MIDNIGHT RAIN LAST DECEMBER
Pak Tyqnue Azbynt
Gagal didapuk sebagai ASN P3K Paruh waktu membuatku terguncang. Walau gaji tak seberapa tapi pengakuan sebagai budak negara menjadi kebanggaan namun sayangnya aku gagal gegara kinerjaku dianggap berjeda selama setahun tak perpanjang kontrak kerja. Aku kaget bukan main karena setahuku aku sudah 7tahun lebih mengabdi di sebuah sekolah dasar itu. Demi mencari tahu aku pun menanyakan ikhwalnya ke BKPSDM ternyata benar adanya, dan berarti kepala sekolahku tak menandatangani berkas yang secara reguler selalu diajukan tiap tahun, justru di dua tahun terakhir ini nihil. Walhasil aku kecewa dan malu ditanyakan semua teman-teman seperjuangan.
Malam penuntasan tahun kuhibur diri dengan bakar-bakar tofu srimp, tofu meatball, balado sausage, dan banyak makanan beku yang aku bawa ke pojokan alun alun. Eits kalau ada teman datang bisa berbagi tapi kalau orang umum ya aku jual deh. Dan ...benar saja teman-teman sejawatku justru merayakan tahun Baru sembari tasyakuran atas lolosnya P3K PW-nya. And finally kujadikan malam itu sebagai me time walaupun sambil jualan ya biar ngehibur diri dengan cuan. Dilalah lumayan juga untuk sekedar beli HP premium.
Jelang titik 00 ternyata hujan datang tiba-tiba, dan banyaklah orang mencari teduhan secepatnya, termasuk di lapakku yang hanya diteduhi mini camp. Seorang bapak-bapak dengan putrinya sekitar usia SMP _nunut ngiup_di tendaku. Dari situlah aku tahu kalau bapak tersebut kepala bagian di Dinas Pendidikan yang rupanya sering melihatku kalau mendampingi kepala sekolah saat entri laporan digital. Tentu saja beliau menanyakan hal P3K PW padaku. Aku sampaikan apa adanya dan memilih resign dari tempat tugas. Beliau hanya heran dan menyayangkan kejadian itu. "Bukannya adik dulu yang menyiapkan segala sesuatu yang berkait dengan meta visual mantan kepala sekolah lama, tuk workshop ke Australia?", tanyanya meyakinkan dugaannya.
"Nggeh betul bapak, saya memang lulusan administrasi bukan lulusan guru tapi berkaitan dengan digital ya saya sudah punya sertifikat Nasional, sertifikat videografi dari UI,dan beberapa lagi yang lainnya"
"Punya studio?"
"Enggih sudah ada Siup-nya resmi"
Dari perbincangan itu beliau turut prihatin padaku. Dilalah sang anak yang sejak tadi _nguping_ justru meminta peringatan ulangtahunnya agar dibuatkan epic videografi. Walhasil kami sepakat untuk membuatkan video perayaan ultahnya besok sorenya di wana wisata lokal "Teduh Glamping" di dataran tinggi Bondowoso. Saya hanya meminta biaya 2 juta karena kami harus bawa 3 orang kru ke tempat itu, namun si Bapak justru transfer ke rekeningku 10 juta, katanya sih sebagai tebusan kesalahan kepala sekolah yang telah memperlakukanku kurang adil. Walaupun saya menolah TF nya namun beliau justru memaksa dan akan memerintahkan sekolah -sekolah SMK agar magang ditempatku. Dan Hujan tengah malam di akhir Desember memberikan cerita lain menuju profesiku non ASN dan tak akan lagi menjadi budak negara.
____
Bondowoso
30 Desember 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar