Total Tayangan Halaman

Senin, 27 Juli 2026

ORIENS HOTEL

 ORIENS HOTEL 

Pak Tyqnue Azbynt 



Pertengahan Mei 2026  menjadi notulensi terindah dalam perjalanan hidup kami jamaah haji kloter 87. Dari beberapa KBIHU kami ramu jadi satu baik dari Bondowoso dan sebagian dari kota sebelah, Situbondo. Mungkin semua jiwa yang sedang bersamaku merasakan momen terindah itu. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah suci, Kota kelahiran Nabi Saw. Sumpah demi apa pun cuaca panas yang memuncak hingga47° kami abaikan belaka karena kami datang dengan perasaan penuh cinta, haru biru dalam kesukaan yang sulit kami gambarkan. 



Di Bandara internasional King Abdulaziz Jeddah (JED) 19 km dari Mekkah. Dengan terminal modernnya kami menuju hotel Oriens dengan menumpangi bus SAPTCO yang didriveri oleh mamang Pakistan yang tampan tapi agak pelit senyum itu. It's no problem yang penting kami bisa rehat di hotel setelah sekitar 12 jam-an kami di dalam Saudia flight. Kaki pegal, bokong stress dan sebagainya, apalagi masih mengenakan kain ihram yang harus menjauhi pantangan pantangan tertentu.  




Oriens Hotel menguakkan main entrance-nya dengan disambut para petugas sembari menunjukkan kamar kami masing-masing. Dengan segera para jamaah menuju kamar masing-masing dengan alasan-alasan yang privasi. Hasrat pipis, ingin rebahan dan sebagainnya. 


Sujud syukur di kamar hotel atas keselamatan kami, tak terasa menetes air mata haru dan bahagia. Demi tahu banyak hal, tak seberapa lama di sore itu aku turun ke lantai receptionis tuk sekedar tanya-tanya walaupun English-ku tak seberapa bagus. Mbak-mbak Arab dengan abaya merah moroonnya melayaniku sekenanya saja. Saya masih memaksa bertanya walaupun dia sedikit enggan menanggapiku, ya maklum bukan mahram, he he. Beruntunglah ada cewek Algeria yang sempat singgah di beranda sisi sebelah reception room. Dia lebih care dan justru saling berbagi informasi tentang budaya dan negara kami masing-masing. Rupa-rupa dia sedang menemui seorang staff yang bertugas sebagai pemberi arahan transportasi di hotel itu. Tepatnya petugas haji bagian info transportasi yang kebetulan seorang mahasiswa di Universitas Aleppo (Jamiah Hallaba) yang sedang ambil studi S2 syariah. Orang Jawa Tengah ini menyempatkan diri sebagai petugas haji demi cuan tuk bayar kebutuhan kuliah yang perbulannya di atas 5 juta rupiah. Ayesha yang kebetulan sedang berbicara denganku menjadi teman dekat sang mahasiswa. "He is my best friend only no more", katanya hendak meyakinkanku. "As best friend as boy friend no problem..", sambungku. Tetapi dia bersikukuh bahwa hanya sebagai teman baiknya dalam penyelesaian disertasinya yang kebetulan meneliti tentang Islam Nusantara. Entahlah, kebetulan atau apalah,  saat kutunjukkan tulisan-tulisanku di blogg yang banyak menyasar dan mengupas tentang Islam dan budaya di Indonesia, dia begitu tertariknya. Momen inilah yang menjadikan kami saling berbagi cerita via Instagram di sela kesibukan kami masing-masing. Momen ini indah tapi sekaligus menjadi godaan terberat bagiku dalam menjalankan ibadah, karena kami sering bersemuka Maya via Instagram. Bagaimana tidak hatiku tergoda, dengan cewek cantik tinggi semampai yang open minded, akrab dan selalu ramah denganku. Hingga kini sampai aku pulang haji masih sering sua Maya dengannya via Ome Tv internasional ataupun dengan Instagram. " Jaga diri, jaga kecantikanmu, agar aku tetap bisa memandangmu walaupun lewat Maya" begitu yang kuucapkan saat menutup pembicaraan. Rupanya dia cari google translate dan berkata, "ah kamu ada aja, nakalmu menggoda", katanya dengan logat yang kaku.

