Total Tayangan Halaman

Kamis, 04 Juni 2026

Sambal Belacan Lalap Mentimun

 SAMBAL BELACAN LALAP MENTIMUN 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi 4 Juni 2026 pukul 6 WAS kamar kami masih acakadut bak kapal pecah. Ada yang leyeh leyeh dijajah ngantuk ada yang meneduh kopi sementara aku bersiap untuk salat Dhuha.  Di sisi lain sarapan pagi sudah siap santap. 


Hendak menggelar sajadah masih ada teman yang sudah membuka ompreng tuk sarapan. Kuacuhkan saja karena tekatku adalah salat Dhuha n lanjut murajaah bentar. Eh dari luar muncul istri mas Gio sang ketua membawa sambal belacan plus lalap mentimun. Lah tergodalah rasaku terpaksa ikut duduk leseh sembari membuka ompreng nasi. Alhamdulillah kangen masakan rumah terobati juga namun sayangnya ..., sambal rasa Geliga pedasnya sejahat omongan tetangga yng nagih hutang. Oh lumayanlah pedasnya bisa ditawarin dikit oleh kerupuk upil yang renyah dan rasa Nusantara itu. 


Sarapan sudah, ngopi sudah, kok belum salat Dhuha? Yaa mana mungkin bersegera besty, lha wong tuntutan tuk merenung di WC sudah tiba. Perut brontak tak tahan rongrongan cabai Jawa.  And Finally no Dhuha no ngaji, demi melepas makanan malam yang sudah diserbu sarapan pagi dengan sambal belacan nan nikmat-nimat nakal dan garang.

___

Oriens 406,  4 Juni 2026

WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL

 WANITA BERNIQAB DEPAN HOTEL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas subuh para perokok sudah berderet di bantaran pot bunga demi melambungkan asap kenikmatannya, sementara ibu-ibu Indonesia sibuk membeli gorengan ala Indonesia atau sekedar bakso tuk menghangatkan suasana pagi. Aku yang tidak merokok justru penasaran pada jualan jajanan Indonesia itu. "Bak tahu berontak 3 saja". "Oh ya, ini tak kasih lombok biar tambah Joss", begitu jawabnya. 


