaki mendekatiku seraya berbahasa Inggris sedikit sedikit. "Any help?, cay I help you?". "Oh yaa yaa", jawabku gelagapan. Kutunjuk saja abaya hitam yang mewah banget. Dia bantu menawarkan tapi harganya bikin dompetku jebol. 420 SAR ya 2 juta lebih. " No, no" hanya itu yang kubisa. "Do you like it?" Tanyanya. "Yes but I no money", jawabku sebisanya. Dia coba membujukku untuk membeli karena katanya cocok, dan aku katanya lebih cantik dengan isyarat dan English yang sama-sama kacau bahasanya denganku. Kemudian ia membawaku ke sudut lain dengan tawaran yang beda tapi sekali lagi mahal kali. "My name Zavar, I am Usbekh, and these are halal to you", katanya seraya menyerahkan dua abaya itu. "Oh ", jawabku kaget. "Yap halal to you, we are moslem ukhuwah Islamiah", lanjutnya yang membuatku yakin.  " But It's so expensive " kataku ragu, tapi dia maksa dan bayar ke kasir. Terpaksa deh aku julurkan tangan sembari mengenalkan nama, "Thanks, my name Annisa Hapsari, I am Indonesian", jawabku kegirangan. "Uzbekh love  Indonesia,  Zafar like Annisa", katanya seraya memberikan kartu nama dengan tulisan  Usbekh. Ga masalah tinggal pakai google cam kan langsung bisa diterjemahkan. Sekonyong konyong aku ambil parfum fifth eveneu kesukaanku di dompet aku semprotkan ke bajunya dan bajuku sebagai tanda kesamaan. Ga peduli ku dibilang genit, abisnya dia tampan juga sih, sopan, dan royal. "Don't remember Zavar ...", katanya. "Of course" jawabku sambil kulambaikan tangan saat keluar toko dan berpisah. Dia memandangiku sampai keseberang jalan. This is mine, gumamku.

___

Oriens hotel, 5 Juni 2026

Kamis, 04 Juni 2026

Sambal Belacan Lalap Mentimun

 SAMBAL BELACAN LALAP MENTIMUN 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi 4 Juni 2026 pukul 6 WAS kamar kami masih acakadut bak kapal pecah. Ada yang leyeh leyeh dijajah ngantuk ada yang meneduh kopi sementara aku bersiap untuk salat Dhuha.  Di sisi lain sarapan pagi sudah siap santap. 


Hendak menggelar sajadah masih ada teman yang sudah membuka ompreng tuk sarapan. Kuacuhkan saja karena tekatku adalah salat Dhuha n lanjut murajaah bentar. Eh dari luar muncul istri mas Gio sang ketua membawa sambal belacan plus lalap mentimun. Lah tergodalah rasaku terpaksa ikut duduk leseh sembari membuka ompreng nasi. Alhamdulillah kangen masakan rumah terobati juga namun sayangnya ..., sambal rasa Geliga pedasnya sejahat omongan tetangga yng nagih hutang. Oh lumayanlah pedasnya bisa ditawarin dikit oleh kerupuk upil yang renyah dan rasa Nusantara itu. 


Sarapan sudah, ngopi sudah, kok belum salat Dhuha? Yaa mana mungkin bersegera besty, lha wong tuntutan tuk merenung di WC sudah tiba. Perut brontak tak tahan rongrongan cabai Jawa.  And Finally no Dhuha no ngaji, demi melepas makanan malam yang sudah diserbu sarapan pagi dengan sambal belacan nan nikmat-nimat nakal dan garang.

___

Oriens 406,  4 Juni 2026

WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL

 WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas subuh para perokok sudah berderet di bantaran pot bunga demi melambungkan asap kenikmatannya, sementara ibu-ibu Indonesia sibuk membeli gorengan ala Indonesia atau sekedar bakso tuk menghangatkan suasana pagi. Aku yang tidak merokok justru penasaran pada jualan jajanan Indonesia itu. "Bak tahu berontak 3 saja". "Oh ya, ini tak kasih lombok biar tambah Joss", begitu jawabnya. 