____

Bondowoso, 27 Juli 2026


AUGUST 17th

 AUGUST 17th

Pak Tyqnue Azbynt 



Senin pagi menjelang HUT RI ke 81 hilir mudik kendaraan mulai ramai yang seperti biasanya. Di jalanan pernak pernik Agustusan menyemangati warga tuk mengikuti ritual khidmat kenegaraan, begitu pun kami warga kampus. Bagiku ini sudah menjadi ritual negara tiap tahun namun kali ini menjadi beda karena salah seorang wali mahasiswa beberapa pekan sebelumnya telah menghubungiku tuk berikan kejutan ulang tahun untuk anaknya. Entahlah. Aku hanya mengikuti alurnya saja, dan kukira semacam kejutan receh, lebay ala Mak emak plus 62. 



Semula aku sedikit mengabaikannya karena kami harus merapat ke halaman kampus bersama para warga kampus lainnya, namun pesan pagi yang masuk via WhatsApp menjadikan sedikit atensi otakku. Ya bagaimana tidak, seorang ibu yang hendak memberikan kejutan pada putrinya yang lagi ulang tahun bersamaan dengan ulang tahun negara tercinta ini. Aku tahu bagaimana cintanya sang bunda pada anak yang hidup di asrama dan harus bersusah payah membiayai pendidikannya. Bagiku sih itu wajar-wajar saja, seperti ibu-ibu lainnya. Namun kepercayaannya padaku tuk ikutan menskenario kejutan buat anaknya sedikit aneh. Ya aku memaklumi karena begitulah ala Mak emak plus 62. 







Pagi Senin itu masih berkabut karena kemarau masih berlangsung. Cuaca memang terasa sangat dingin di kota tape yang berada di 78-2.300 MDPL ini terasa sekali dinginnya. Tetiba saja darahku terasa mengalirkan energi yang menghangatkan kala seorang ibu yang masih belia menelpon tepat di belakangku. "Oh ibunya Vicka?", begitu sambutku sembari menoleh kearahnya karena antara suara di hp dan suara langsung di belakangku juga terdengar. Alamak balutan gamis birunya plus senyum manis itu mengagetkan sukmaku. Wih cantik pula , benakku. Kujabat saja tangannya tanpa ragu.  Dari tuturannya aku tahu kalau dia single parent makanya sangat protektif pada anaknya. Aku terhanyut dari keluhan-keluhannya dan tanpa sengaja kutepuk tepuk bahunya tuk menguatkan mentalnya. Dilalah tanganku diraih sembari diusapkan pada air mata yang meluncur jatuh di pipinya. Saya yakin dia hanya terbawa oleh keresahan hatinya, tapi bagiku ini justru kejutan pada perasaanku. Betapa tidak, seorang wanita cantik yang kenalnya hanya melalui hp yang diberikan anaknya justru menjadikan kami seperti begitu akrab saat itu. Dan entahlah, aku tanpa sadar menariknya sembari merangkul memberikan kehangatan kasih sayang yang menyemangati ibu anakku. Beruntunglah itu tidak di keramaian kampus, kami memang sengaja memilih tempat sepi karena memang hendak memberi kejutan, tak tahunya aku yang terkejut dengan momen haru  baginya tapi momen manis bagiku. "Pak maaf aku terbawa suasana perasaan terhadap anakku". "Oh It's okay, gapapa Bu, lagian dia anak kita", jawabku. "Owh, anak kita ya?", sambungnya. "Yach", jawabku singkat sembari menyekakan air mata di pipi halusnya dengan punggung tanganku.

____

Bondowoso, 27 Juli 2026


Jumat, 03 Juli 2026

3 HARI MENJELANG PULANG

 3 HARI MENJELANG PULANG 

Pak Tyqnue Azbynt 



Kerinduan tanah air bersitegang dengan keasyik-masyukan tanah suci. Di satu sisi kenikmatan beribadah masih menyandra jiwa di sisi lain waktu kepulangan akan menjelang. Predikat "haji" menjadi penanda strata sosial yang baru bagi para jamaah haji. 


Bagi lelaki sepulang dari tanah suci akan mengganti ikon-ikon busana habitualnya dengan tampilan baru yang "ala ala". And so seperti kebanyakan haji haji sebelumnya, tampilannya harus pula menyinambungkan tradisi itu. Pakai imamah, pakai, gamis, pakai surbanya dan piranti-piranti lain yang menyematinya. Khusus untuk surban ternyata tata cara pakainya tak semudah yang dibayangkan. Tak sekedar melingkar di kepala, bisa-bisa hanya seperti pemain sinetron yang gagal tampil. Mereka saling menunjukkan tutorial via YouTube. Satu persatu saling menunjukkan tampilannya, dan hasilnya bisa dibilang kek busana acakadut. Barulah setelah berkali-kali kami bisa menemukan triknya dengan tepat. Mau tampilan ala Yamani, ala Arabian, ala Afgan, ala India, tapi yang jelas tak ala dukun yang gaya paranormal nyaris otak korslet.

____


Bondowoso, 3 Juli 2026


___'

Minggu, 28 Juni 2026

DUA JAM MENAHAN PIPIS DI ATAS LANGIT

 DUA JAM MENAHAN PIPIS DI ATAS LANGIT 

Pak Tyqnue Azbynt 



"Bapak ibu, silahkan pakai sabuk  pengaman, cuaca sedang tidak bersahabat dan untuk sementara toilet di-lock tidak bisa digunakan", begitu pengumuman dari pramugari. Semula aku anggap ini biasa dan normal. Tapi saat pengumuman berlanjut, agar semua tirai ditutup, lampu dimatikan, dan lampu exit di lantai kapal sudah menyala, perasaanku sudah mulai was-was. Ditambah lagi komunikasi antara pilot, awak kabin dan pramugari dalam English bahwa pesawat mengalami turbulensi yang lama. Walaupun tidak sampai mengacak-acak koper kabin barang bawaan di rak pesawat, tapi perasaanku mengatakan bahwa ini sedang long trouble.


Sisi kanan kiri kuberitahu bahwa kapal sedang turbulensi, kusarankan agar banyak berdoa. Jawaban mereka malah santai bahwa mereka sedang diundang oleh Allah SWT tak mungkin akan ditelantarkan.Aku kesal dengan tanggapan mereka, akhirnya kupilih berdoa sendiri sembari ngebayangin kemungkinan terburuk yang akan menimpa dan harus berbuat apa.

 Setelah lewat dari dua jam barulah lampu mulai menyala dan toilet mulai unlock. Nah, saat pramugari memberitahu bahwa seat belt boleh dibuka dan toilet sudah bisa digunakan. Bayangkan!, sudah berjam-jam kebelet pipis akhirnya berebut antre masuk. Cilakanya prilaku orang +62 kadang susah diberitahu, bahwa jangan banyak menggunakan air, tetap saja basah-basahan. "Oh my God, It's wet lavatory", kata pramugari pada dirinya saat melihat lantainya basah. Berkali-kali dilap pakai kanibo dan tisu, tapi lagi-lagi basah. Akhirnya dia mengumumkan ," three lavatory are inoperative,  mohon maaf bapak ibu, 3 toilet tak bisa digunakan". Wajar saja  dan kebayang capeknya dia, berkali-kali ngelap dan berkali pula basah, padahal di bodi pesawat banyak serat fiber yang rawan korsleting listrik. Setelah kubilang ke teman-teman penumpang mereka hanya jawab sekenanya, "lah itu tugasnya kan, lagian kita sudah berjam-jam kebelet pipis di atas langit". Yang menimpali santai," ah ribet amat, kapan lagi kita bisa pipis di atas langit".

____

Sub-Med, Juni 2026

Kamis, 25 Juni 2026

 DI ATAS LANGIT MUSQAT OMAN

Pak Tyqnue Azbynt 



Alhamdulillah tsummalhamdulillah, tahaddusan bin ni'mah. Kebahagiaan menyeruak di sukma saat lantunan surah An-Nas menutup rihlah ayat ayat Qur an di atas langit Yaman.


