UNTUK ANAK ANAKKU
Pak Tyqnue Azbynt
Bersimpuh lumpuh pasrah di Padang Arafah bersama jutaan sedu tangis dan runtuh semua keangkuhan. Aku larut lautan sedu tangis itu dengan pengharapan luruh semua dosa. Dosa diri dosa ayah ibu dan dosa semua keluarga, tetangga, serta semua handai taulan. Rasanya tak dapat mengajukan semua kebaikanku selain pinta pengampunan dan pertolongan. Ya Allah hambah runtuh di sini.
Semua menjaga diri dari kekata tak pantas, menjaga ibadah dan memanage kesabaran dengan sungguh2. Saling membantu saling mengingatkan. Mungkin hal itu bisa kita jaga dengan kuasa Nya. Yg Semua yang melanda kita bukan salah sesiapa, semua karena salah diri sendiri. Apa pun itu. Namun fakta yang tak bisa dipungkiri pasal bab rokok. Bapak-bapak rela mengasapi langit tanah suci dengan asap Gudang garam, Wismilak, Djie Sam Soe dan lainnya demi menjedakan rasa panas yang meradang. Sudah tak peduli lagi dengan blowing AC, asap pun mengangkasa di tanah kelahiran Nabi. Berslof-slof rokok yang disembunyikan di koper bagasi demi udud yang menjadi habitualnya. Bahkan saat dalam ruangan hotel mereka abai dengan cctv dan mengganjal bel alarm dengan lakban. Dari sini aku berdoa semoga saudara-saudara, tetangga, dan anak-anakku jika ditakdirkan ke dua tanah suci, menjedakan dulu mengasapi langit dengan rokok kesayangannya. Jangan kotori langit tanah suci dengan ego kebiasaan kita. Semoga kelak kita bisa swan ke tanah kelahiran nabi tanpa membawa debu-debu puntung dan asap tembakau. Biarkan gaya lelakimu ada di tanah air saja. Salam penuh cinta.
___
Mina, 28 Mei 2026











