Total Tayangan Halaman

Sabtu, 06 Juni 2026

SAYUR BENING REMPAH KUNCI

 SAYUR BENING REMPAH KUNCI

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi selepas subuh, pintu kamar diketok 3x. Ah sial betul pagi-pagi dah mau namu, tahu masih mau bobo lagi pa, begitu pikirku. Kubuka dengan ogah-ogahan ternyata kang mas Haji Asy Ari, membawa sayur bening dan rempah pecel. "Biar tak kangen rasa Indonesia Mulu", katanya. Lepas itu beliau pamit dan aku bobo lagi. Belum lelap diketok lagi Haji Bustomi yang kamarnya  sendiri terkunci. Wah alamat gak khusyuk bobo pagi ne. Dan benar saja kami se kamar bangun semua.


Akhirnya aku dan salah seorang teman langsung menjamah sajian pagi tuk sarapan.  "Kok enak nya, apa resepnya?", katanya sambil menyeruput kuwah. Aku mengacuhkan saja karena kuanggap hanya basa basi belaka. "Mas, apa resepnya?", lanjutnya. "Itu kuncinya ada di kunci", celetuk teman yang lain. "Apaaa? Kok aneh sayur kok pakai kunci tak sekalian aja pakai obeng", jawabnya ketus.   "Ah itu karena ada kuncinya", sambut yang lain. "Busyet deh kalian" . Menghindari saling berbantah-bantahan dan marah kami semua diam, akhirnya kucari resep cara memasak sayur bening rempah kunci di media sosial. Aku kencangkan volume hp, barulah dia tahu kalau ada jenis ompon-ompon yang namanya kunci. 

____

Bilik hotel, 6 Juni 2026

Mr. Kazehaya Ren

 Mr.KAZEHAYA REN

Pak Tyqnue Azbynt 



Dari kejauhan tampak 3 orang sedang berjalang tergesa-gesa. Semuanya menggendong tas punggung bergambar bendera Jepang. Dari tasnya sudah yakin kalau dia muslim Nippon. Seorang lelaki dan dua wanita tampaknya ingin bersegera merapatkan barisan shaff salat, tapi sayangnya harus terpisah oleh barrier kelompok laki perempuan. 



Lelaki Jepang itu merapat ke shafku sementara yang perempuan ada di sisi kanan sekitar jarak 10 meter. Dia sangat dengan kedua wanita yang bersamanya. Tampak sesekali ia melongok ke arah deretan perempuan. Selesai salat kusapa dia, sekenanya, ,"Sorry, are you Japanese?" Dia menjawab sambil menunduk " Hai sou desu". Kemudian dia menepuk bahu saya agar membantu mencari kedua wanitanya."Tsuma to kodomo o sagasu no tetsudatte kudasai" setelah saya baca terjemahan di hp (tolong bantu saya mencari istri dan anak saya). Aku pun berlanjut  mencari keduanya. Yang menjadi kendala adalah mereka lupa bawa hp yang tertinggal di hotelnya. Akhirnya aku pinjam tas gendong yang ada gambar berdera Jepang, kuangkat dan kuacung-acungkan ke atas. Dan yes, Meraka berdua lari mendekati kami.

Sebelum berpisah dengan ketiga orang Jepang itu, kami sempat berbincang dengan bahasa translater walaupun agak lama ya nyambung juga. Dari ceritanya bahwa ia masuk Islam gegara sering bertemu dengan pekerja migran Indonesia di Jepang. Karena kehidupannya tampak tenang maka dia mencari tahu rahasianya. Ternyata salat, ya salat yang dilakukannya setiap hari. Mereka pun sekeluarga masuk Islam, saking ingin tahunya kiblat yang dia hadap saat salat, ia pun tunaikan haji. Dia bercerita sampai banjir air mata karena harunya. Mereka berjanji akan menghajikan 2 pekerja migran yang telah mengenalkannya pada agama Islam. 

