Total Tayangan Halaman

Minggu, 31 Mei 2026

AYAT KURSI ANTI ASKAR

 AYAT KURSI ANTI ASKAR

Pak Tyqnue Azbynt 



Siapa pun yang pernah umroh atau haji pasti pernah berurusan dengan komando perintah tentara Arab di pelataran Masjidil Haram dan sekitarnya. "Yalla yalla, harrik harrik ya hajj, harrik harrik!", begitu teriaknya. Bagi telinga kita kekata itu dianggap aneh dan ribet. 


Wak Kaji Parto, salah seorang dari grup KBIHU muslimat NU yang juga risih dengan halauan tentara Arab itu. Sesekali ia memohon-mohon dengan memberi kode seperti aminnya para bhiksu, namun Askar itu tak menggubrisnya. Bahkan tetap berkata " harrik harrik Torik ya haji". Karena saya dan rombongan tetap berkutat justru mengundang banyak Askar yang datang. Lagi lagi kata yalla harrik Thoriq berulang ulang. Wak Kaji Parto nanya siapa yang bis bahasa Arab tolong jelasin bahwa kita masih nunggu teman biar tak tersesat. Karena tak ada yang bisa bahasa Arab akhirnya di punya inisiatif sendiri. Dia menghadap ke Askar-askar itu sembari membaca ayat kursi dengan nyaring, sementara tangannya mengamin dedoanya. Apakah Askar lalu mengisir kami? Justru mism.misem sembari geleng-geleng. Mungking mereka menganggap kami orang aneh. Lalu,, bagaimana dengan bacaan ayat kursi Wak Kaji? Setelah tiga kali lalu tangannya digusahkan ( menghalau ) Askar-askar itu. Anehnya mereka geleng -geleng sembari mengangkat kedua bahu dan tangannya di angkat sebatas dala. La ..laah", katanya menahan tawa dan mangkel ulah Wak Kaji Parto yang dilihat banyak orang .

____

Makkah, 31 Mei 2026

Satu Satunya di Dunia

 SATU SATUNYA DI DUNIA

Pak Tyqnue Azbynt 



Memimpin sebuah pasukan memang perlu kekuatan ekstra baik fisik maupun logika,agar cara kerja yang dipakai efektif dan efisien. Dalam sebuah kelompok atau pasukan, ketua atau komandan harus bisa melindungi agar semua personal aman dan selamat.


Rombongan atau kelompok dalam kegiatan ibadah haji, juga merupakan kelompok yang bergerak dalam satu irama, agar tak ada satu pun dari personal yang lepas dari pasukan. Muncullah ide-ide untuk menggunakan seragam yang mencolok dari dari pakaian, emblem-emblem, syal, topi, bandana dll, termasuk juga bendera pasukan. Banyak bendera pasukan yang menggunakan logo organisasi seperti muhamadiyah, NU, Persis, KBIHU-KBIHU. And than bagaimana kalau tak punya seperti itu? Ada yang menggiurkan botol air mineral dengan dijunjung tinggi tinggi. Ada satu yang unik dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah justru menggunakan stik pembersih toilet yang karetnya dilepas sedang berdera panji-panjinya menggunakan sarung bantal (pillow cover) tenda yang berwarna putih diikat tali rafia di kedua pojok kainnya. And so pasti anggotanya perhatian akan hal itu, namun bukan hanya pasukannya justru ide unik dan konyolnya jadi perhatian publik. "Woi stik toilet mau jadi saksi ibadah", kata salah seorang temanku sembari memberi kode jempol baik pada mereka. "Yalla talla Torik toriiiiik ", kata sang komandan sembari senyum pas kami-kami yang memelototi tampilannya. Ini satu-satunya di dunia mungkin juga di akhirat, kata temanku.

____

Oriens Hotel Macca, 31 Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026

Hotel Terindah

 HOTEL TERINDAH

Pak Tyqnue Azbynt 



Orang hidup secara naluriah akan mencari zona atau mintaqah yang nyaman dan aman serta memberikan pelayanan plus plus. Adakah yang seperti tu? Apakah serupa taman, hotel mewah, atau hunian yang sangat megah. Semua itu pasti punya cacat dan kekurangan. And so? 


