Total Tayangan Halaman

Minggu, 04 September 2022

Ra Penting Ijazah Kui

 


RA PENTING IJAZAH KUI

Pak Tyqnue Azbynt


15 tahun mengabdi di sebuah Sekolah Dasar boleh dikata telah lumayan lama apalagi hanya berstatus sebagai guru honorer yang bergaji 150.000,- hingga maksimal 300.000,- . Usia kian merambat tua dan sudah mengepalai rumah tangga gaji segitu taklah cukup untuk sekedar makan. 


Angin surga berita P3 sebagai aparatur negara tak akan mungkin menjamahnya karena spesifikasi ijazahnya tak sesuai. Dia yang lulusan prodi administrasi politik jelas telah menutup pintu  menuju P3. Memang semula dia hanya sebagai operator sekolah  lantaran keahliannya di bidang IT, juga kreatifitasnya yang tinggi, alasan itulah dia dicintai kepalanya. Karir sang kepala menanjak dan menempati jabatan yang lebih tinggi, sementara di sekolah itu hadir kepala baru. Tak termasuk dalam data Dapodik memang sudah keniscayaannya, tapi masa kerjanya yang dipangkas dan hanya dihitung 4 tahun telah menjadikannya dengan terpaksa  meninggalkan anak-anak didik yang sudah biasa dibersamainya. 


Kasihan juga jika melihat  semua temannya telah berseragam aparatur negara, sementara dia memilih diam di rumah dan mencumbui laptop satu-satunya yang dipunyainya. Bersama beberapa pemuda, dia membuat cerita-cerita parodi yang dikontenkan di channel YouTube-nya. Semula kuanggap hiburan belaka, tetapi ketika membuat Photo Studio,  Art Cinematography, dan Rocording Sudio, pandanganku mulai berubah. Aku menganggapnya masih normal dan tak fenomenal, tapi ketika beranjak membeli mobil, aku yakin bahwa itu hasil dari konten YouTube-nya.  " Dik... subscribernya kan tak seberapa, memangnya sudah bisa menghasilkan banyak cuan...?", tanyaku.

" Oh gak seberapa kok mas, tapi Alhamdulillah ada-lah untuk biaya masak dan cuci baju. Saya dulu terobsesi ingin jadi guru yang baik dan profesional tapi menyakitkan di dada mas. Sementara ini setelah kami bagi dengan tim, penghasilan bersih saya kurang lebih 10 jutaan perbulannya", pungkasnya.

Jawabannya membuatku kaget, ternyata gajinya justru melebihi gajiku yang sebagai PNS. 

___

Bondowoso, 4 9 22

Kerja kreatif kadang mengesampingkan sertifikat bangku kuliah, tapi ijazah tetaplah penting sebagai bukti bahwa kita mau berbuat sesuai dengan standard yang dimaui oleh lembaga tempat kita kerja.

Jumat, 02 September 2022

MENCURI NASI TAHLILAN

 


MENCURI NASI TAHLILAN

Pak Tyqnue Azbynt


Semestinya sebelum pukul 12.00, kami berangkat ke gedung BANDIKLAT di Surabaya untuk segera check in dalam Diklat CPNS Golong III angkatan ke 29 tahun 2005. Gegara prosesi pelepasan dari Bapak Bupati, akhirnya mulor hingga pukul 13 lewat. 


Kami pun  berangkat dengan tergopoh-gopoh, bahkan tanpa shalat dhuhur. Kami sepakat untuk menjama'-ta'khirkan di kota Probolinggo. Benar saja waktu Ashar hampir berakhir kami  masih diperjalanan, sedangkan shalat masih belum dan perut pun sudah meronta minta sapa makanan. Nasip kami benar-benar sial, segala sesuatunya tak sesuai rencana. Kembali terburu untuk shalat dan selepas itu barulah mencari warung nasi untuk charging perut yang sudah mulai low bat. Uang yang semula dikumpulkan ke bendahara kelompok tertinggal di meja BKD kabupaten.  Gegara itulah si Anik sang bendahara gelisah, beraninya hanya bilang padaku. Setelah kusampaikan ke ketua kelompok, dia tak mau tahu karena tak sanggup mendanai uang makan sebanyak 20 orang, bahkan tak seorang pun dari kami yang menyanggupinya.


Shalat jama' ta'khir usai kami lakukan, tinggallah saat makan yang harus segera ditunaikan. Si Anik Susanti mulai tampak gelisah. Tak tega rasanya aku melihatnya. Sekitar 10 meter dari masjid itu tampak orang pada ramai datang dari pemakaman. Salah se orang yang datang dan shalat  di masjid tempat kami shalat rupanya masih  keluarga almarhum. Dari situlah kusempatkan bertanya siapa yg meninggal. Rupanya mantan pengurus NU yang sangat dihormati masyarakat. 