____

Bet Al Haram, 6 Juni 2026

Jumat, 05 Juni 2026

Lelaki Uzbekh

 LELAKI UZBEKH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pengap senja masih saja menyisakan cerita siang yang menyiksa. Cuaca yang 40° up memaksa kami orang Asia tenggara harus sering-sering menyemprot wajah dengn zamzam, begitu pun dengan aku. Entah kenapa senja itu perasaanku ingin saja berbelanja pernak pernik keperluan wanita. Intinya aku tak tahan untuk shopping padahal uang Riyal yang kupunya sudah menipis, saran temanku tuk berhemat kutampik saja. Dan aku berangkat sendiri karena tokonya hanya di sebelah Hotel dan di sekitar itu banyak crew petugas PPIH, jadi aku anggap aman. Souq Aziziyah menjadi tempat memanjakan selera belanjaku, namun sayang ketidak pahamanku cara menawar menjadi kendala yang serius. Kupikir di situ bisa dengan bahasa Indonesia seperti tempat lain di pasar tradisional Arab. Aaah, moodku menjadi sedikit rusak. Wajah imutku menjadi tak elok lagi bila dipandang, ne terbukti saat aku swafoto wajahku kek cewek judes lagi kepedesan sambal. 


Dengan isyarat ada seorang lelaki mendekatiku seraya berbahasa Inggris sedikit sedikit. "Any help?, cay I help you?". "Oh yaa yaa", jawabku gelagapan. Kutunjuk saja abaya hitam yang mewah banget. Dia bantu menawarkan tapi harganya bikin dompetku jebol. 420 SAR ya 2 juta lebih. " No, no" hanya itu yang kubisa. "Do you like it?" Tanyanya. "Yes but I no money", jawabku sebisanya. Dia coba membujukku untuk membeli karena katanya cocok, dan aku katanya lebih cantik dengan isyarat dan English yang sama-sama kacau bahasanya denganku. Kemudian ia membawaku ke sudut lain dengan tawaran yang beda tapi sekali lagi mahal kali. "My name Zavar, I am Usbekh, and these are halal to you", katanya seraya menyerahkan dua abaya itu. "Oh ", jawabku kaget. "Yap halal to you, we are moslem ukhuwah Islamiah", lanjutnya yang membuatku yakin.  " But It's so expensive " kataku ragu, tapi dia maksa dan bayar ke kasir. Terpaksa deh aku julurkan tangan sembari mengenalkan nama, "Thanks, my name Annisa Hapsari, I am Indonesian", jawabku kegirangan. "Uzbekh love  Indonesia,  Zafar like Annisa", katanya seraya memberikan kartu nama dengan tulisan  Usbekh. Ga masalah tinggal pakai google cam kan langsung bisa diterjemahkan. Sekonyong konyong aku ambil parfum fifth eveneu kesukaanku di dompet aku semprotkan ke bajunya dan bajuku sebagai tanda kesamaan. Ga peduli ku dibilang genit, abisnya dia tampan juga sih, sopan, dan royal. "Don't remember Zavar ...", katanya. "Of course" jawabku sambil kulambaikan tangan saat keluar toko dan berpisah. Dia memandangiku sampai keseberang jalan. This is mine, gumamku.

___

Oriens hotel, 5 Juni 2026

Kamis, 04 Juni 2026

Sambal Belacan Lalap Mentimun

 SAMBAL BELACAN LALAP MENTIMUN 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi 4 Juni 2026 pukul 6 WAS kamar kami masih acakadut bak kapal pecah. Ada yang leyeh leyeh dijajah ngantuk ada yang meneduh kopi sementara aku bersiap untuk salat Dhuha.  Di sisi lain sarapan pagi sudah siap santap. 


Hendak menggelar sajadah masih ada teman yang sudah membuka ompreng tuk sarapan. Kuacuhkan saja karena tekatku adalah salat Dhuha n lanjut murajaah bentar. Eh dari luar muncul istri mas Gio sang ketua membawa sambal belacan plus lalap mentimun. Lah tergodalah rasaku terpaksa ikut duduk leseh sembari membuka ompreng nasi. Alhamdulillah kangen masakan rumah terobati juga namun sayangnya ..., sambal rasa Geliga pedasnya sejahat omongan tetangga yng nagih hutang. Oh lumayanlah pedasnya bisa ditawarin dikit oleh kerupuk upil yang renyah dan rasa Nusantara itu. 


Sarapan sudah, ngopi sudah, kok belum salat Dhuha? Yaa mana mungkin bersegera besty, lha wong tuntutan tuk merenung di WC sudah tiba. Perut brontak tak tahan rongrongan cabai Jawa.  And Finally no Dhuha no ngaji, demi melepas makanan malam yang sudah diserbu sarapan pagi dengan sambal belacan nan nikmat-nimat nakal dan garang.

___

Oriens 406,  4 Juni 2026

WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL

 WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas subuh para perokok sudah berderet di bantaran pot bunga demi melambungkan asap kenikmatannya, sementara ibu-ibu Indonesia sibuk membeli gorengan ala Indonesia atau sekedar bakso tuk menghangatkan suasana pagi. Aku yang tidak merokok justru penasaran pada jualan jajanan Indonesia itu. "Bak tahu berontak 3 saja". "Oh ya, ini tak kasih lombok biar tambah Joss", begitu jawabnya. 


Mbak atau ibu penjual itu fasih sekali berbahasa Indonesia. Dugaanku dia adalah BMI yang kerja di sini tapi nyambi jualan selepas subuh. "Bu apa mbak ne aku sebutnya, sudah lama di sini?". "4 tahun. 2 bulan 10 hari", jawabnya lengkap. "Wih lengkap kali ". " Lha iya lah mas, kan selalu aku hitung yang melatar belakangi aku di sini". Dari penjelasannya aku baru sadar kalau dia bukan orang Indonesia. Dia orang Thailand yang gagal mendapat PhD nya di NYCU Taiwan gara-gara cowok Indonesia yang memacarinya. Demi tak mengecewakan orang tuanya di Narathiwat sana ia harus pindah kuliah di sini tepatnya Partial Scholarship di Umm Al Qura University dengn menuntaskan diploma bahasa Arab dulu selama 2 tahun. Karena bukan beasiswa penuh tak ada uang asrama, karena itu saya harus jualan gini, jelasnya fasih sekali. "Yassalam orang Thay rasa Indonesia neh". "Gimana gak fasih mas lah wong aku dulu sempat mau jadi orang Indo, tapi sekarang aku lihat orang Indonesia dah gak ngeh blas", imbuhnya dengan nada kecewa. "Ah jangan gitu lah bak apa Bu nee aku sebut, Jangan-jangan aku bisa dijadikan tumbal tuk cinta pertama yang gagal. Aku mau kok", candaku karena dia sudah tak appresiatif terhadap cowok Indonesia. "Halah gombalnya orang indo ya gini ini". "Siapa tahu aku yang Jawa ini dapat Melayu Thailand, kan lumayan selepas haji aku lamar ke Narathiwat dan nikah di Indonesia, he he". "Gak ah, masnya gila kali, masa belum kenal banget dah gombal". "He he, kalau gitu kenalan aja boleh tak". "Oke boleh tapi bukan pacaran, namaku Wan Aisyah Siriporn binti Abdul Kadir ". " Gimana kalau Siripornnya diganti menjadi Wan Aisyah Sutikno, kan asyik ada Jawa ada Melayu Thailand karena anak anak kita biar tak membedan suku itu", sambungku nekat. "Huh, sebal, orang Indonesia suka ngeyel", katanya. Ya aku nekat karena ia tak mungkin dipacari aku, dan aku pun dalam misi ibadah haji, masa mau pacaran. "Kita bangsa Melayu Thailand tak boleh yang namanya pacaran, haram hukumnya". "Ya nikah nantinya , aku khitbah dulu selapas ne. By the way boleh gak buka noqabnya dulu biar lebih gimana gitu".Akhirnya setelah kubujuk dan ngeyel akhirnya dibuka juga. Ternyata wajah orientalnya manis kali. Pas dibuka langsung dah dig dug hatiku. "Ya Allah kenapa secantik ini kok disia-siakan ya", gumamku. Akhirnya aku nekat kartu nusuk kuberikan padanya agar memindai barcode dan mengenal jadi diriku. Demi dia aku berikan kartu nusuk karena haji sudah selesai dan tinggal Arbain di Madinah. Toh record barcode nya sudah ada di hp, kalau ditanya Polisi tinggal kasih recordnya dengan alasan hilang saat tawaf di Baitullah. Aman kan?. Justru karena kartu nusuk yang aku kasihkan dia malah percaya rayuanku. "Iya deh aku percaya tapi kartu ini jadi milik saya, kita jajaki dulu pertemanan ini sampai aku dapat gelar magister di sini. Lepas tu kita nikah, karena warga kampungku masih percaya kalau aku bertunangan dengan orang Indo yang mengkhianati aku dulu".  Ah kok justru semudah ini ya, apakah ini ujian beribadah atau gimana sih. Ujian ya ujian tapi kalau menikahi kan justru ibadah juga. Tahu ah bingung, tapi sumpah demi ayam geprek deh cewek Thay ini girly banget, yaa gak ngecewain kalau di bawa ke area publik. "Tapi niqab mesti buka dong, biar aku tunjukin cewekku imut, gitu dong". "Ah ya di sini gabole kan" . "Ya ya tapi  untuk foto bersama boleh dong biar aku tunjukin ke orang rumah bahwa aku Nemu bidadari dari Narathiwat, di tanah haram, he he". Dia pun mau menunjukkan keseriusannya.

__

Oriens Hotel Macca, 4 Juni 2026

Emak Emak Indonesia vs Bunda Nabi Ismail

 EMMAK EMMAK INDONESIA vs BUNDA NABI ISMAIL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas terik menyiksa saat Hajar harus melindungi anaknya, mencari air minum dari satu bukit ke bukit lainnya, di hamparan tanpa flora. Panas benar benar menyiksa sementara rengek si kecil kin menjadi. 7 kali beranjak demi si mungil anakanda tercinta. Panas menerka-nerka goda fatamorgana di atas dua bukit. Hanya dia dan anaknya. 


Lari lari kecilnya sang bunda menoreh nokta syariah dalam ibadah haji. Kini tak lagi berlarian di tengah terik, malam pun jadilah. Panas, gerah? Tidak karena sisi kanan kiri diblowing dengan angin dingin dari beberapa blower yang diaediakan.  Orang hanya berdoa memohon ampunan dan perlindungan. Bagi Mak emak Indonesia justru membuka hp lalu bertiktok ria sambil sapa-sapa koleganya. Bukan mengenang tapi Mecari senang begitulah Mak emak Indonesia.

__

Tanah Haram, 4 Juni 2026

Rabu, 03 Juni 2026

Perjalanan Panjang Semalam

 PERJALANAN PANJANG SEMALAM

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas salat ashar kami menghubungi bagian petugas transportasi untuk mencarikan armada yang bisa memuat 16 orang. Tak seberapa lama mobil Van pun datang yang dikemudikan driver Pakistan. Tawar menawar harga sudah lalu berangkatlah ke Masjid Sayyidah Aisyah di Tan im untuk melakukan miqad karena kami hendak berumroh, disamping misi lain yaitu membersamai Mbah Sunarmo yang belum menuntaskan hajinya tawaf Ifadah. Dua pemuda Ijat dan Payouk  yang akan menjadi pendorong kursi roda embah Narmo, sementara yang lain akan menjadi pemeran pengganti jika mereka berdua kecapaian.

Ijat dan Payouk diarahkan ke mantiqah khusus disable sementara kami dilarang oleh polisi. Benar saja kami terpisah jauh bahkan hanya naik turuneskalator yang tak pasti tujuannya. Sampai Maghrib tiba kami belum melakukan tawaf, bahkan lagi lagi kami diarahkan ke gate 79 yang artinya ke lantai 2 menurut kami, tapi menurut polisi lantai 1. Yap, memang kami minta lantai 1 yang aku anggap di lantai Ka'bah. Ternyata di situ disebut ground. Ya kami salah minta akses jalan, itu pun berputar-putar karena banyak barrier yang belum dibuka selapas salat Maghrib. Mau gimana lagi, kami harus memulai tawaf di lantai atas yang putarannya lumayan jauh plus ramai pula, yang semestinya memang lebih longgar. Baru satu setengah putaran salah satu entrance sebelah barat dibuka ke lantai dasar karena hendak pelaksanaan salat isya. Dilalah saya bisa mendekati Ka'bah bahkan berada di sekitar setengah meter di Multazam. Salat isya kami terasa berbeda. Syahdu haru biru. Kupohonkan agar semua keluargaku ditakdirkan ke tanah suci itu. Isya usai rotasi tawaf bergerak kembali dan kelompok kami pecah karena gelombang orang kulit hitam datang. Via phone kami saling tanya posisi tapi sama sama tak tahu area. Akhirnya kami bergerak secara personal melanjutkan misi. Saling mencari saling bingung, akhirnya kami kembali ke hotel pukul sebelas malam. Dan kakiku mengeluh sakit kepala katanya wk wk.