Mbak atau ibu penjual itu fasih sekali berbahasa Indonesia. Dugaanku dia adalah BMI yang kerja di sini tapi nyambi jualan selepas subuh. "Bu apa mbak ne aku sebutnya, sudah lama di sini?". "4 tahun. 2 bulan 10 hari", jawabnya lengkap. "Wih lengkap kali ". " Lha iya lah mas, kan selalu aku hitung yang melatar belakangi aku di sini". Dari penjelasannya aku baru sadar kalau dia bukan orang Indonesia. Dia orang Thailand yang gagal mendapat PhD nya di NYCU Taiwan gara-gara cowok Indonesia yang memacarinya. Demi tak mengecewakan orang tuanya di Narathiwat sana ia harus pindah kuliah di sini tepatnya Partial Scholarship di Umm Al Qura University dengn menuntaskan diploma bahasa Arab dulu selama 2 tahun. Karena bukan beasiswa penuh tak ada uang asrama, karena itu saya harus jualan gini, jelasnya fasih sekali. "Yassalam orang Thay rasa Indonesia neh". "Gimana gak fasih mas lah wong aku dulu sempat mau jadi orang Indo, tapi sekarang aku lihat orang Indonesia dah gak ngeh blas", imbuhnya dengan nada kecewa. "Ah jangan gitu lah bak apa Bu nee aku sebut, Jangan-jangan aku bisa dijadikan tumbal tuk cinta pertama yang gagal. Aku mau kok", candaku karena dia sudah tak appresiatif terhadap cowok Indonesia. "Halah gombalnya orang indo ya gini ini". "Siapa tahu aku yang Jawa ini dapat Melayu Thailand, kan lumayan selepas haji aku lamar ke Narathiwat dan nikah di Indonesia, he he". "Gak ah, masnya gila kali, masa belum kenal banget dah gombal". "He he, kalau gitu kenalan aja boleh tak". "Oke boleh tapi bukan pacaran, namaku Wan Aisyah Siriporn binti Abdul Kadir ". " Gimana kalau Siripornnya diganti menjadi Wan Aisyah Sutikno, kan asyik ada Jawa ada Melayu Thailand karena anak anak kita biar tak membedan suku itu", sambungku nekat. "Huh, sebal, orang Indonesia suka ngeyel", katanya. Ya aku nekat karena ia tak mungkin dipacari aku, dan aku pun dalam misi ibadah haji, masa mau pacaran. "Kita bangsa Melayu Thailand tak boleh yang namanya pacaran, haram hukumnya". "Ya nikah nantinya , aku khitbah dulu selapas ne. By the way boleh gak buka noqabnya dulu biar lebih gimana gitu".Akhirnya setelah kubujuk dan ngeyel akhirnya dibuka juga. Ternyata wajah orientalnya manis kali. Pas dibuka langsung dah dig dug hatiku. "Ya Allah kenapa secantik ini kok disia-siakan ya", gumamku. Akhirnya aku nekat kartu nusuk kuberikan padanya agar memindai barcode dan mengenal jadi diriku. Demi dia aku berikan kartu nusuk karena haji sudah selesai dan tinggal Arbain di Madinah. Toh record barcode nya sudah ada di hp, kalau ditanya Polisi tinggal kasih recordnya dengan alasan hilang saat tawaf di Baitullah. Aman kan?. Justru karena kartu nusuk yang aku kasihkan dia malah percaya rayuanku. "Iya deh aku percaya tapi kartu ini jadi milik saya, kita jajaki dulu pertemanan ini sampai aku dapat gelar magister di sini. Lepas tu kita nikah, karena warga kampungku masih percaya kalau aku bertunangan dengan orang Indo yang mengkhianati aku dulu".  Ah kok justru semudah ini ya, apakah ini ujian beribadah atau gimana sih. Ujian ya ujian tapi kalau menikahi kan justru ibadah juga. Tahu ah bingung, tapi sumpah demi ayam geprek deh cewek Thay ini girly banget, yaa gak ngecewain kalau di bawa ke area publik. "Tapi niqab mesti buka dong, biar aku tunjukin cewekku imut, gitu dong". "Ah ya di sini gabole kan" . "Ya ya tapi  untuk foto bersama boleh dong biar aku tunjukin ke orang rumah bahwa aku Nemu bidadari dari Narathiwat, di tanah haram, he he". Dia pun mau menunjukkan keseriusannya.

__

Oriens Hotel Macca, 4 Juni 2026

Emak Emak Indonesia vs Bunda Nabi Ismail

 EMMAK EMMAK INDONESIA vs BUNDA NABI ISMAIL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas terik menyiksa saat Hajar harus melindungi anaknya, mencari air minum dari satu bukit ke bukit lainnya, di hamparan tanpa flora. Panas benar benar menyiksa sementara rengek si kecil kin menjadi. 7 kali beranjak demi si mungil anakanda tercinta. Panas menerka-nerka goda fatamorgana di atas dua bukit. Hanya dia dan anaknya. 


Lari lari kecilnya sang bunda menoreh nokta syariah dalam ibadah haji. Kini tak lagi berlarian di tengah terik, malam pun jadilah. Panas, gerah? Tidak karena sisi kanan kiri diblowing dengan angin dingin dari beberapa blower yang diaediakan.  Orang hanya berdoa memohon ampunan dan perlindungan. Bagi Mak emak Indonesia justru membuka hp lalu bertiktok ria sambil sapa-sapa koleganya. Bukan mengenang tapi Mecari senang begitulah Mak emak Indonesia.

__

Tanah Haram, 4 Juni 2026

Rabu, 03 Juni 2026

Perjalanan Panjang Semalam

 PERJALANAN PANJANG SEMALAM

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas salat ashar kami menghubungi bagian petugas transportasi untuk mencarikan armada yang bisa memuat 16 orang. Tak seberapa lama mobil Van pun datang yang dikemudikan driver Pakistan. Tawar menawar harga sudah lalu berangkatlah ke Masjid Sayyidah Aisyah di Tan im untuk melakukan miqad karena kami hendak berumroh, disamping misi lain yaitu membersamai Mbah Sunarmo yang belum menuntaskan hajinya tawaf Ifadah. Dua pemuda Ijat dan Payouk  yang akan menjadi pendorong kursi roda embah Narmo, sementara yang lain akan menjadi pemeran pengganti jika mereka berdua kecapaian.