Mbak atau ibu penjual itu fasih sekali berbahasa Indonesia. Dugaanku dia adalah BMI yang kerja di sini tapi nyambi jualan selepas subuh. "Bu apa mbak ne aku sebutnya, sudah lama di sini?". "4 tahun. 2 bulan 10 hari", jawabnya lengkap. "Wih lengkap kali ". " Lha iya lah mas, kan selalu aku hitung yang melatar belakangi aku di sini". Dari penjelasannya aku baru sadar kalau dia bukan orang Indonesia. Dia orang Thailand yang gagal mendapat PhD nya di NYCU Taiwan gara-gara cowok Indonesia yang memacarinya. Demi tak mengecewakan orang tuanya di Narathiwat sana ia harus pindah kuliah di sini tepatnya Partial Scholarship di Umm Al Qura University dengn menuntaskan diploma bahasa Arab dulu selama 2 tahun. Karena bukan beasiswa penuh tak ada uang asrama, karena itu saya harus jualan gini, jelasnya fasih sekali. "Yassalam orang Thay rasa Indonesia neh". "Gimana gak fasih mas lah wong aku dulu sempat mau jadi orang Indo, tapi sekarang aku lihat orang Indonesia dah gak ngeh blas", imbuhnya dengan nada kecewa. "Ah jangan gitu lah bak apa Bu nee aku sebut, Jangan-jangan aku bisa dijadikan tumbal tuk cinta pertama yang gagal. Aku mau kok", candaku karena dia sudah tak appresiatif terhadap cowok Indonesia. "Halah gombalnya orang indo ya gini ini". "Siapa tahu aku yang Jawa ini dapat Melayu Thailand, kan lumayan selepas haji aku lamar ke Narathiwat dan nikah di Indonesia, he he". "Gak ah, masnya gila kali, masa belum kenal banget dah gombal". "He he, kalau gitu kenalan aja boleh tak". "Oke boleh tapi bukan pacaran, namaku Wan Aisyah Siriporn binti Abdul Kadir ". " Gimana kalau Siripornnya diganti menjadi Wan Aisyah Sutikno, kan asyik ada Jawa ada Melayu Thailand karena anak anak kita biar tak membedan suku itu", sambungku nekat. "Huh, sebal, orang Indonesia suka ngeyel", katanya. Ya aku nekat karena ia tak mungkin dipacari aku, dan aku pun dalam misi ibadah haji, masa mau pacaran. "Kita bangsa Melayu Thailand tak boleh yang namanya pacaran, haram hukumnya". "Ya nikah nantinya , aku khitbah dulu selapas ne. By the way boleh gak buka noqabnya dulu biar lebih gimana gitu".Akhirnya setelah kubujuk dan ngeyel akhirnya dibuka juga. Ternyata wajah orientalnya manis kali. Pas dibuka langsung dah dig dug hatiku. "Ya Allah kenapa secantik ini kok disia-siakan ya", gumamku. Akhirnya aku nekat kartu nusuk kuberikan padanya agar memindai barcode dan mengenal jadi diriku. Demi dia aku berikan kartu nusuk karena haji sudah selesai dan tinggal Arbain di Madinah. Toh record barcode nya sudah ada di hp, kalau ditanya Polisi tinggal kasih recordnya dengan alasan hilang saat tawaf di Baitullah. Aman kan?. Justru karena kartu nusuk yang aku kasihkan dia malah percaya rayuanku. "Iya deh aku percaya tapi kartu ini jadi milik saya, kita jajaki dulu pertemanan ini sampai aku dapat gelar magister di sini. Lepas tu kita nikah, karena warga kampungku masih percaya kalau aku bertunangan dengan orang Indo yang mengkhianati aku dulu".  Ah kok justru semudah ini ya, apakah ini ujian beribadah atau gimana sih. Ujian ya ujian tapi kalau menikahi kan justru ibadah juga. Tahu ah bingung, tapi sumpah demi ayam geprek deh cewek Thay ini girly banget, yaa gak ngecewain kalau di bawa ke area publik. "Tapi niqab mesti buka dong, biar aku tunjukin cewekku imut, gitu dong". "Ah ya di sini gabole kan" . "Ya ya tapi  untuk foto bersama boleh dong biar aku tunjukin ke orang rumah bahwa aku Nemu bidadari dari Narathiwat, di tanah haram, he he". Dia pun mau menunjukkan keseriusannya.