___

Makkah, 3 Juni 2026

BILAN SOMALI GIRL

 BILAN SOMALI GIRL

Pak Tyqnue Azbynt

"Hey bapak Indonesia? Garuda di dadaku...", katanya sembari mengepalkan tangannya. "Kok bisa bahasa Indonesia", tanyaku penasaran. Dari penjelasannya baru tahu kalau Orang Somalia banyak bisa Bahasa Indonesia karena diajari bapak-bapak tentara Indonesia yang mengemban misi perdamaian PBB. Saking penasarannya aku lanjut berbahasa Indonesia dan anehnya dia masih sanggup melayani. "Indonesia hebat, Indonesia saudara Afrika", lanjutnya meyakinkan.


"Namaku Bilan seorang guru di Elementary school, masih single dan imut".katanya sambil senyum. "Well well, aku tidak single aku punya istri..he he", paparku. "Owh laki boleh more wife, two until four", jelasnya, bahkan di Afrika itu kalau monogami dianggap aib oleh masyarakat. Berbagi suami sudah menjadi tradisi. Somalia di kawasan utara lebih aman dari friksi peperangan. Dan dia merupakan warga bagian sana. "Bukankah, warga Somalia sering merompak kapal di teluk Aden, wih itu mengerikan", candaku. Namun penjelasannya membuat aku maklum. Negera Somalia tak punya angkatan laut, lautnya panjang, sementara laut mereka dijadikan bancakan kapal-kapal besar internasional, dan membuat nelayan miskin, tidak hanya itu limbah berbahaya juga dibuang di laut Somalia. Jelasnya panjang lebar yang sesekali pakai English walaupun sebenarnya dia justru lebih suka pakai bahasa Perancis, yaa akunya yang gak bisa. " Aku belum pernah berencana beristri lebih dari satu, wah bisa diusir dari rumah aku selepas haji ini". "Coba saja, kita boleh coba toh, aku satu keluarga tujuh orang berhaji, and so kita bisa nikah di tanah haram. Kami cinta bapak Indonesia, kan anak kita bisa Indonesia-Somali", katanya yakin sekali. "Kalau aku menolak?" "Tak apa tapi kami rompak biar jadi suami aku". Duh kok bisa sejauh ini sih, pikirku. Nikah itu bukan main-main kan, masa mau menikah di Mekkah. Ah ini tidak bisa jelasku. "Tidak apa apa toh, nikah bentar aja setelah itu pulang ke negara sendiri sendiri". "Yaaa masa nikah langsung pulang, gimana sih?", sambungku. "Bukan begitu, kita bulan madu dulu, kalau sudah tiba saat pulang, ya kita pulang". "Ah berarti aku hanya menikmati cinta sesaat dong". "Tidak apa kita bisa saling jumpa di sini dengan umrah tiap tahun", jelasnya. "Duh gimana sih kok bisa belibet gini, jujur aku juga suka gaya kamu lho, tapi aku menghianati istri di rumah ". "Tidak apa jangan so bilang bilang, waktu aku masih satu bulan di sini". "Ah aku kan kurang 2 Minggu". "Kan sudah tawaf Ifadah, and so kita bole bersenang senang". Aduh maaaak, cobaan apa lagi ini, aku jadi ingat ungkapan Bahasa Madura, "Ekabin Enger edinah niser" (dikawin gaduh ditinggal kasihan). 

____

Tanah Haram, 3 Juni 2026


Gimana ne pembaca, nikah pa gak? Keknya coklat bronis manis menggoda Yach?