" Oh kami juga Nahdiyin bapak, bolehkan kami ikut mentahlili beliau almarhum sebagai tanda ukhuwah nahdiyah kami?", pintaku. 

" Owh munggo, dengan senang hati kami persilahkan, ini sebuah kehormatan bagi kami", pungkasnya. 

Niat tahlilanku sudah tendensius karenanya ketika aku disuruh menjadi imam tidak mau. Kang Rohim-lah yang menjadi imam. Ya Allah yaa Kariem, seusai tahlilan nasi biryani di beberapa nampan  keluar. Tampak sumringah sambutan bahagia keluarga almarhum atas dedoa kami, dan kami pun tersenyum senang saat perut terisi sajian ala India itu. 

___

Bondowoso, 2 9 22

Wanita Seberang Sungai

 


WANITA SEBERANG SUNGAI

Pak Tyqnue Azbynt


Tiap kali aku menatapnya selalu saja dia menghindar dan menjauh dariku. Rasa-rasanya tak ada yang salah denganku. Tapi karena kejadian itu sudah menjadi habitual karenanya aku telisik lebih jauh tentang wanita itu. 


Sesekali aku lihat wajahnya yang hanya tampil semacam.siluit di sebuah akun medsosnya,  dan itupun hanya tampil dalam sekilas waktu. Di sebuah minimarket aku yang sedang asyik menelpon seseorang dalam ketidaksadaran aku menabrak seorang wanita hingga terbengkalailah semua belanjaannya. Aku hanya meminta maaf pada wanita yang bermasker itu. Anehnya dia tak terlihat panik, atau marah. Sampai di kasir aku hendak membayarkan semua belanjaannya sebagai penebus kesalahanku, namun dia menolaknya dengan halus. 


Keluar dari minimarket itu kembali kami bertemu dan dilalah motor kami berdampingan. Semua berjalan biasa saja, tapi ketika dia menghidupkan motornya kunci kontaknya terjebak dalam jok motor saat memasukkan dompetnya. And finally, motor tak bisa nyala. Untuk kali ini aku menawarkan untuk mendorong motornya dengan kakiku. Tak jauh ternyata hanya sekitar 300-an meter dari minimarket itu. Di sebuah rumah seberang sungai rumahnya kulihat seorang anak perempuan kecil sedang menunggunya. Namun sebelum aku berpisah dia sempat berujar, " Mas kan yang sering menatapku? ", kekata itu membuatku penasaran. Akupun pulang tanpa menelisiknya lebih jauh. Sesampai di rumah ketika membuka akun Instagram kulihat ada pesan gambar yang ternyata foto belanjaan yang berserakan dan diberi tulisan, " Mas harus minta maaf secara resmi ke rumahku, akan kusandera kamu hingga bertekuk lutut di hadapanku". Yassalam ternyata dia adalah wanita yang sering berpaling dan menghindar saat aku menatapnya. Ah tahu gitu kucubit pinggangnya agar marahnya bertambah-tambah. 

____

Bondowoso, premio September 2022

Rabu, 31 Agustus 2022

Menemukan Rindu yang Tersandera

 


MENEMUKAN RINDU YANG TERSANDERA

Pak Tyqnue Azbynt


Bertahun sudah kubiarkan jejakku di kaki Argopuro. Semenjak menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi swasta, nyaris catatan-catatan cinta kami terbenkalai gegara perbedaan pandanganku dengan orang tuanya. Kenyataan itu menjadi kian hilang sejak perjodohannya dengan perangkat desa di desanya. 


Agustina gadisku lebih memilih tetap di desanya sebagai guru sebuah SD Negeri sedang aku memilih melanjutkan studi di luar kota. Sejak saat itu hubungan kami patah seketika, tanpa berita dan aku memilih membunuh rindu yang dulu pernah menyanderaku. Selepas S2-ku, sebuah perguruan tinggi swasta telah menampungku tuk menjadi budak penjaja ilmu.


Agustus ini aku pulang kampung. Ternyata anak-anak bangsa di desaku telah mendaulatku menjadi narator dalam gelaran Pawai Budaya Bhumi Argopuro. Berada 1 nomor dari nomor terakhir membuat kami lelah sebelum berjalan karena masa tunggu yang lama. Dari sisi sebelah kiri kami ada salah seorang peserta dari desa sebelah yang kebetulan sebagai maskot itu dibopong ke depanku. Sambil dikeplok-keplok yang diiringi lagu ulang tahun gadis itu didorong-dorong ke hadapanku. Karena macaknya yang ala Ratu aku tak tahu siapakah gerangan dianya. Tapi saat dia tersandung dan jatuh di tangkapan tanganku aku seperti mengenal suara manjanya. 

