DUA MERPATI DI DINDING GUA TSUR
Pak Tyqnue Azbynt
10 Juni 2026 waktu Dhuha kembali kami melakukan rihlah sejarah hijrah Kanjeng Nabi Saw. Biasa sudah waktu kembali delay. Dengan bus Marcedes Bens kami menyusuri jalanan terik menuju Jabal Tsur. Tiba di kaki Jabal Tsur terik langsung menjajah wajah-wajah kami yang sibuk demi swafoto. Ribet, heboh dan apa pun begitulah dalam sebuah rombongan.
Perhatianku terfokus pada kepak-kepak merpati yang berebut remah-remah makanan atau biji milet, jagung dan sejenisnya. Inikah generasi dari sejoli merpati yang bersarang di dinding mulut gua Tsur demi mengubah asumsi begundal-begundal kafir Quraisy. Masyaallah perjuangan Rasulullah dan Sayyidina Abu bakar, yang kaki beliau hingga dipatok ular demi melindungi Baginda nabi. Belum lagi Asma Binta Abu bakar yang mengacuhkan nyeri perut hamil 9 bulannya demi membawa zamzam ke hadapan Baginda. Amir bin Furaihah budak Sayyidina Abu bakar. Dia mengembalakan kambing dekat gua Tsur tuk memerah susu untuk kanjeng Nabi dan sayyidina Abu Bakar. Sedang bekas tapak kaki kambing-kambing itu menghapus bekas kaki manusira. Begitu pun Abdullah bin Abu Bakar yang memata-matai pergerakan musuh-musuh Rasulullah.
Dengan kelemahan kami tak mampu menapak-tilasi hingga ke atas karena panas yang menyengat, belum lagi tubuh kami yang sudah drop. Betapa kokohnya semangat juang sang manusia pilihan Baginda Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Menjadi tanda tanya besar 'Bagaimana dengan derita Rasullullah mengemban risalah Islamiyah, hingga ajarannya membumi di seantero pelosok dunia' Subhanallah.
___
Tsur Cave, 10 Juni 2026