Ijat dan Payouk diarahkan ke mantiqah khusus disable sementara kami dilarang oleh polisi. Benar saja kami terpisah jauh bahkan hanya naik turuneskalator yang tak pasti tujuannya. Sampai Maghrib tiba kami belum melakukan tawaf, bahkan lagi lagi kami diarahkan ke gate 79 yang artinya ke lantai 2 menurut kami, tapi menurut polisi lantai 1. Yap, memang kami minta lantai 1 yang aku anggap di lantai Ka'bah. Ternyata di situ disebut ground. Ya kami salah minta akses jalan, itu pun berputar-putar karena banyak barrier yang belum dibuka selapas salat Maghrib. Mau gimana lagi, kami harus memulai tawaf di lantai atas yang putarannya lumayan jauh plus ramai pula, yang semestinya memang lebih longgar. Baru satu setengah putaran salah satu entrance sebelah barat dibuka ke lantai dasar karena hendak pelaksanaan salat isya. Dilalah saya bisa mendekati Ka'bah bahkan berada di sekitar setengah meter di Multazam. Salat isya kami terasa berbeda. Syahdu haru biru. Kupohonkan agar semua keluargaku ditakdirkan ke tanah suci itu. Isya usai rotasi tawaf bergerak kembali dan kelompok kami pecah karena gelombang orang kulit hitam datang. Via phone kami saling tanya posisi tapi sama sama tak tahu area. Akhirnya kami bergerak secara personal melanjutkan misi. Saling mencari saling bingung, akhirnya kami kembali ke hotel pukul sebelas malam. Dan kakiku mengeluh sakit kepala katanya wk wk.

___

Makkah, 3 Juni 2026

BILAN SOMALI GIRL

 BILAN SOMALI GIRL

Pak Tyqnue Azbynt

"Hey bapak Indonesia? Garuda di dadaku...", katanya sembari mengepalkan tangannya. "Kok bisa bahasa Indonesia", tanyaku penasaran. Dari penjelasannya baru tahu kalau Orang Somalia banyak bisa Bahasa Indonesia karena diajari bapak-bapak tentara Indonesia yang mengemban misi perdamaian PBB. Saking penasarannya aku lanjut berbahasa Indonesia dan anehnya dia masih sanggup melayani. "Indonesia hebat, Indonesia saudara Afrika", lanjutnya meyakinkan.


"Namaku Bilan seorang guru di Elementary school, masih single dan imut".katanya sambil senyum. "Well well, aku tidak single aku punya istri..he he", paparku. "Owh laki boleh more wife, two until four", jelasnya, bahkan di Afrika itu kalau monogami dianggap aib oleh masyarakat. Berbagi suami sudah menjadi tradisi. Somalia di kawasan utara lebih aman dari friksi peperangan. Dan dia merupakan warga bagian sana. "Bukankah, warga Somalia sering merompak kapal di teluk Aden, wih itu mengerikan", candaku. Namun penjelasannya membuat aku maklum. Negera Somalia tak punya angkatan laut, lautnya panjang, sementara laut mereka dijadikan bancakan kapal-kapal besar internasional, dan membuat nelayan miskin, tidak hanya itu limbah berbahaya juga dibuang di laut Somalia. Jelasnya panjang lebar yang sesekali pakai English walaupun sebenarnya dia justru lebih suka pakai bahasa Perancis, yaa akunya yang gak bisa. " Aku belum pernah berencana beristri lebih dari satu, wah bisa diusir dari rumah aku selepas haji ini". "Coba saja, kita boleh coba toh, aku satu keluarga tujuh orang berhaji, and so kita bisa nikah di tanah haram. Kami cinta bapak Indonesia, kan anak kita bisa Indonesia-Somali", katanya yakin sekali. "Kalau aku menolak?" "Tak apa tapi kami rompak biar jadi suami aku". Duh kok bisa sejauh ini sih, pikirku. Nikah itu bukan main-main kan, masa mau menikah di Mekkah. Ah ini tidak bisa jelasku. "Tidak apa apa toh, nikah bentar aja setelah itu pulang ke negara sendiri sendiri". "Yaaa masa nikah langsung pulang, gimana sih?", sambungku. "Bukan begitu, kita bulan madu dulu, kalau sudah tiba saat pulang, ya kita pulang". "Ah berarti aku hanya menikmati cinta sesaat dong". "Tidak apa kita bisa saling jumpa di sini dengan umrah tiap tahun", jelasnya. "Duh gimana sih kok bisa belibet gini, jujur aku juga suka gaya kamu lho, tapi aku menghianati istri di rumah ". "Tidak apa jangan so bilang bilang, waktu aku masih satu bulan di sini". "Ah aku kan kurang 2 Minggu". "Kan sudah tawaf Ifadah, and so kita bole bersenang senang". Aduh maaaak, cobaan apa lagi ini, aku jadi ingat ungkapan Bahasa Madura, "Ekabin Enger edinah niser" (dikawin gaduh ditinggal kasihan). 