Selasa, 02 Juni 2026

Gulzar Tursun

 GULZAR TURSUN

Pak Tyqnue Azbynt 



Batuk yang menyiksa menjadi perhatian beberapa orang di sekitarku. Ya rada malu rada mangkel juga dengan ini tenggorokan. Batukku semakin menglimaks saja padahal jam jam seperempat malam di pelataran Masjid Haram  mestinya menjadi perenungan diri dalam munajat penuh kekhusyukan. 


Mau minum air zamzam, yang aku punya teramat dingin, yang mungkin saja memperparah batukku. Akhirnya terpaksa meminta teh hangat yang dibawa seorang cewek dengan keluarganya. Etken Chay teh susu asin yang dicampur mentega  terasa banget di leherku. Walaupun bicara melalui google translate kami pun lancar saling berkoneksi. Namaku Gulzar Tursun begitu ia mengenalkan diri. Kulihat Doppa-nya warna warni mengingatkanku dengan saudara dari Dayak Kalimantan. Mereka yang keluarga suku Uighur justru lebih kentara Turkinya tenimbang Chinanya. Actually keanggunan mereka memang luar biasa perpaduan Eropa dan Asia, yassalam indah kali apalagi kami sama sama muslim. Alamaaaaak tersandera rasanya hatiku. 


Selepas salat subuh kami masih melanjutkan perbincangan di tempat itu. Sembari menunggu mentari mengumbar senyum mereka mengeluarkan beberapa jenis makanan dari tas gendongnya. Gosh Nan,  Girde Nan,  xurpa,  manta dan kawap. Tapi dari beberapa jenis yang ditawarkan itu aku lebih memilih Samsa pastri panggang isi daging domba cincang, bawang, dan lemak domba. Kulitnya renyah sedangkan dalemnya juicy. Bentuknya segitiga yang menarik selera. Enak banget karena yang menyajikan cewek cantik begini. Tahi kucing pun akan rasa coklat kalau yang nemenin seperti Gulzar ini. Aduh Mak rontok hatiku dah. Mengakhiri perjamuan itu kukasih syal rajut warna hijau bertuliskan KBIHU Muslimat NU, sedang aku diberikannya Doppa songkok warna-warni pakaian khas suku Uighur.  Gulzar kutitipkan nama di bilik hatimu. Preet! Eh ini sungguhan lho. Gulzar Tursun kau membuat aku gila di tanah suci ini. 

__

Tanah Haram, 2 Juni 2026

Saat Otak Ketinggalan di Rumah

 SAAT OTAK KETINGGALAN DI RUMAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas 40° up menjadi habitual.baru bagi tubuh orang orang asia tenggara, semprot wajah, minum banyak, membasahi baju, bertudung kanibo, marak dimana-mana pas lagi musim haji di musim panas. Lomba batuk, suara parau, bibir pecah-pecah de es be, sudah menjadi biasa, dan itu menjadi penambah kekuatan batin kita tuk menghamba. 


Arafah menjadi mintaqah/zona penguras air mata. Mengadukan semua pinta, keluhkan semua salah hilaf, pohonkan ampunan diri, keluarga dan semua orang-orang diantara kita. Di tengah keruntuhan hati yang mendalam nun dari jauh banyak sanak kadang yang telepon merengek-rengek agar dipohonkan doa atas kesalahannya, minta didoakan hajatnya dan tetebengek lainnya. Di titik itulah hati dan otakku acakadut. Lalu merasakan aku bukan siapa-siapa. Manjadi debu diantara  milyaran debu yang diterbangkan angin mengikuti takdir Nya. Ya Allah ya Rabb jangan biarkan hamba dan keluarga, sahabat dan tetangga serta orang-orang tuanya hingga Nabi Adam tanpa ampunan Mu, jangan biarkan anak-anak cucu hingga cucu terakhir tanpa petunjuk Mu. 

____

Panas pol, 2 Juni 2026

SAYUR BENING REMPAH KUNCI

 SAYUR BENING REMPAH KUNCI Pak Tyqnue Azbynt  Pagi selepas subuh, pintu kamar diketok 3x. Ah sial betul pagi-pagi dah mau namu, tahu masih m...