__

Oriens Hotel Macca, 4 Juni 2026

Emak Emak Indonesia vs Bunda Nabi Ismail

 EMMAK EMMAK INDONESIA vs BUNDA NABI ISMAIL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas terik menyiksa saat Hajar harus melindungi anaknya, mencari air minum dari satu bukit ke bukit lainnya, di hamparan tanpa flora. Panas benar benar menyiksa sementara rengek si kecil kin menjadi. 7 kali beranjak demi si mungil anakanda tercinta. Panas menerka-nerka goda fatamorgana di atas dua bukit. Hanya dia dan anaknya. 


Lari lari kecilnya sang bunda menoreh nokta syariah dalam ibadah haji. Kini tak lagi berlarian di tengah terik, malam pun jadilah. Panas, gerah? Tidak karena sisi kanan kiri diblowing dengan angin dingin dari beberapa blower yang diaediakan.  Orang hanya berdoa memohon ampunan dan perlindungan. Bagi Mak emak Indonesia justru membuka hp lalu bertiktok ria sambil sapa-sapa koleganya. Bukan mengenang tapi Mecari senang begitulah Mak emak Indonesia.

__

Tanah Haram, 4 Juni 2026

Rabu, 03 Juni 2026

Perjalanan Panjang Semalam

 PERJALANAN PANJANG SEMALAM

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas salat ashar kami menghubungi bagian petugas transportasi untuk mencarikan armada yang bisa memuat 16 orang. Tak seberapa lama mobil Van pun datang yang dikemudikan driver Pakistan. Tawar menawar harga sudah lalu berangkatlah ke Masjid Sayyidah Aisyah di Tan im untuk melakukan miqad karena kami hendak berumroh, disamping misi lain yaitu membersamai Mbah Sunarmo yang belum menuntaskan hajinya tawaf Ifadah. Dua pemuda Ijat dan Payouk  yang akan menjadi pendorong kursi roda embah Narmo, sementara yang lain akan menjadi pemeran pengganti jika mereka berdua kecapaian.

Ijat dan Payouk diarahkan ke mantiqah khusus disable sementara kami dilarang oleh polisi. Benar saja kami terpisah jauh bahkan hanya naik turuneskalator yang tak pasti tujuannya. Sampai Maghrib tiba kami belum melakukan tawaf, bahkan lagi lagi kami diarahkan ke gate 79 yang artinya ke lantai 2 menurut kami, tapi menurut polisi lantai 1. Yap, memang kami minta lantai 1 yang aku anggap di lantai Ka'bah. Ternyata di situ disebut ground. Ya kami salah minta akses jalan, itu pun berputar-putar karena banyak barrier yang belum dibuka selapas salat Maghrib. Mau gimana lagi, kami harus memulai tawaf di lantai atas yang putarannya lumayan jauh plus ramai pula, yang semestinya memang lebih longgar. Baru satu setengah putaran salah satu entrance sebelah barat dibuka ke lantai dasar karena hendak pelaksanaan salat isya. Dilalah saya bisa mendekati Ka'bah bahkan berada di sekitar setengah meter di Multazam. Salat isya kami terasa berbeda. Syahdu haru biru. Kupohonkan agar semua keluargaku ditakdirkan ke tanah suci itu. Isya usai rotasi tawaf bergerak kembali dan kelompok kami pecah karena gelombang orang kulit hitam datang. Via phone kami saling tanya posisi tapi sama sama tak tahu area. Akhirnya kami bergerak secara personal melanjutkan misi. Saling mencari saling bingung, akhirnya kami kembali ke hotel pukul sebelas malam. Dan kakiku mengeluh sakit kepala katanya wk wk.

