DUA JAM MENAHAN PIPIS DI ATAS LANGIT
Pak Tyqnue Azbynt
"Bapak ibu, silahkan pakai sabuk pengaman, cuaca sedang tidak bersahabat dan untuk sementara toilet di-lock tidak bisa digunakan", begitu pengumuman dari pramugari. Semula aku anggap ini biasa dan normal. Tapi saat pengumuman berlanjut, agar semua tirai ditutup, lampu dimatikan, dan lampu exit di lantai kapal sudah menyala, perasaanku sudah mulai was-was. Ditambah lagi komunikasi antara pilot, awak kabin dan pramugari dalam English bahwa pesawat mengalami turbulensi yang lama. Walaupun tidak sampai mengacak-acak koper kabin barang bawaan di rak pesawat, tapi perasaanku mengatakan bahwa ini sedang long trouble.
Sisi kanan kiri kuberitahu bahwa kapal sedang turbulensi, kusarankan agar banyak berdoa. Jawaban mereka malah santai bahwa mereka sedang diundang oleh Allah SWT tak mungkin akan ditelantarkan.Aku kesal dengan tanggapan mereka, akhirnya kupilih berdoa sendiri sembari ngebayangin kemungkinan terburuk yang akan menimpa dan harus berbuat apa.
Setelah lewat dari dua jam barulah lampu mulai menyala dan toilet mulai unlock. Nah, saat pramugari memberitahu bahwa seat belt boleh dibuka dan toilet sudah bisa digunakan. Bayangkan!, sudah berjam-jam kebelet pipis akhirnya berebut antre masuk. Cilakanya prilaku orang +62 kadang susah diberitahu, bahwa jangan banyak menggunakan air, tetap saja basah-basahan. "Oh my God, It's wet lavatory", kata pramugari pada dirinya saat melihat lantainya basah. Berkali-kali dilap pakai kanibo dan tisu, tapi lagi-lagi basah. Akhirnya dia mengumumkan ," three lavatory are inoperative, mohon maaf bapak ibu, 3 toilet tak bisa digunakan". Wajar saja dan kebayang capeknya dia, berkali-kali ngelap dan berkali pula basah, padahal di bodi pesawat banyak serat fiber yang rawan korsleting listrik. Setelah kubilang ke teman-teman penumpang mereka hanya jawab sekenanya, "lah itu tugasnya kan, lagian kita sudah berjam-jam kebelet pipis di atas langit". Yang menimpali santai," ah ribet amat, kapan lagi kita bisa pipis di atas langit".
____
Sub-Med, Juni 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar