LELAKI UZBEKH
Pak Tyqnue Azbynt
Pengap senja masih saja menyisakan cerita siang yang menyiksa. Cuaca yang 40° up memaksa kami orang Asia tenggara harus sering-sering menyemprot wajah dengn zamzam, begitu pun dengan aku. Entah kenapa senja itu perasaanku ingin saja berbelanja pernak pernik keperluan wanita. Intinya aku tak tahan untuk shopping padahal uang Riyal yang kupunya sudah menipis, saran temanku tuk berhemat kutampik saja. Dan aku berangkat sendiri karena tokonya hanya di sebelah Hotel dan di sekitar itu banyak crew petugas PPIH, jadi aku anggap aman. Souq Aziziyah menjadi tempat memanjakan selera belanjaku, namun sayang ketidak pahamanku cara menawar menjadi kendala yang serius. Kupikir di situ bisa dengan bahasa Indonesia seperti tempat lain di pasar tradisional Arab. Aaah, moodku menjadi sedikit rusak. Wajah imutku menjadi tak elok lagi bila dipandang, ne terbukti saat aku swafoto wajahku kek cewek judes lagi kepedesan sambal.
Dengan isyarat ada seorang lelaki mendekatiku seraya berbahasa Inggris sedikit sedikit. "Any help?, cay I help you?". "Oh yaa yaa", jawabku gelagapan. Kutunjuk saja abaya hitam yang mewah banget. Dia bantu menawarkan tapi harganya bikin dompetku jebol. 420 SAR ya 2 juta lebih. " No, no" hanya itu yang kubisa. "Do you like it?" Tanyanya. "Yes but I no money", jawabku sebisanya. Dia coba membujukku untuk membeli karena katanya cocok, dan aku katanya lebih cantik dengan isyarat dan English yang sama-sama kacau bahasanya denganku. Kemudian ia membawaku ke sudut lain dengan tawaran yang beda tapi sekali lagi mahal kali. "My name Zavar, I am Usbekh, and these are halal to you", katanya seraya menyerahkan dua abaya itu. "Oh ", jawabku kaget. "Yap halal to you, we are moslem ukhuwah Islamiah", lanjutnya yang membuatku yakin. " But It's so expensive " kataku ragu, tapi dia maksa dan bayar ke kasir. Terpaksa deh aku julurkan tangan sembari mengenalkan nama, "Thanks, my name Annisa Hapsari, I am Indonesian", jawabku kegirangan. "Uzbekh love Indonesia, Zafar like Annisa", katanya seraya memberikan kartu nama dengan tulisan Usbekh. Ga masalah tinggal pakai google cam kan langsung bisa diterjemahkan. Sekonyong konyong aku ambil parfum fifth eveneu kesukaanku di dompet aku semprotkan ke bajunya dan bajuku sebagai tanda kesamaan. Ga peduli ku dibilang genit, abisnya dia tampan juga sih, sopan, dan royal. "Don't remember Zavar ...", katanya. "Of course" jawabku sambil kulambaikan tangan saat keluar toko dan berpisah. Dia memandangiku sampai keseberang jalan. This is mine, gumamku.
___
Oriens hotel, 5 Juni 2026