" Agustina?", Tanyaku sepontan.

" Benar mas...apa masnya masih ingat bidadarimu yang dulu?, Aku masih jomblo dan tetap menunggu kangmas...", pungkasnya sembari menempelkan gambar bibir yang berlipstillk merah itu di dada kiriku.

___

Kaki Argopuro, Ultimo Agustus 2022

Selasa, 30 Agustus 2022

Pulang Kampung

 


PULANG KAMPUNG

Pak Tyqnue Azbynt


Nyatanya rinduku masih ada walaupun sudah berpuluh tahun melepaskan diri dari tuba senyumnya. Anak gadis berkacamata sebelah rumahku itu mesih saja menjadi mahluk yang meyintas rinduku sejak dulu. Di tempat belajarku bukan tak ada bidadari-bidadari cantik, banyak bahkan dari berbagai daerah dengan keimutan sendiri-sendiri. 


Dhini ya panggil saja Dhini. Gadis bernama Novia Dwi Andhini itu masih bersarang di pojok hatiku. Mendengar kabar bahwa dia telah dipersunting lelaki dari kampung sebelah telah membuatku mati gairah di bangku S2-ku. Teori-teori yang dipelajari menjadi noktah-noktah yang lamur dan sulut kucerna. Apakah kecemburuan ini harus merusak toriqah ilmiyahku? Jangan! Jangan sampai terjadi agar ratusan juta yang telah kukeluarkan demi cita-cita tak hanya sekedar memperoleh gelar saja. Ilmuku harus bernas berisi. Begitu bantah otakku, tapi nyatanya aku kalah. 


Dari Songkla University Thailand aku memaksa pulang demi melihat gadis yang telah dipersunting orang lain. Ah nekat yang sia-sia. Tiba di kaki Argopuro sebuah desa yang sejuk itu menjadi keasyikan tersendiri. Kujabat semua tangan orang-orang di rumahku. Dan...benar saja Dhini benar-benar telah berubah, dia sama sekali tak menampakkan batang hidungnya. Hatiku terasa hampa dan merasa pulang sia-sia. Selepas shalat Ashar kulihat sulur-sulur anggrekku yang hijau ranau dan ginuk-ginuk. Di tengah keasyikanku, dari belakang ada tangan yang menjulur dan memelukku erat-erat. "Kang...aku kangen kakang, aku pengen naik sepeda menyusuri jalan kampung berdua bagai dulu ", pintanya. Aku terhenyak seketika kala Dhini merepek manja. "Tapi kamu kan sudah berjodoh dengan orang lain ", sergahku. 

"Aku tak peduli pokoknya aku hanya ingin denganmu kakang", gerutunya dengan wajah sedikit ngambek. " Kalau kakang masih cinta ma Dhini? hayo kang perjuangkan !" Pintanya memaksaku. 

____

Kaki Argopuro, 30 8 22

Senin, 29 Agustus 2022

PE and MAY



 PE and MAY

Pak Tyqnue Azbynt


Perseteruan dua cewek antar negara ini menjadikan penyemarak Ome Tv Internasional. Saling bully tapi tidak rasis dan hanya seru-seruan belaka. Seperti tanpa beban bagi kedua cewek Turki vs Indonesia ini membuat heboh jagat Ome Tv internasional.


Takdir pertemuan kedua cewek imut itu bertemu saat sama-sama liburan ke Mandalika , bertemulah  di Mandalika Internasional Sirkuit tuk ambil gambar dengan moto spot di ajang MotoGP sembari berbelanja kuliner lokal. Saling vlog ternyata ketika mereka berpapasan yang justru tak bisa berbicara langsung tanpa Google translator, apalagi Pe yang bahasa Inggrisnya belepotan itu. Akhirnya hanya saling senyum saling tatap dan akhirnya berpelukan juga walaupun hanya dengan bahasa terbata-bata dan bahasa isyarat sebisanya. Untungnya dibersamai oleh Mas Vicky sebagai photographer-nya. Kedua cewek beda bangsa itu punya kegemaran yang sama, travel dan berburu kuliner yang asing bagi mereka. Tapi, saling bully di dumay ternyata tak sama di dunia nyata, mereka justru sangat kikuk saat berdialog. Dan inilah yang membuatnya berakhir saling badmood dan menjadi travel yang membosankan.


