Mr. DJASMIN ADVICE
Pak Tyqnue Azbynt
24 Mei 2026 pukul 14.00 waktu SAR dispenser di beranda hotel lantai 7 mendadak ramai pengunjung tuk ambil air panas. Usut punya usut ternyata mereka hendak membuat mie gelas yang diberi petugas tuk persiapan armusna. What's? Kenapa kok buru-buru dimasak siang begini, kan belum ke Arofah? Rupanya sajian makan siang terlambat dan perut calon haji tak bisa kompromi dengan situasi itu. Ada yang bilang nyambung hidup, ada yang bilang re charge power perut dll lah.
Pak. Djasmi yang mantan tentara malah misam-misem seraya bercerita pengalaman lebih dari 7 tak makan nasi. "Saya selama di hutan saat perang, selama beberapa hari hanya makan daun yang biasa dimakan hewan herbivora, dan tak bertemu air selama 2 hari dan hanya mengambil air di batang-batang tumbuhan tuk menghindari kekeringan bibir dan dehidrasi berlebihan. Jadi, kalau seperti ini kita cukup makanan kecil aja asal ada yang menyapa perut, katanya. Kita disuruh jangan panik dan tak boleh mengumpat dan nyalahkan petugas, mereka hanyalah mahluk yang ditakdirkan menerlambatkan waktu makan siang. Dan kita sedang diuji sabar, mungkin karena selama beberapa hari makan enak belum disyukuri secara sungguh-sungguh, dan menganggap itu karena itu uang biaya haji, tambahnya. Allah SWT sedang mengingatkan kita jelang armusna.
Benar saja, dari situasi ini banyak yang sadar bahwa kita menganggap bahwa berhaji ini karena usaha atau effort kita, padahal kita dipanggil ke tanah suci untuk bertaubat, bukan membanggakan diri atas status sosial kita. "Perlu apa pak kita dapat gelar haji, suruh sabar dikit aja gak mau, malu lah kita sama malaikat yang mencatat amal kita", imbuhnya.
___
Oriens Hotel, 24 Mei 2026












