Total Tayangan Halaman

Kamis, 04 Juni 2026

WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL

 WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas subuh para perokok sudah berderet di bantaran pot bunga demi melambungkan asap kenikmatannya, sementara ibu-ibu Indonesia sibuk membeli gorengan ala Indonesia atau sekedar bakso tuk menghangatkan suasana pagi. Aku yang tidak merokok justru penasaran pada jualan jajanan Indonesia itu. "Bak tahu berontak 3 saja". "Oh ya, ini tak kasih lombok biar tambah Joss", begitu jawabnya. 


Mbak atau ibu penjual itu fasih sekali berbahasa Indonesia. Dugaanku dia adalah BMI yang kerja di sini tapi nyambi jualan selepas subuh. "Bu apa mbak ne aku sebutnya, sudah lama di sini?". "4 tahun. 2 bulan 10 hari", jawabnya lengkap. "Wih lengkap kali ". " Lha iya lah mas, kan selalu aku hitung yang melatar belakangi aku di sini". Dari penjelasannya aku baru sadar kalau dia bukan orang Indonesia. Dia orang Thailand yang gagal mendapat PhD nya di NYCU Taiwan gara-gara cowok Indonesia yang memacarinya. Demi tak mengecewakan orang tuanya di Narathiwat sana ia harus pindah kuliah di sini tepatnya Partial Scholarship di Umm Al Qura University dengn menuntaskan diploma bahasa Arab dulu selama 2 tahun. Karena bukan beasiswa penuh tak ada uang asrama, karena itu saya harus jualan gini, jelasnya fasih sekali. "Yassalam orang Thay rasa Indonesia neh". "Gimana gak fasih mas lah wong aku dulu sempat mau jadi orang Indo, tapi sekarang aku lihat orang Indonesia dah gak ngeh blas", imbuhnya dengan nada kecewa. "Ah jangan gitu lah bak apa Bu nee aku sebut, Jangan-jangan aku bisa dijadikan tumbal tuk cinta pertama yang gagal. Aku mau kok", candaku karena dia sudah tak appresiatif terhadap cowok Indonesia. "Halah gombalnya orang indo ya gini ini". "Siapa tahu aku yang Jawa ini dapat Melayu Thailand, kan lumayan selepas haji aku lamar ke Narathiwat dan nikah di Indonesia, he he". "Gak ah, masnya gila kali, masa belum kenal banget dah gombal". "He he, kalau gitu kenalan aja boleh tak". "Oke boleh tapi bukan pacaran, namaku Wan Aisyah Siriporn binti Abdul Kadir ". " Gimana kalau Siripornnya diganti menjadi Wan Aisyah Sutikno, kan asyik ada Jawa ada Melayu Thailand karena anak anak kita biar tak membedan suku itu", sambungku nekat. "Huh, sebal, orang Indonesia suka ngeyel", katanya. Ya aku nekat karena ia tak mungkin dipacari aku, dan aku pun dalam misi ibadah haji, masa mau pacaran. "Kita bangsa Melayu Thailand tak boleh yang namanya pacaran, haram hukumnya". "Ya nikah nantinya , aku khitbah dulu selapas ne. By the way boleh gak buka noqabnya dulu biar lebih gimana gitu".Akhirnya setelah kubujuk dan ngeyel akhirnya dibuka juga. Ternyata wajah orientalnya manis kali. Pas dibuka langsung dah dig dug hatiku. "Ya Allah kenapa secantik ini kok disia-siakan ya", gumamku. Akhirnya aku nekat kartu nusuk kuberikan padanya agar memindai barcode dan mengenal jadi diriku. Demi dia aku berikan kartu nusuk karena haji sudah selesai dan tinggal Arbain di Madinah. Toh record barcode nya sudah ada di hp, kalau ditanya Polisi tinggal kasih recordnya dengan alasan hilang saat tawaf di Baitullah. Aman kan?. Justru karena kartu nusuk yang aku kasihkan dia malah percaya rayuanku. "Iya deh aku percaya tapi kartu ini jadi milik saya, kita jajaki dulu pertemanan ini sampai aku dapat gelar magister di sini. Lepas tu kita nikah, karena warga kampungku masih percaya kalau aku bertunangan dengan orang Indo yang mengkhianati aku dulu".  Ah kok justru semudah ini ya, apakah ini ujian beribadah atau gimana sih. Ujian ya ujian tapi kalau menikahi kan justru ibadah juga. Tahu ah bingung, tapi sumpah demi ayam geprek deh cewek Thay ini girly banget, yaa gak ngecewain kalau di bawa ke area publik. "Tapi niqab mesti buka dong, biar aku tunjukin cewekku imut, gitu dong". "Ah ya di sini gabole kan" . "Ya ya tapi  untuk foto bersama boleh dong biar aku tunjukin ke orang rumah bahwa aku Nemu bidadari dari Narathiwat, di tanah haram, he he". Dia pun mau menunjukkan keseriusannya.

__

Oriens Hotel Macca, 4 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sambal Belacan Lalap Mentimun

 SAMBAL BELACAN LALAP MENTIMUN  Pak Tyqnue Azbynt  Pagi 4 Juni 2026 pukul 6 WAS kamar kami masih acakadut bak kapal pecah. Ada yang leyeh le...