Hotel megah nan mewah sudah pasti memberikan layanan prima, best service sesuai dengan kemanjaan yang kita inginkan, namun itu bersifat fatamorganik indahnya tak benar-benar nyata. Ia hanya penyedia layanan dengan meminta layanan pembayaran kita. Rumah megah pun perlu cost yang tinggi tuk merawat semua fasilitas yang diperlukan. Dan finalnya semua semu belaka walaupun banyak orang yang menginginkannya.


Adalah kemah kemah besar yang terpancang di Padang Arafah dengan terik yang siap memanggang kita justru memberikan layanan super plus-plus. Bukan soal fasilitas bukan soal gaya, bukan soal rasa, tapi pasal layanan pascanya yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Janti pengabulan semua dedoa, janji ampunan, janji apapun jua dari hal remeh temeh dunia bahkan permintaan berat ukhrowi. Wajar kalau jutaan orang menumpahkan air mata di bumi Arafah ini. Di sini semua sama sebagai hamba, tak ada raja tak ada jelata semuanya sama. Hanya beelilit kain dua lembar kain putih sebagimana kain kematian semua runtuh dalam penghambaan. Bagiku ini adalah hotel terindah yng pernah kurasakan. 

'_____

Tanah Haram, 30 Mei 2026

Jumat, 29 Mei 2026

Pengakuan

 PENGAKUAN 

Pak Tyqnue Azbyn 



Riuh tawa saat salah seorang yang tersesat hampir seharian di daerah Mina yang konon saat hendak pulang justru pilih jalan yang beda dari rombongannya. Sebut saja Mr. Jack. Dia berkali-kali calling temannya namun tiada tanggapan. Dia pun melanjutkan perjalanan tanpa tahu kepastian. Semakin jauh berjalan semakin beda wajah orang-orang yang dikejarnya.


Tampak wajah istri didepannya, dipanggil dan selalu bilang hayo sini, namun tiada jua mampu mendekatinya. Lapor polisi malah tak dihiraukan, saat dekat tenda pun tak tampak akses pintu masuk. Barulah menjelang asar dia ingat akan kelakuannya di rumah yang sempat menutup akses jalan hampir seharian di tanah ladangnya. "Itu memang ladang saya, tapi menutup akses jalan dan saya mengancamnya kalau maksa maka akan saya laporkan ke polisi, lha kan dia yang merambah ladang saya. Tapi saya baru sadar kalau menutup jalan akan menutup jalan kita",begitu tuturannya sembari tawa cekikikan tanpa merasakan lelah perjalanan panjangnya hari itu. Dia pun menuturkan ulah usilnya di tanah air. Anehnya dia tak merasa  capek malah mewanti-wanti untuk jangan usil walaupun terhadap hak kita. Ingat ! saya jalan dari Mina sampai dekat Mekkah lho, khan bolak balik lebih 20 kiloan, akhirnya saya balik setelah kian tampak berbeda jalan.


Keputusan untuk meminta maaf atas salah pada tetangga yang diusilinya diapresiasi oleh kawan-kawan satu tenda. Tolong jangan usil, begitu pesannya termasuk juga terhadap hewan atau tumbuhan agar tak dikarma di tanah haram, imbuhnya.  " Oke, naam, naam, bang kaji USILUDDIN   AL JALANI", sambut salah seorang di dekatnya.

___

Mina, 29 Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026

Untuk Anak Anakku

 UNTUK ANAK ANAKKU

Pak Tyqnue Azbynt 



Bersimpuh lumpuh pasrah di Padang Arafah bersama jutaan sedu tangis dan runtuh semua keangkuhan. Aku larut lautan sedu tangis itu dengan pengharapan luruh semua dosa. Dosa diri dosa ayah ibu dan dosa semua keluarga, tetangga, serta semua handai taulan. Rasanya tak dapat mengajukan semua kebaikanku selain pinta pengampunan dan pertolongan. Ya Allah hambah runtuh di sini.