___

Makkah, 3 Juni 2026

BILAN SOMALI GIRL

 BILAN SOMALI GIRL

Pak Tyqnue Azbynt

"Hey bapak Indonesia? Garuda di dadaku...", katanya sembari mengepalkan tangannya. "Kok bisa bahasa Indonesia", tanyaku penasaran. Dari penjelasannya baru tahu kalau Orang Somalia banyak bisa Bahasa Indonesia karena diajari bapak-bapak tentara Indonesia yang mengemban misi perdamaian PBB. Saking penasarannya aku lanjut berbahasa Indonesia dan anehnya dia masih sanggup melayani. "Indonesia hebat, Indonesia saudara Afrika", lanjutnya meyakinkan.


"Namaku Bilan seorang guru di Elementary school, masih single dan imut".katanya sambil senyum. "Well well, aku tidak single aku punya istri..he he", paparku. "Owh laki boleh more wife, two until four", jelasnya, bahkan di Afrika itu kalau monogami dianggap aib oleh masyarakat. Berbagi suami sudah menjadi tradisi. Somalia di kawasan utara lebih aman dari friksi peperangan. Dan dia merupakan warga bagian sana. "Bukankah, warga Somalia sering merompak kapal di teluk Aden, wih itu mengerikan", candaku. Namun penjelasannya membuat aku maklum. Negera Somalia tak punya angkatan laut, lautnya panjang, sementara laut mereka dijadikan bancakan kapal-kapal besar internasional, dan membuat nelayan miskin, tidak hanya itu limbah berbahaya juga dibuang di laut Somalia. Jelasnya panjang lebar yang sesekali pakai English walaupun sebenarnya dia justru lebih suka pakai bahasa Perancis, yaa akunya yang gak bisa. " Aku belum pernah berencana beristri lebih dari satu, wah bisa diusir dari rumah aku selepas haji ini". "Coba saja, kita boleh coba toh, aku satu keluarga tujuh orang berhaji, and so kita bisa nikah di tanah haram. Kami cinta bapak Indonesia, kan anak kita bisa Indonesia-Somali", katanya yakin sekali. "Kalau aku menolak?" "Tak apa tapi kami rompak biar jadi suami aku". Duh kok bisa sejauh ini sih, pikirku. Nikah itu bukan main-main kan, masa mau menikah di Mekkah. Ah ini tidak bisa jelasku. "Tidak apa apa toh, nikah bentar aja setelah itu pulang ke negara sendiri sendiri". "Yaaa masa nikah langsung pulang, gimana sih?", sambungku. "Bukan begitu, kita bulan madu dulu, kalau sudah tiba saat pulang, ya kita pulang". "Ah berarti aku hanya menikmati cinta sesaat dong". "Tidak apa kita bisa saling jumpa di sini dengan umrah tiap tahun", jelasnya. "Duh gimana sih kok bisa belibet gini, jujur aku juga suka gaya kamu lho, tapi aku menghianati istri di rumah ". "Tidak apa jangan so bilang bilang, waktu aku masih satu bulan di sini". "Ah aku kan kurang 2 Minggu". "Kan sudah tawaf Ifadah, and so kita bole bersenang senang". Aduh maaaak, cobaan apa lagi ini, aku jadi ingat ungkapan Bahasa Madura, "Ekabin Enger edinah niser" (dikawin gaduh ditinggal kasihan). 