____

Tanah Haram, 3 Juni 2026


Gimana ne pembaca, nikah pa gak? Keknya coklat bronis manis menggoda Yach?

Selasa, 02 Juni 2026

Gulzar Tursun

 GULZAR TURSUN

Pak Tyqnue Azbynt 



Batuk yang menyiksa menjadi perhatian beberapa orang di sekitarku. Ya rada malu rada mangkel juga dengan ini tenggorokan. Batukku semakin menglimaks saja padahal jam jam seperempat malam di pelataran Masjid Haram  mestinya menjadi perenungan diri dalam munajat penuh kekhusyukan. 


Mau minum air zamzam, yang aku punya teramat dingin, yang mungkin saja memperparah batukku. Akhirnya terpaksa meminta teh hangat yang dibawa seorang cewek dengan keluarganya. Etken Chay teh susu asin yang dicampur mentega  terasa banget di leherku. Walaupun bicara melalui google translate kami pun lancar saling berkoneksi. Namaku Gulzar Tursun begitu ia mengenalkan diri. Kulihat Doppa-nya warna warni mengingatkanku dengan saudara dari Dayak Kalimantan. Mereka yang keluarga suku Uighur justru lebih kentara Turkinya tenimbang Chinanya. Actually keanggunan mereka memang luar biasa perpaduan Eropa dan Asia, yassalam indah kali apalagi kami sama sama muslim. Alamaaaaak tersandera rasanya hatiku. 


Selepas salat subuh kami masih melanjutkan perbincangan di tempat itu. Sembari menunggu mentari mengumbar senyum mereka mengeluarkan beberapa jenis makanan dari tas gendongnya. Gosh Nan,  Girde Nan,  xurpa,  manta dan kawap. Tapi dari beberapa jenis yang ditawarkan itu aku lebih memilih Samsa pastri panggang isi daging domba cincang, bawang, dan lemak domba. Kulitnya renyah sedangkan dalemnya juicy. Bentuknya segitiga yang menarik selera. Enak banget karena yang menyajikan cewek cantik begini. Tahi kucing pun akan rasa coklat kalau yang nemenin seperti Gulzar ini. Aduh Mak rontok hatiku dah. Mengakhiri perjamuan itu kukasih syal rajut warna hijau bertuliskan KBIHU Muslimat NU, sedang aku diberikannya Doppa songkok warna-warni pakaian khas suku Uighur.  Gulzar kutitipkan nama di bilik hatimu. Preet! Eh ini sungguhan lho. Gulzar Tursun kau membuat aku gila di tanah suci ini. 

__

Tanah Haram, 2 Juni 2026

Saat Otak Ketinggalan di Rumah

 SAAT OTAK KETINGGALAN DI RUMAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Panas 40° up menjadi habitual.baru bagi tubuh orang orang asia tenggara, semprot wajah, minum banyak, membasahi baju, bertudung kanibo, marak dimana-mana pas lagi musim haji di musim panas. Lomba batuk, suara parau, bibir pecah-pecah de es be, sudah menjadi biasa, dan itu menjadi penambah kekuatan batin kita tuk menghamba. 