Semua menjaga diri dari kekata tak pantas, menjaga ibadah dan memanage kesabaran dengan sungguh2. Saling membantu saling mengingatkan. Mungkin hal itu bisa kita jaga dengan kuasa Nya. Yg Semua yang melanda kita bukan salah sesiapa, semua karena salah diri sendiri. Apa pun itu. Namun fakta yang tak bisa dipungkiri pasal bab rokok. Bapak-bapak rela mengasapi langit tanah suci dengan asap Gudang garam, Wismilak, Djie Sam Soe dan lainnya demi menjedakan rasa panas yang meradang. Sudah tak peduli lagi dengan blowing AC, asap pun mengangkasa di tanah kelahiran Nabi. Berslof-slof rokok yang disembunyikan di koper bagasi demi udud yang menjadi habitualnya. Bahkan saat dalam ruangan hotel mereka abai dengan cctv dan mengganjal bel alarm dengan lakban. Dari sini aku berdoa semoga saudara-saudara, tetangga, dan anak-anakku jika ditakdirkan ke dua tanah suci, menjedakan dulu mengasapi langit dengan rokok kesayangannya. Jangan kotori langit tanah suci dengan ego kebiasaan kita. Semoga kelak kita bisa swan ke tanah kelahiran nabi tanpa membawa debu-debu puntung dan asap tembakau. Biarkan gaya lelakimu ada di tanah air saja. Salam penuh cinta.

___

Mina, 28 Mei 2026

Minggu, 24 Mei 2026

Mr. Djasmin Advice

 Mr. DJASMIN ADVICE 

Pak Tyqnue Azbynt 



24 Mei 2026 pukul 14.00 waktu SAR dispenser di beranda hotel lantai 7 mendadak ramai pengunjung tuk ambil air panas. Usut punya usut ternyata mereka hendak membuat mie gelas yang diberi petugas tuk persiapan armusna. What's? Kenapa kok buru-buru dimasak siang begini, kan belum ke Arofah? Rupanya sajian makan siang terlambat dan perut calon haji tak bisa kompromi dengan situasi itu. Ada yang bilang nyambung hidup, ada yang bilang re charge power perut dll lah. 


Pak. Djasmin yang mantan tentara malah misam-misem seraya  bercerita pengalaman lebih dari 7hari tak makan nasi. "Saya selama di hutan saat perang, selama beberapa hari hanya makan daun yang biasa dimakan hewan herbivora, dan tak bertemu air selama 2 hari, hanya mengambil air di batang-batang tumbuhan tuk menghindari kekeringan bibir dan dehidrasi berlebihan. Jadi, kalau seperti ini kita cukup makanan kecil aja asal ada yang menyapa perut, katanya. Kita disuruh jangan panik dan tak boleh mengumpat dan nyalahkan petugas, mereka hanyalah mahluk yang ditakdirkan menerlambatkan waktu makan siang. Dan kita sedang diuji sabar, mungkin karena selama beberapa hari makan enak belum disyukuri secara sungguh-sungguh, dan menganggap itu karena itu uang biaya haji, tambahnya. Allah SWT sedang mengingatkan kita jelang armusna. 


Benar saja, dari situasi ini banyak yang sadar bahwa kita menganggap bahwa berhaji ini karena usaha atau effort kita, padahal kita dipanggil ke tanah suci untuk bertaubat, bukan membanggakan diri atas status sosial kita. "Perlu apa pak kita dapat gelar haji, suruh sabar dikit aja gak mau, malu lah kita sama malaikat yang mencatat amal kita", imbuhnya.

___

Oriens Hotel, 24 Mei 2026

Laki-laki Turki vs Bapak bapak Indonesia

 LELAKI TURKI vs BAPAK BAPAK INDONESIA 

Pak Tyqnue Azbynt 



Putih bersih tinggi besar menjadi penanda perawakan orang Turki, sementara tubuh kecil kulit kuning kecoklatan dengan body kuat bak kayu kopi. Maklumlah kebanyakan orang tani dan pekerja kasar. Perbandingan mereka bak cahaya siang vs redup malam. Namun, bapak-bapak Indonesia selalu punya nyali. Bahkan justru ada yang membully verbal pakai bahasa Madura. Sambil jabat tangan tapi dengan kata-kata cemooh namun sambil senyum. "Arapaah Ben tekkok Mak semmisem"(kenapa kamu tokek kok senyam senyum), kelakarnya yang diikuti senyum kala menjabat tangan mereka. "Areyah  gendeng kanak, tekkaah  pote, otekkah mireng. Areyah ecak kocaen Mala ngucak Tesekkur ederim.owh pellok reh ekoca en Mala ngucak kasoon"(ini bodoh kawan-kawan, walaupun putih tapi otaknya miring, masa sih dicemooh malah bilang terimakasih), candanya sambil senyam-senyum.


