Total Tayangan Halaman

Senin, 29 Desember 2025

LAELA ASSY

 LAELA ASSY

Pak Tyqnue Azbynt 


Tak seperti biasanya Laela yang selalu senyum sumringah, kini berkali-kali mencucurkan air matanya. Beberapa kali kulihat punggung tangan kanannya yang putih mulus dengan bulu -bulu halusnya itu menyeka air matanya. Kucoba bertanya dia tetap tak mau menjawabnya. Justru dengan kebungkamannya aku menyimpan tanda tanya besar dan mencoba untuk menelisik mendalam. But finally selalu gagal.


Bertemu kembali di perpustakaan Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung (NYCU) dalam tak sadarkan diri. Dibantu beberapa mahasiswa aku membawanya ke health section room. Dia yang banyak membantuku melakukan penelitian di laboratorium kini tergeletak tak berdaya. Apakah terkena reduksi kimia kimia atau radiasi sinar x atau  apalah yang jelas aku tak bisa mengetahui secara pasti.


"Anyone please help me”, gumamnya diambang sadarnya. Tapi saat kuajak bicara dia sama sekali tak merespon. Barulah setelah pemeriksaan medis oleh salah seorang dokter kampus aku tahu kalau dia mengalami depresi yang sangat berat dan perlu penanganan medis yang serius. Keadaan itu memaksa aku tuk membuat kesepakatan yang harus ditandatangani dengan pihak medis kampus. But I don't know,  aku tak tahu pasti tentang jati dirinya. Dalam kegupuhanku kuambil bag pack yang sejak tadi tergeletak di dekatnya. Cut Laela - Aceh Indonesia, begitulah sedikit info dari ID card-nya. Padahal dia selalu bilang dari Uzbekistan padaku, rupanya dia membohongiku. Otakku berbutar kemana-mana. Adakah ini ada kaitannya dengan banjir Aceh beberapa hari ini?

Bukannya terimakasih padaku selepas dibantu malah dia memarahiku karena mengacak-ngacak isi tasnya dan membongkar jatidirinya via ID card itu. Bahkan yang lebih parah penulisan jurnal kami berdua dengan sepihak dia melarangnya. Jurnal ilmiah yang menggunakan 3 bahasa itu sejatinya begitu prestisius bagi kami. Padahal sudah tinggal simpulan saja. Dia memboikot karya itu dan memblokir semua koneksi sosialku dengannya. 

 "Don't you know that his blood flows into your body during the blood transfusion because you were severely anemic yesterday?" , salah seorang temannya menegurnya. 

"Actually?"

"Sure"

Akhirnya dia menangis sesenggukan meminta maaf sambil melabuhkan wajahnya di ribaanku. " Maaf otakku lagi kacau", katanya sambil menarik tanganku ke pipi kanannya. 


____

Bondowoso, 29 Desember


2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...