Arafah menjadi mintaqah/zona penguras air mata. Mengadukan semua pinta, keluhkan semua salah hilaf, pohonkan ampunan diri, keluarga dan semua orang-orang diantara kita. Di tengah keruntuhan hati yang mendalam nun dari jauh banyak sanak kadang yang telepon merengek-rengek agar dipohonkan doa atas kesalahannya, minta didoakan hajatnya dan tetebengek lainnya. Di titik itulah hati dan otakku acakadut. Lalu merasakan aku bukan siapa-siapa. Manjadi debu diantara  milyaran debu yang diterbangkan angin mengikuti takdir Nya. Ya Allah ya Rabb jangan biarkan hamba dan keluarga, sahabat dan tetangga serta orang-orang tuanya hingga Nabi Adam tanpa ampunan Mu, jangan biarkan anak-anak cucu hingga cucu terakhir tanpa petunjuk Mu. 

____

Panas pol, 2 Juni 2026

SELEPAS TAWAF IFADAH

 SELEPAS TAWAF IFADAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pagi pagi sewaktu Dhuha tetiba lounge mendadak dramatis karena kedatangan Wan Aizara cewek cantik Slangor Malaysia yang jauh jauh dari hotel Prestige Al Mashayer datang ke hotel Oriens bersama 2 lelaki menemui Haji Umar Faruq atau biasa disebut Aa' Payouk. Pasal mereka mendatangi lounge hotel itu gegara janji mereka untuk saling ta aruf saat usai salat subuh di dekat WC 9 masjid Haram dimana area itu bisa memungkinkan bisa berdekatan jamaah laki dan perempuan walaupun dibatasi hajiz atau barrier plastik. Mungkin getar asmara kedua lajang yang masih sangat belia itulah yang menautkan hati mereka. Datuk Ahmad dan anaknya Abdallah serta Wan Aizara sengaja mengukuhkan tautan cinta kedua sejoli itu. 


Wah jadi bahan cerita deh moment asmara itu. Melalui mas Agus ketua kloter dan ust. Zacky sebagai wali dadakan aa' Payouk kisah cinta itu bertemalikan restu keluarga Datuk Ahmad. "Ne macam Mane pak cik, Mereke bedue ne dah saling kenal, aga tak kenape-nape besok lepas urusan ugame, kite mesti pastikan ne Janji Klian bedue, iye tak?. Gini awak nak Payouk suke tak pade Aizara, bile tak katakan saja, bile iye, awak mesti janji setie. Ye tak?  Kite ne bangse bebudaye berugame, and so hari ne awak mesti hitbah dulu Aizara, and saye kasih restu majlis akad agar bile bile tak buat silap urusan cinte. Kalo dah ade ijab restu, boleh lah awak bepegang tangan besilih silang jari pun boleh lah." jelas Datuk Ahmad pada kami. "Bagaimana mas Faruq?" Tanya Mas Agus, sementara dia hanya mengangguk-angguk sembari Melik Wan Aizara. "Nah kalau macam tuh mari kite berkongsi majlis nikah secare ugame and besok-besok lepas kite rayekan majlis akad dan kenduri kahwin secare meriah, ye tak?" Dalam budaya yang hampir sama itulah prosesi akad hitbah berlangsung di Lounge hotel Oriens. 


Dalam drama cinta yang mengundang atensi publik hotel itu, si cowok tak tanggung-tanggung menunjukkan keseriusannya pada orang yang berada di lounge. Dia berikan cincin "ring finger platina" yang dipilihnya di  Souq ak Zahir dekat Haram. " Boleh enggak saya pegang tangan wan Aizara?" Tanya Payouk ragu. "Bolle laah sile saje, kecup kening juge takpe kan telah Ade majlis kahwin ( akad nikah) waktu lepas", jelas Abdallah kakak si Aizara. 


Gemetar tangan aa' Payouk saat menggamit tangan bidadarinya. Kecup punggung tangan lanjut ke cium kening. "We Wee ulang dulu", kata seorang yang buru-buru mengambil HP tuk merekamnya. Bagi mereka mengulangi itu adalah advantage besar sedang bagi kami-kami hanya gigit jari kangen cumbu yang tertahan.

