DOA-DOA PRAGMATIS WAK KAJI PARTO
Pak Tyqnue Azbynt
Bertawaf mengelilingi Baitullah menjadi perjuangan yang mengasikkan batin kita. Baitullah kiblat muara arah salat kini di depan mata. Berbaur dengan berbagai bangsa, dengan aneka bahasa Ramu dalam irama yang sama. Tawaf sembari munajat doa mengeluhkan semua pinta. Ada yang berdoa dengan bahasanya sendiri walaupun dengan bahasa Arab seperti yang dibimbingkan dalam manasik haji.
Kami-kami yang sudah berumur, tentu saja tak mudah menghafal dedoa sebanyak itu. Begitupun dengan Waktu Kaji Parto yang lebih simpel pakai doa-doa yang dibutuhkan segera. Dia doa saja apa yang terlintas di otaknya dengan bahasanya yang bersahaja.
Di putaran ke 7 Wak Kaji Parto didatangi kelompok kulit hitam yang postur tubuhnya super gede dan tenaganya dahsyat pula. Langsung saja bak gerakan ombak manusia di sirkel Ka'bah. Dia terjepit diantara mereka, lalu kembali Wak Kaji Parto mengadukan pada Tuhannya. Apakah mengeluh karena terjepit? Tidak!. "Ya Allah palarangaghih reggenah cabbhih, Yaa Allah palarangaghih reggenah cabbhih (Ya Allah mahalkan harga cabai, ya Allah mahalkan harga cabai)". Orang hitam di dekatnya malah bilang aamien.
____
Haram, 11 Juni 2026