____

Tanah Haram, 3 Juni 2026


Gimana ne pembaca, nikah pa gak? Keknya coklat bronis manis menggoda Yach?

Selasa, 02 Juni 2026

Gulzar Tursun

 GULZAR TURSUN

Pak Tyqnue Azbynt 



Batuk yang menyiksa menjadi perhatian beberapa orang di sekitarku. Ya rada malu rada mangkel juga dengan ini tenggorokan. Batukku semakin menglimaks saja padahal jam jam seperempat malam di pelataran Masjid Haram  mestinya menjadi perenungan diri dalam munajat penuh kekhusyukan. 


Mau minum air zamzam, yang aku punya teramat dingin, yang mungkin saja memperparah batukku. Akhirnya terpaksa meminta teh hangat yang dibawa seorang cewek dengan keluarganya. Etken Chay teh susu asin yang dicampur mentega  terasa banget di leherku. Walaupun bicara melalui google translate kami pun lancar saling berkoneksi. Namaku Gulzar Tursun begitu ia mengenalkan diri. Kulihat Doppa-nya warna warni mengingatkanku dengan saudara dari Dayak Kalimantan. Mereka yang keluarga suku Uighur justru lebih kentara Turkinya tenimbang Chinanya. Actually keanggunan mereka memang luar biasa perpaduan Eropa dan Asia, yassalam indah kali apalagi kami sama sama muslim. Alamaaaaak tersandera rasanya hatiku. 


Selepas salat subuh kami masih melanjutkan perbincangan di tempat itu. Sembari menunggu mentari mengumbar senyum mereka mengeluarkan beberapa jenis makanan dari tas gendongnya. Gosh Nan,  Girde Nan,  xurpa,  manta dan kawap. Tapi dari beberapa jenis yang ditawarkan itu aku lebih memilih Samsa pastri panggang isi daging domba cincang, bawang, dan lemak domba. Kulitnya renyah sedangkan dalemnya juicy. Bentuknya segitiga yang menarik selera. Enak banget karena yang menyajikan cewek cantik begini. Tahi kucing pun akan rasa coklat kalau yang nemenin seperti Gulzar ini. Aduh Mak rontok hatiku dah. Mengakhiri perjamuan itu kukasih syal rajut warna hijau bertuliskan KBIHU Muslimat NU, sedang aku diberikannya Doppa songkok warna-warni pakaian khas suku Uighur.  Gulzar kutitipkan nama di bilik hatimu. Preet! Eh ini sungguhan lho. Gulzar Tursun kau membuat aku gila di tanah suci ini. 

__

Tanah Haram, 2 Juni 2026

Saat Otak Ketinggalan di Rumah

 SAAT OTAK KETINGGALAN DI RUMAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas 40° up menjadi habitual.baru bagi tubuh orang orang asia tenggara, semprot wajah, minum banyak, membasahi baju, bertudung kanibo, marak dimana-mana pas lagi musim haji di musim panas. Lomba batuk, suara parau, bibir pecah-pecah de es be, sudah menjadi biasa, dan itu menjadi penambah kekuatan batin kita tuk menghamba. 


Arafah menjadi mintaqah/zona penguras air mata. Mengadukan semua pinta, keluhkan semua salah hilaf, pohonkan ampunan diri, keluarga dan semua orang-orang diantara kita. Di tengah keruntuhan hati yang mendalam nun dari jauh banyak sanak kadang yang telepon merengek-rengek agar dipohonkan doa atas kesalahannya, minta didoakan hajatnya dan tetebengek lainnya. Di titik itulah hati dan otakku acakadut. Lalu merasakan aku bukan siapa-siapa. Manjadi debu diantara  milyaran debu yang diterbangkan angin mengikuti takdir Nya. Ya Allah ya Rabb jangan biarkan hamba dan keluarga, sahabat dan tetangga serta orang-orang tuanya hingga Nabi Adam tanpa ampunan Mu, jangan biarkan anak-anak cucu hingga cucu terakhir tanpa petunjuk Mu. 