Orang-orang Turki itu di depan gerai Kebab milik  warga Turki di Arab Saudi. Makan Baklava, kunefe, dan kebab, plus minum boza di depan resto Turki di sisi hotel tempat kami menginap. Bapak-bapak Indonesia duduknya di bantaran pot bunga dan makanannya pun kacang telur, rengginang dan minum kopi dalam botol air mineral. Namun soal rokok Indonesia selalu istimewa. Mereka rela mengurangi baju ganti asal beberapa slof rokok bisa masuk. Asap-asap Gudang garam, jie sam soe, de el el, mengangkasa di langit Arab. Ada yang iseng memberikan beberapa batang, dilalah mereka sangat tertarik, dan memohon untuk membelinya. Sebagai gantinya mereka memberi kami Kebab. Yaa rasanya belum bersahabat dengan mereka yang sudah usia lanjut. "Huh nyaman pak tepak buuk" ( huh enakan kue dari tepung katul),katanya meyakinkan. "Sompa rokoen been beih keminah Jerene" (sumpah deh rokokmu aja  rasa pipis kuda), imbuhnya.

____

Beranda hotel,, 24 Mei 2026

Sabtu, 23 Mei 2026

Rindu Nidak Subuh

 RINDU NIDAK SUBUH

Pak Tyqnue Azbynt 



Tidur lelap, bed empuk, dan fasilitas lengkap, menjadikan aku terlena dalam buaian malam. Kami harus sering-sering buka hp walaupun tuk sekedar lihat jam demi subuh. Tak seperti di Tanah Air yang riuh rendah menguak pagi dengan lantunan kiraah Qur an dan salawat nidak subuh, apalagi zikir ala kampung-kampung di Indonesia. Tetiba saja azan subuh lalu senyap beberapa saat kemudian ikamah, salat and tanpa wiridan. Di perasaanku terasa kering, untunglah ini tanah haram, yaa para calon haji larut dengan wiridannya sendiri-sendiri.


Di belakang hotel ada masjid yang selalu padat, telat dikit yaa harus buat jamaah kedua selepas yang pertama bubaran. Akhirnya aku memilih masjid lain di depan yang hanya melintas saja. King Fahd Hospital Mouse, lumayan longgar, tapi sama saja no zikiran no wiridan. Selama aku salat di sana hanya satu kali mendengar bacaan basmalah dijaherkan saat bacaan Fatihah.


Selepas salat kami dipanggil seorang Syaikh tuk dites bacaan Alquran. "Ajib, good", katanya. Sebagai apresiasi saya menjabat tangan dn bermaksud menciumnya tapi beliau langsung menarik cepat-cepat seraya berkata"no no no, we are not Budhis". Katanya serius yang dikuatkan oleh calon Haji dari negri lain. "I'm sorry It's no a Budhism but east tradition as your clothes as Arab tradition not as moslem. Menghindari debat saya mengiyakan saja kekatanya. Saya khawatir dengan larangan haji, "Laa jidala..." Saya tunjukkan suasana jelang subuh di Indonesia, ramai speaker bersautan, nidak subuh yang berpadu Kokok ayam. "Is it Budhism? " Beliau hanya mengangkat kedua tangannya sembari senyum, tanpa jawaban. Saya tunjukkan sarung batik, "it is my traditional clothes, and that is your Arab tradition not a moslem. Beliau hanya tersenyum sembari meminta putar ulang suara nidak subuh di YouTube hp ku.

__

Tanah Haram 22 Mei 2026

LAKI LAKI ANDANUSY

LAKI LAKI ANDANUSY

Pak Tyqnue Azbynt 



Lelaki Indonesia itu ya rokok, ngopi, burung, mancing, motoran. Jika tidak di salah satunya berarti termasuk lelaki langka, and so kemana pun mereka pergi ya mesti ada salah satunya itu termasuk saat berhaji. Koper-koper mereka bukan berisi baju ganti tapi rokok berslof-slof, bubuk kopi, serta mie instan.



Akomodasi hotel yang disediakan pemerintah Arab Saudi menjadi area bermain baru bagi mereka yang harus beradaptasi. Walhasil banyak kejadian-kejadian konyol yang terjadi. Ada yang bolak-balik naik-turun dalam elevator, ada yang lepas sandal di luar elevator, ada naik tangga darurat,  ada yang kepanasan air shower bahkan sulit entry kamar karena temannya sudah tidur duluan sedang akses masuk harus pakai kartu entry yang dilalah dipegang teman di dalam dalam keadaan bobo manis. 