Akibat angin yang sangat kencang, May dan temannya tak bisa mengambil gambar, berkali-kali tripodnya dijungkalkan angin. Dengan langkah sedikit ogah-ogahan Vicky photographer Pe itu bela-belain tuk membantu May dan temannya. Mungkin karena kelelahan si May ambruk terkapar di depan pitlane sementara temannya yang sama cewek itu tak.mampu berbuat apa-apa. Dan lagi-lagi Vicky harus membopongnya. Antara sadar dan tidak Vicky justru merasa iba. Perlahan dilonggarkan kerudung May si gadis Turki itu demi memberikan peluang udara segar ke tubuhnya.  May tersadar dan marah-marah dengan bahasa Inggris, cilakanya Vicky justru tahu dari kata-katanya. " Please move overthere, You're not my husband...”, Katanya ngasal aja. "But I Will be..., I'm so glad to help you, because You are look like the angle...", jawab Vicky dengan segera.  Gegara moment itulah kini May and Pe justru menjadi musuh "bully" ipar yang mengasikkan.

Kamis, 25 Agustus 2022

Malam Pertempuran

 


MALAM PERTEMPURAN

Pak Tyqnue Azbynt


Kuingat hari itu pas Senin Pahing selepas lohor, kami masih asyik corat-coret di atas tanah mengatur strategi. Gambar arah penyerangan sudah disepakati oleh kami para gerilyawan. Malam harinya akan bergerak menuju tangsi meliter kompeni di tengah kota. 


Shalat magrib di mushala pesantren desa kami diimami oleh Kiyai Abdullah Syamsul Arifin. Kami semua minta restu pada beliau dan tak lupa juga minta disuwuk agar kami dilindungi oleh Allah. Satu persatu diberikan secangkir air untuk diminum dengan didahului pembacaan Fatihah. Selepas itu semangat juang kami bertambah.


Langkahku terasa berat saja saat hendak berangkat berjuang, karena istriku seperti hendak melahirkan. Aku benar-benar pusing, karena aku sebagai pimpinan laskar dan tak mungkin aku lalaikan tugasku. Namun restu dari istriku sedikit melegakanku. 

"Kakang silahkan minta petuah dari wak Kiyai tentang situasi ini ", katanya sambil mencium dadaku dengan manjanya. Akhirnya aku meng-iyakan pintanya. 

" Le... Dul Koliq berangkat saja biar istrimu ditemani oleh Mak Nyaimu, tapi insyaallah bentar lagi istrimu dah lahir...pulanglah anakmu sudah menunggu, beri nama dia Satrio Palagan", pintanya. Dan benar saja pas aku pulang, tangisan bayi sudah menyambutku. Malam itu kami berangkat berjuang dengan disemangati anak dan istriku serta Kiyai Abdullah.

__

Bondowoso, 25 8 22

Jumat, 19 Agustus 2022

Ustaz Zain

 


USTAZ ZAIN

Pak Tyqnue Azbynt


Selepas Zuhur kami masih saja leyeh-leyeh menuntaskan malas yang biasa menjajah semangat para kuli ilmu. Tetapi beda dengan Ustaz Zain yang sudah terbiasa melayani anak-anak muridnya dengan penuh ketelatenan. Membersamai saat bersih-bersih, saat menunggu makan dan lainnya sudah menjadi habitualnya. Beberapa bulan ini tampak kali perubahan dari kebiasaan anak-anakku. 


Sebagai orang yang cukup berumur aku merasakan betul gelagat dari beberapa dewan guru yang tak menyukainya, dan menganggapnya tak permisif pada anak-anak, juga dianggap terlalu otoriter. Mereka menganggap tak memerdekakan anak. Namun ustaz Zain justru menganggap anak perlu diayomi, dibersamai karena kemerdekaan itu butuh komandan yang mengomandaninya. 


Ustaz Zain yang hanya S1 itu menjadi terpojok dalam ruang rapat dewan guru, gegara ada beberapa guru yang dari sisi stratanya di atasnya merasa lebih mampu. Meraka rata-rata S2 dan merasa konsep-konsep pendidikannnya lebih visioner dan lebih memerdekakan. Akhirnya  ustaz Zain lebih mengalah walaupun sejatinya dia beranggapan bahwa anak didiknya adalah anaknya sendiri. Dia lebih pasif dari biasanya namun justru semenjak itu sekolah kembali menjadi kotor, pembelajaran lebih banyak delay dan cendrung main-main. 