____

Oriens Hotel 7th floor, 2 Juni 2026

Senin, 01 Juni 2026

Janji Merpati

 JANJI MERPATI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Merpati menjadi mahluk yang fenomenal di dunia ini, ia tak hanya hidup di masyarakat rural saja bahkan sampai ke wilayah-wilayah megapolis dunia. Ia dilambangkan sebagai simbol perdamaian, kesetiaan, dan sebagainya. Tak heran kalau pernak pernik acara pernikahan selalu muncul gambar merpati. Lalu bagaimana bagi seorang bapak-bapak yang datang dari jauh Plosok di Indonesia ke tanah Arab dengan membawa jagung, beras merah dan sebagainya untuk memberi makan merpati. Apakah ada tuntunannya? 


Seorang bapak yang sambil mengisap rokoknya dalam-dalam masih saja sibuk memberi makan merpati di pelataran King Fahd Hospital mosque. Saat kutanya jawabnya sederhana, "merpati pernah menyelamatkan rasulullah dari mata-mata Quraisy di Gua Tsur" jawabnya antusias. Yaa yaaa ada benarnya juga sih.

"Kalau saya langsung tak ajak bicara, "he Dereh engkok makannah been, budu en been dhinah makle tang anak potoh entar ke deennak  duwein kok yeh! (hai burung aku kasih makan engkau, kalau anak-anakmu biar nanti saja kalau anakku ditakdirkan kesini, doakan aku yaa!)

___

Oriens Hotel, 1 Juni 2026

Ekspansi

 EKSPANSI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Melewati lorong menuju Mina tak mesti orang berhaji itu serba putih tapi justru baju batik dan sarung Nusantara turut memberi warna. Dari sana jelaslah batik itu milik Indonesia buktinya saudara-saudara kita dari Malaysia tak ada yang mengenakannya. Selama ini kita tahu saling klaim antara kedua bangsa itu. Walaupun PBB mengakui sebagai milik Indonesia tapi mereka juga mengklaim bahwa batik milik Nusantara berarti Malaysia juga dong. Kan Nusantara meliputi kawasan Asia tenggara.  But actually Batik is Indonesia.


Rapalan dedoa yang diucapkan mengiringi derap langkah kaki yang berjuang tanpa lelah. Tapi kearifan- kearifan masyarakat Indonesia masih aja dibuktikan di sana. Mulai dari dedoa dengan bahasa daerah sampai ke candaan santai saling menanyakan istilah yang sama dalam bahas berbeda. Dan yang istimewa justru dari situlah polisi-polisi dan Askar di Tanah Haram itu mengenali." Antum andanusy?" "Yaa Indonesia" jawab kami serempak. Lalu "Ajiiiib Indonesia is good", jawab salah seorang polisi yang sedang menjaga di sebuah area  dekat terowongan Mina. Tidak hanya itu, Mak emak Indonesia disamping heboh selfi-selfi tapi masih sempat memberikan sedekah uang tuk para penjaga kebersihan yang kebanyakan orang Bangladesh itu. 


Saat terjadi transaksi jual.beli para pedagang di sana justru tak mempermasalahkan soal uang pembayarannya. "Real boleh uang Jokowi boleh uang Prabowo boleh", kata mereka. Anehnya ini tak berlaku untuk uang lain, sehingga wajar kalau salah seorang jamaah asal Malaysia bertanya "Ringgit Malaysia boleh tak?" Sambil menunjukkan lembaran ringgitnya. "Jokowi boleh, Jokowi saja". Walhasil wan Malaysia itu heran sambil mengangkat tangan dan bahunya. Bahkan di sebuah kedai kebab milik orang Turki juga komentar "Indonesia? Haa Indomi Indomi enak" katanya.  Moga ekspansi budaya ini menjadi kebaikan walaupun ada juga habitual kurang elok yang dipertontonkan bapak-bapak Indonesia. Apa itu "no rokok is no laki, masa mau nginang? Kek laki-laki Prindapan saja" imbuh bapak bapak Indo.

____

Makkah, 1 Juni 2026

Sambal Belacan Lalap Mentimun

 SAMBAL BELACAN LALAP MENTIMUN  Pak Tyqnue Azbynt  Pagi 4 Juni 2026 pukul 6 WAS kamar kami masih acakadut bak kapal pecah. Ada yang leyeh le...