Ahad Sore dari Oriens Hotel Mekkah kami kloter 87 bersiap menuju kota Nabi. Demi menyinambungkan petualangan tempat-tempat bersejarah aku sengaja memulai qs Alfatihah di pelataran.Masjidil Haram selepas Maghrib menunggu isya, lanjut ke Al-Baqarah. Esok harinya kami tawaf pamit tuk melanjutkan Arbain di kota Nabi. Dan benar saja esok hari kami semua sudah beranjak menuju Madinah di sore hari. sepanjang perjalanan hanya gedung gedung megah dan gundukan gunung-gunung batu yang tak kalah gagahnya. Pantat sudah mulai protes karena sejauh 450 km perjalanan no canda no musik, kami semua duduk dalam kepenatan yang sama.  Di rest area pertengahan antara Mekkah dan Madinah kami hanya berhenti tuk salat Maghrib isya dalam jamak qashar. Perjalan berlanjut dalam kepenatan yang bertambah. Pukul 10 malam kami baru sampai di OSDT Madinah Hotel beberapa ratus meter di Utara masjid Nabawi. 

Demi melepas penasaranku pada masjid itu, aku langsung menuju Sahn masjid di mana payung-payung raksasanya sedang mengatup  Salat pamit datang lanjut salat malam kulanjut baca Qur'an menyinambungkan bacaan di Mekkah. Tiap hari berwisata hati di masjid ini dengan menyela qiraah Qur an diantara waktu waktu salat kami. Beberapa hari berikutnya kami menuju Masjid Quba sekitar 3 km dari Nabawi. Di masjid yang pertama dibangun kanjeng nabi ini kulanjutkan surah surah Al-Qur'an. Lanjut masjid Ghamamah, Masjid Sayyidina Abu Bakar, masjid Sayyidina Ali semua kusempatkan baca lanjutan qiraahku. And  so on, dan kusisakan di jus terakhir karena obsesiku bisa hatam di atas langit jazirah Arab. Tanpa sarapan pagi kami sudah beranjak dari hotel tuk menuju bandara di Madinah. Karena tak terlalu jauh dalam beberapa saat kami sudah sampai di bandara itu. Setelah beberapa jam kami baru mulai meninggalkan tanah Madinah. Bacaan kulanjut sebentar dan berakhir saat tengah malam langit MUSQAT negara Oman. Tuntas sudah obsesiku menuntaskan hatamanku di atas langit tanah Jazirah Arab.

____

MUSQAT, 23 Juni 2026

Rabu, 24 Juni 2026

Onta, Jamal, and Camel

 ONTA, JAMAL and CAMEL

Pak Tyqnue Azbynt 



Semenjana Siang di tempat wisata kereta gantung di kawasan...tampak beberapa pelancong sedang memperhatikan tawaran ojek onta. Binatang itu rupanya sedang disorot oleh wisman termasuk juga Wak Kaji Thorik yang mencoba menyela pembibcangan antara orang Arab dan Scotland sebut saja Mc.Scott vs Mad Arab.

Mc. Scott: what's this? (Sambil menunjuk binatang dari dekat)

Mad Arab: aiwa hadza JAMAL.

Mc.Scott: I see, yeah CAMEL ( sambil manggut-manggut)

Dari dekat tanpa permisi langsung menyela datang si Wak Kaji Thorik.

Wak Kaji Thorik: apah yek apah yek ?

Mad Arab: hey man ANTA? ( siapa kamu)

Wak Kaji Thorik: oh yeh lah kok taoh, ajiyeh ONTAH, jhek perak atanyah Mak pak man celak .

____

Saudia Flight, 23 Juni 2026

Minggu, 21 Juni 2026

HALAL BAE' HARAM RIBA

 HALAL BAE' HARAM RIBA

Pak Tyqnue Azbynt 



Melewati gerbang 328 di Masjid Nabawi menjadi keseharian kami tuk menuntaskan Arbain. Di gate itu kami sesekali mampir ke gerai berbagai kebutuhan jamaah tuk sekedar lihat-lihat atau bahkan memang sengaja membeli, minimal dapat seprotan parfum di baju. 


