Total Tayangan Halaman

Senin, 01 Desember 2025

PAGAR SEBELAH

 PAGAR SEBELAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Sejenak kupandangi jalanan yang kulewati tampak seperti biasanya. Ada beberapa lubang menganga seakan hendak menelan semua air hujan yang tumpah menjelang siang. Oktober kadang hujan menyerta angin dan menumbangkan pohon-pohon. Dalam diam saat kupandangi jalan di kota kecil itu kudikejutkan seorang wanita setengah baya. Sapanya mengagetkanku seraya menyomasi agar ditraktir ngedai sejenak. Ajakannya kutolak dengan halus karena aku harus segera pulang tuk menetik beberapa tugas yang belum kelar. "Pokoknya aku minta traktir, kalau tidak berikan aja aku parcel, masa sih pas ultahku tak diberi hadiah", katanya ketus-ketus manja. Aku hanya menjempolkan jari sebagai tanda setuju. 


Selepas salat asar kuberanjak ke teras rumah tuk mengerjakan tugas yang belum terselesaikan. Di teras lebih terasa santai, disapa semilir angin dan juga kicauan Si Qiu Qiu podangku. Beru bebapa paragraf kutulis tugas literasi dari penerbit tahu-tahu ada pesan masuk dari si dia agar dibelikan blue Jeans dengan nomer 28. Kubuka saja pesan itu tanpa aku balas, lagian aku sedang serius kejar tayang pekerjaan. 


Beberapa hari berikutnya aku diajak teman-teman tuk shoping di boutique milik cafe yang kebetulan menjadi tempat kami mengadakan event "Memperingati Bulan Bahasa", sontak saja aku teringat wanita yang sempat memanja itu. Tanpa ba-bi-bu ya aku pilihkan saja blue Jeans yang dia pesan. Finally sebelum aku pulang sudah kukirimi pesan si dianya bahwa request-nya sudah kuindahkan. Selepas Maghrib kusampaikan agar menemuiku di dekat rumahnya lagian aku hendak beli gorengan di petang itu. Semua kuanggap akan biasa saja tapi ternyata dia lompat pagar hingga roknya tersangkut pagar. Dan lututnya memar dengan rembesan luka sebesar uang koin seribuan. Dalam remang masih saja tampak wajahnya meringis kesakitan. "Gimana ne biar tak mewek gitu aku bisa bantu apa?" Tawarku. "Bopong dong ke kursi teras itu" Sontak saja kulakukan pintanya, namun yang membuatku sedikit kaget saat dia menggigit bahuku sembari berkata "aku gemes". Kutarik hidungnya sambil kuisengi "awas kucium kau". "Emang aku takut? " Timpalnya. Dan malah menyodorkan pipi embemnya.

___

Bondowoso, 1 12 25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...