____

Panas pol, 2 Juni 2026

SELEPAS TAWAF IFADAH

 SELEPAS TAWAF IFADAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi pagi sewaktu Dhuha tetiba lounge mendadak dramatis karena kedatangan Wan Aizara cewek cantik Slangor Malaysia yang jauh jauh dari hotel Prestige Al Mashayer datang ke hotel Oriens bersama 2 lelaki menemui Haji Umar Faruq atau biasa disebut Aa' Payouk. Pasal mereka mendatangi lounge hotel itu gegara janji mereka untuk saling ta aruf saat usai salat subuh di dekat WC 9 masjid Haram dimana area itu bisa memungkinkan bisa berdekatan jamaah laki dan perempuan walaupun dibatasi hajiz atau barrier plastik. Mungkin getar asmara kedua lajang yang masih sangat belia itulah yang menautkan hati mereka. Datuk Ahmad dan anaknya Abdallah serta Wan Aizara sengaja mengukuhkan tautan cinta kedua sejoli itu. 


Wah jadi bahan cerita deh moment asmara itu. Melalui mas Agus ketua kloter dan ust. Zacky sebagai wali dadakan aa' Payouk kisah cinta itu bertemalikan restu keluarga Datuk Ahmad. "Ne macam Mane pak cik, Mereke bedue ne dah saling kenal, aga tak kenape-nape besok lepas urusan ugame, kite mesti pastikan ne Janji Klian bedue, iye tak?. Gini awak nak Payouk suke tak pade Aizara, bile tak katakan saja, bile iye, awak mesti janji setie. Ye tak?  Kite ne bangse bebudaye berugame, and so hari ne awak mesti hitbah dulu Aizara, and saye kasih restu majlis akad agar bile bile tak buat silap urusan cinte. Kalo dah ade ijab restu, boleh lah awak bepegang tangan besilih silang jari pun boleh lah." jelas Datuk Ahmad pada kami. "Bagaimana mas Faruq?" Tanya Mas Agus, sementara dia hanya mengangguk-angguk sembari Melik Wan Aizara. "Nah kalau macam tuh mari kite berkongsi majlis nikah secare ugame and besok-besok lepas kite rayekan majlis akad dan kenduri kahwin secare meriah, ye tak?" Dalam budaya yang hampir sama itulah prosesi akad hitbah berlangsung di Lounge hotel Oriens. 


Dalam drama cinta yang mengundang atensi publik hotel itu, si cowok tak tanggung-tanggung menunjukkan keseriusannya pada orang yang berada di lounge. Dia berikan cincin "ring finger platina" yang dipilihnya di  Souq ak Zahir dekat Haram. " Boleh enggak saya pegang tangan wan Aizara?" Tanya Payouk ragu. "Bolle laah sile saje, kecup kening juge takpe kan telah Ade majlis kahwin ( akad nikah) waktu lepas", jelas Abdallah kakak si Aizara. 


Gemetar tangan aa' Payouk saat menggamit tangan bidadarinya. Kecup punggung tangan lanjut ke cium kening. "We Wee ulang dulu", kata seorang yang buru-buru mengambil HP tuk merekamnya. Bagi mereka mengulangi itu adalah advantage besar sedang bagi kami-kami hanya gigit jari kangen cumbu yang tertahan.

____

Oriens Hotel 7th floor, 2 Juni 2026

Senin, 01 Juni 2026

Janji Merpati

 JANJI MERPATI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Merpati menjadi mahluk yang fenomenal di dunia ini, ia tak hanya hidup di masyarakat rural saja bahkan sampai ke wilayah-wilayah megapolis dunia. Ia dilambangkan sebagai simbol perdamaian, kesetiaan, dan sebagainya. Tak heran kalau pernak pernik acara pernikahan selalu muncul gambar merpati. Lalu bagaimana bagi seorang bapak-bapak yang datang dari jauh Plosok di Indonesia ke tanah Arab dengan membawa jagung, beras merah dan sebagainya untuk memberi makan merpati. Apakah ada tuntunannya? 


Seorang bapak yang sambil mengisap rokoknya dalam-dalam masih saja sibuk memberi makan merpati di pelataran King Fahd Hospital mosque. Saat kutanya jawabnya sederhana, "merpati pernah menyelamatkan rasulullah dari mata-mata Quraisy di Gua Tsur" jawabnya antusias. Yaa yaaa ada benarnya juga sih.

"Kalau saya langsung tak ajak bicara, "he Dereh engkok makannah been, budu en been dhinah makle tang anak potoh entar ke deennak  duwein kok yeh! (hai burung aku kasih makan engkau, kalau anak-anakmu biar nanti saja kalau anakku ditakdirkan kesini, doakan aku yaa!)

___

Oriens Hotel, 1 Juni 2026

Ekspansi

 EKSPANSI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Melewati lorong menuju Mina tak mesti orang berhaji itu serba putih tapi justru baju batik dan sarung Nusantara turut memberi warna. Dari sana jelaslah batik itu milik Indonesia buktinya saudara-saudara kita dari Malaysia tak ada yang mengenakannya. Selama ini kita tahu saling klaim antara kedua bangsa itu. Walaupun PBB mengakui sebagai milik Indonesia tapi mereka juga mengklaim bahwa batik milik Nusantara berarti Malaysia juga dong. Kan Nusantara meliputi kawasan Asia tenggara.  But actually Batik is Indonesia.


Rapalan dedoa yang diucapkan mengiringi derap langkah kaki yang berjuang tanpa lelah. Tapi kearifan- kearifan masyarakat Indonesia masih aja dibuktikan di sana. Mulai dari dedoa dengan bahasa daerah sampai ke candaan santai saling menanyakan istilah yang sama dalam bahas berbeda. Dan yang istimewa justru dari situlah polisi-polisi dan Askar di Tanah Haram itu mengenali." Antum andanusy?" "Yaa Indonesia" jawab kami serempak. Lalu "Ajiiiib Indonesia is good", jawab salah seorang polisi yang sedang menjaga di sebuah area  dekat terowongan Mina. Tidak hanya itu, Mak emak Indonesia disamping heboh selfi-selfi tapi masih sempat memberikan sedekah uang tuk para penjaga kebersihan yang kebanyakan orang Bangladesh itu. 


Saat terjadi transaksi jual.beli para pedagang di sana justru tak mempermasalahkan soal uang pembayarannya. "Real boleh uang Jokowi boleh uang Prabowo boleh", kata mereka. Anehnya ini tak berlaku untuk uang lain, sehingga wajar kalau salah seorang jamaah asal Malaysia bertanya "Ringgit Malaysia boleh tak?" Sambil menunjukkan lembaran ringgitnya. "Jokowi boleh, Jokowi saja". Walhasil wan Malaysia itu heran sambil mengangkat tangan dan bahunya. Bahkan di sebuah kedai kebab milik orang Turki juga komentar "Indonesia? Haa Indomi Indomi enak" katanya.  Moga ekspansi budaya ini menjadi kebaikan walaupun ada juga habitual kurang elok yang dipertontonkan bapak-bapak Indonesia. Apa itu "no rokok is no laki, masa mau nginang? Kek laki-laki Prindapan saja" imbuh bapak bapak Indo.

____

Makkah, 1 Juni 2026

3 HARI MENJELANG PULANG

 3 HARI MENJELANG PULANG  Pak Tyqnue Azbynt  Kerinduan tanah air bersitegang dengan keasyik-masyukan tanah suci. Di satu sisi kenikmatan be...