20 Juni 2026 selepas zuhur aku bersegera saja jalan karena cuaca sangat gerah 43°C. Dilalah shop keeper menarikku sembari menawarkan gamis premium yang harganya 500-an ribu rupiah. Karena kuanggap terlalu mahal, kutawarlah 200 ribu rupiah, bahkan aku tunjukkan hanya itu uang saya. Diambillah uang itu sembari dia menawarkan gamis lain. And not deal. Dia tetap ngeyel harus beli, aku pun bilang tidak cocok, kecuali yang kutunjuk sebelumnya. Tawar punya tawar akhirnya sepakat 200 barang yang kumaksud. "It's for you, not more, halal". Aku pun senang sembari menjabat tangannya say thank you. 


Sampai di entrance hotel sudah dipenuhi orang-orang India dan Malaysia, akhirnya aku lewat pintu samping tuk masuk elevator yang harus harus naik area santai Lounge. Lumayan tak sebegitu padat hanya beberapa bibi India yang naik elevator.  Penat, panas, segera saja aku buka hasil dealing belanja. Yassalam, aku kena tipung mamang Arab di dekat  Masjid Nabawi. It's no matter, tapi sebagai orang muslim aku harus mengingatkan bahwa caranya salah. Selepas salat ashar di keesokan harinya, aku datangi dia tanpa kata, hanya mengacungkan jari tunjuk sembari kugoyang kiri kanan sebagai isyarat tidak boleh curang. Anehnya dia bilang jangan marah Pak Tua. Sayapun bilang,"Bae' halal riba haram, wa ahhalalluhul Bai ah wa  haramur riba". Saya tunjuk jari ke langit bahwa cara itu tak dikehendaki Tuhan.

____

ODST Madinah Hotel, 21 Juni 2026

Jumat, 19 Juni 2026

DI LANGIT MADINAH DI SAHN NABAWI

DI LANGIT MADINAH DI SAHN NABAWI 

Pak Tyqnue Azbynt 



Terasa kali ribuan percikan air springkler menyegarkan saat embusannya mendarat lembut di wajahku. Payung payung raksasa sudah mengembang hingga tak tampaklah langit Madinah tanpa bercak putih setitikpun. Tercatat 43° Celsius di berita hp-ku. Menunggu ashar tiba di sahn tak sesejuk di dalam masjid. Sengaja aku pilih sahn agar bisa sedikit berkenalan dengan orang-orang manca negara demi mengusir kantuk siangku.


Duduk di sahn lebih rileks dan bisa bertaarruf dengan saudara-saudara seiman dari berbagai belahan dunia ini. Dari busananya sudah bisa kita duga-duga sebenarnya meraka itu bangsa mana. Orang Afgan dengan surbanya yang disebut Lungee (surban Afganistan) yang panjangnya bis 5-6 meter melilit di kepala, atu patke/pagri warna hitam yang ujungnya dibiarkan menjuntai ke belakang seperti orang Taliban. Sementara orang Arab kita kenali dengan Ghutrah kain kotak-kotak putih atau merahnya. Orang Asia tenggara kebanyakan pakai sarung yang model dan bentuknya hampir sama, hanya saja Indonesia lebih spesifik dengan sarung batiknya. Wajar kalau batik Indonesia diakui UNESCO, lah wong ke tanah suci aja gak ketinggalan berbatik dengan Songkok Nasionalnya, ada dari bangsa lain menyebut Songkok Muhammad Suharto, ada yang bilang Songkok Sukarno, entahlah. 


Duduk di Sahn sembari saling mengenal simbol-simbol pakaian menjadi keakraban tersendiri, apalagi sambil bercanda-canda ringan. Namun ada yang sangat ektrim kadang dari pakaian surbannya saja ada dengan penghormatan khusus yang tidak boleh disentuh sembarang orang, karena dianggap mengganggu kehormatannya. Sedangkan songkok nasional kita kadang dijadikan pemukul santri oleh guru ngaji saat masih ngaji di surau. Dari penjelasannya mereka yang diselingi dengan isyarat karena bahasa yang digunakan beragam kadang Inggris kadang Arab. Diantara saudara-saudara seagama itu ada yang bawa anak kecil sembari menunjukkan gambar di HP nya, "Uncle, uncle what's this?", sembari menunjukkan gambar orang Nusantara. Duh sayangnya aku tak bnyak tahu, yang kukenal hanya blangkon dan Udeng Madura. Ah betapa tak menghargainya aku akan hazanah busana nasional ini. Wajarlah kalau Ashraf yang nanya sedikit kecewa, tapi untunglah aku berikan dia Udeng Madura yang selalu saya bawa dalam tas tentang. Walaupun sedikit kedodoran tapi dia senang kok.

__

Madinah, 19 Juni 2026

Selasa, 16 Juni 2026

6 KUBAH BESAR 56 KUBAH KECIL MASJID QUBA

6 KUBAH BESAR 56 KUBAH KECIL MASJID QUBA

Pak Tyqnue Azbynt 



Masjid yang kali pertama dibangun nabi di tahun ke 1 Hijriyah menjadi momentum city tour kami di hari awal tahun baru Hijriah 1448. Tak sekedar menapak-tilasi ala-ala tour ibu-ibu medsos tapi kami ingin memburu keistimewaan 2 rakaat salat di Masjid Quba yang memiliki 4 Menara Tinggi dengan Mihrab asli sejak jaman nabi itu.5 km dari selatan masjid Nabawi kami bergerak selapas salat subuh, sarapan asal sambar saja yang ada di meja yang penting ada penyapa usus yang teriak-teriak.


Demi memangkas waktu kami pun segera on the way walau pun paket makan pagi belum diambil petugas piket hari ini. Tak tahulah nasip perut nanti menjelang siang, apakah nyeri dalam tangisan dangdut lama, atau lagu slow rock dari organ cerna kami. 10 menitan sudah tiba di Masjid serba putih itu. Selepas salat pamit datang tahiyat masjid, lanjut 4 rakaat Dhuha, 2 rakaat mutlak, doa, dan kuakhiri sujud syukur. Sebelum undur kusempatkan tulis dengan jari tunjuk kanan kedua nama adikku di pilar pintu masuk. Sebagai salam rindu agar juga hadir ke masjid bagunan Baginda nabi itu. 


Sudah biasa Mak emak plus nam dua selalu delay. Ada yang ketinggalan bingung jalan. Entah apakah karena perut belum dicas atau sibuk foto-foto. Entahlah. Kalau tak heboh dan lelet bukan Mak emak Indo, padahal perjalanan ini adalah kejar tayang demi dhuhur di Masjid Nabawi.

____

Quba Mosque, June 16th 2026

Senin, 15 Juni 2026

BINTI QEURAY AND HER DAD

 BINTI QEURAY AND HER DAD

Pak Tyqnue Azbynt 



Perjalanan spiritual dalam berhaji memang penuh cerita yang tak kering untuk ulas. Mulai dari syahdu kekhusyukan yang mendalam, pengakuan dedosa, hingga kekonyolan-kekonyolan warga plus enam dua yang bikin heboh dunia perhajian. Pesan-pesan etika budaya yang memberi warna ala orang-orang Nusantara. All of that sudah terlalu gampang tuk diceritakan.


Jika dalam keluarga ada ada salah satu yang wanita ikut berhaji bisa dipastikan para anggota lelakilah yang melindunginya. No debat, tapi jika sebaliknya maka dia dipastikan anaknya sebagai birrul walidain. Namun yang sangat kentara adalah Si Binti, yang selalu over protective. Saat di mobil, di lobby, bahkan saat di barrier masjid, selalu memanggil "Hey papa jangan jauh-jauh dari binti, awas jangan jauh jauh",ancamnya. Si ayah yang seorang guru itu kadang-kadang misam-misem mengikuti instruksi anaknya. 


Sedari awal aku selalu memperhatikan tingkah manusia yang menuju Tuhannya itu. And Finally, "Where there is Binti, there is her Father".  "Yeah emang cuman Binti yang punya papaaaa?", sergahku. " Dia hanya senyum-senyum sembari nimpali, "emaaang", sembari ngacungkn jari telunjuknya dengan gaya manjanya. Kalau kek gitu tak tampaklah kalau dia seorang paramedis, ya elah Binti gaye Lo kek ABG aje.

_____

Madinah, 15 Juni 2026

ORIENS HOTEL

 ORIENS HOTEL  Pak Tyqnue Azbynt  Pertengahan Mei 2026  menjadi notulensi terindah dalam perjalanan hidup kami jamaah haji kloter 87. Dari b...