Hari-hari pertama bapak bapak Indo masih berani merokok di luar gedung yang suhunya di atas 40 derajat, rentangnya sekitar 42-47 derajat. Tapi demi mengepulkan rokok Gudang Garam di langit Arab mereka rela berpanas-panasan. Kalau malam tiba mereka berbaur dengan lelaki Turki dalam menikmati asap surganya. Bedanya kalau orang Turki sambil menyantap kudapan kebab yang tersaji di meja mereka. Laki-laki Indonesia cukuplah duduk di bantaran-bantaran pot bunga tapi tak kalah gaya dalam menikmati rokoknya. 


Perokok berat sebelum tidur saja mesti rokok dulu, bangun tidur juga begitu. Akhirnya mereka menemukan zona nyaman di tangga darurat yang tak ada smoke detektornya, tapi kendalanya ruang itu less AC, yaa lumayan gerahlah. Dari celetukan mereka muncul ide absurbnya, agar pintu tangga diganjal botol air mineral. Dan embusan angin dingin menyela kelompok ahlul hisap itu. "Aman kang, gak usah khawatir, kita jauh dari mata-mata asap sembari menunjuk water springkler di langit-langit hotel. Mereka menyangka prayer kebakaran itu sebagai pendeteksi asap. Dan..., alarm bahaya pun meraung-raung di ruangan itu plus embusan angin kencang memblowing area tangga darurat. Lumayan kagetlah orang-orang sekitar karena mendadak pintu sulit ditutup gegara embusan angin kencang itu. Jerakah mereka? Tidak!!! Mereka menyiasatinya di dalam kamar, dengan mematikan AC dan menjauhi water springkler, padahal di tiap ruangan selalu ada smoke detektornya. Bisa ditebak, ya kalau tidak siang ya malam alarm bahaya selalu meraung-raung. "Oy siapa yang udud kui", celetuknya sambil senyam-senyum. 

___

Oriens Hotel, 23 Mei 2026

21 Mei di Rusaifah

 21 MEI DI RUSAIFAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



HPku berontak berdering meminta perhatian, setelah beberapa kali kuabaikan akhirnya kuhirau juga. Masyaallah ternyata calling dari Gus Malik yang memintaku bersiap menuju Pondok Rusaifah tempat beliau studi. Dengan panduan map agar aku naik taksi menuju tempat beliau. Dengan memohon petunjuk staff KBIH bagian tranportasi di lobby hotel aku diarahkan dengan taxi hijau yang butuh cost sekitaran 45 SAR, dan benar saja pas taxi datang ongkosnya 45 SAR. 


Abang driver Pakistan membawaku menyelusuri jalanan panas di Makkah. Sesekali kami berbincang dengan gaya English-nya yang dialek seperti India, unik, ya lumayan seru. Karena hp yang digunakan nge-map adalah HPku yang tentu saja pakai Bahasa Indonesia, and so harus aku jelaskan. "What is belok kanan,  what is belok kiri, putar balik and so on", ocehnya. Ya mesti aku jelasin sambil bercanda. 


Tiba di gedung dengan beberapa lantai bercat krem pucat, aku calling Gus Malik. Subhanallah beliau menyambutku dengan hangat, dibawa ke kamar belajarnya. Dilalah di ruang itu telah lebih dulu Bang Baihaqi jamaah haji temanku dari lain hotel yang tiba.  Kami berdua diajaknya ke sebuah ruang kajian Assayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi al-Maliki. Di ruang itu telah banyak hadir jamaah asal Indonesia yang konon tahun ini tidak menerima tamu kajian dari negara lain, It's Indonesian only. Wah kami dihormati tuk ikut kajian, sebagai penyinambung sanad keilmuan. Of course kami bangga punya guru cucu cicitnya kanjeng Nabi. Diberi ijazah doa plus makan nikmat, disangui kurma jumbo lagi. Selepas kajian kami dipanggil satu persatu untuk foto bareng dengan beliau. Masyaallah, ini pengalaman yang teramat susah tuk berulang kembali kecuali dengan hendakNya.

___

Rusaifah, 21 Mei 2026

AYAT KURSI ANTI ASKAR

 AYAT KURSI ANTI ASKAR Pak Tyqnue Azbynt  Siapa pun yang pernah umroh atau haji pasti pernah berurusan dengan komando perintah tentara Arab ...