____

Bondowoso, 19 8 22

Kamis, 18 Agustus 2022

Black Sumatera Ilham

 


BLACK SUMATERA ILHAM

Pak yqnue Azbynt

          Sore iu mendadak wajah Ilham macam mendung di senja hari saja. Tak ada senyum tak ada tawa, mulut merengut dengan tatapan kesal. Beberapa kali ibunya bertanya, namun tak sedikitpun diindahkannya. Sang ibu paham betul watak bocah kelas 3 SD itu. Semenjak ditinggal sang ayah dia menjadi begiu perasa bahkan naris introvert. Jika sudah begitu, tumbuhan dan hewanlah yang diajaknya untuk dicurhatinya. Tanaman anggrek pemberian ibu sahabatnya yang sudah pindah luar kota itu dirawatnya betul-betul, begitu pula ayam hitam yang diberi sopir truk yang tak dikenalnya beberapa tahun silam. 

          Tiap bangun pagi ayam dan anggreknya diajak bicara bak manusia saja. Sang ibu membiarkan kelakuan bocah kecil itu. Bebrapa anggrek Catalea dan Phaenopsis ditanamnya di pokok pohon jambu air depan rumahnya. Saat mulai berbunga seyum Ilham begitu sumringahnya, berkali-kali dilihatnya. Dengan kasih sayangnya anggrek-anggrek itu begitu suburnya. Tiap hari air cucian beras ibunya ditampung untuk minuman si anggrek itu. Kulit pisang, air kelapa, kulit telur selalu dijadiakan nutrisi untuk anggrek-anggreknya. Teori itu tahu dari Bu Alvi si pemberi bunga itu. Dan anggreknya tumbuh dengan gembul-nya.

           Selepas bercengkrama dengan tanamannya dia pun tak lupa pada sepasang ayam hitam pemberian sopir truk yang tak ia kenalnya itu. Ayam-ayamnya tak kalah manjanya dngan si anggrek, makannya selalu tomat, pepaya, jagung pun harus jagung manis. Untunglah di sebelah rumahnya ada kebun pepaya milik Pak Munir yang selalu ada buah yang jatuh. Kalaupun tak jatuh jika sudah matang selalu diberikan pada orang di sekitar kebunnya karena buah yang tua dan belum matang saja yang dipanen tuk dikirim ke luar kota.

           Ilham, hayo makan nak! Kenapa mulai tadi siang kamu kok selalu murung? Ada apa? , tanya ibunya.

           si hitam bu..., dia tak pulang kedua-duanya. Ibu jual yaa? Kan ibu mau bayar uang buku sekolahku?, jawab Ilham sambil melemparkan tembikar dengan kesal di depannya.

            Aaah enggak kok le..., memangnya tak pulang?, tanya ibunya serius. 

          Ibu Ilham mulai mengerti gelagat anaknya, tapi kok tumben si hitam tak pulang, biasanya kan selau nunggu Ilham pulang, pikir sang ibu. Dia pun curiga pada anak-anak remaja yang setengah siang sebelumnya menyabung ayam di pekarangan tetangga. Jangan-jangan sudah diambilnya. Dia mulai panik, karena sang ibu itu tahu betul kecintaan bocahnya pada si hitam. Semua tetangga telah ditanyai mengenai perihal si hitam. Tak satu orang pun tahu. Tak biasanya si hitam menjauh dari teras rumahnya, paling jauh di bawah pohon jambu dekat tanaman anggreknya. 

          Kali ini sang ibu mulai ikut merasakan kehilangan itu. Semakin terasa kesedihan ketika Ilham sudah sepekan ini tak mau sekolah. Surat teguran sekolah telah diterimanya, tapi bocah itu tak mau bergeming sedikitpun. Dan puncaknya guru kelas dan kepala sekolahnya datang berkunjung ke rumah Ilham.

          Apakah si hitam bisa kembali kalau aku sekolah bu guru?, tanyaya dengan asal saja.

          yaa pasti asal kamu sekolah besok pagi , bu guru itu meyakinkan.

Ditanyalah sang ibu tentang ciri-ciri si hitam, dngan harapan bu guru akan menggantinya dengan ayam lain.  Dan benar saja malam-malam bu guru kelasnya bela-belain berkunjung kembali dengan membawa sepasang ayam hitam yang justru lebih besar dari pada milik bocah itu. Namun sayang seribu sayang kecintaan anak pada si hitam tak bisa ditukar dengan hitam yang lainnya. 

          Untuk kali kedua bu guru kelas datang ke rumah Ilham. Tapi kali ini dia didampingi Pak RT dan Pak BABINKAMTIPMAS, dengan harapan agar bocah itu segan dan mau sekolah lagi. Namun si Ilham sudah benar-benar patah semangat. Syaratnya satu, dia akan sekolah asal si hitam kembali. 

          Bujukan Pak RT, Pak Babin dan Bu Guru sia-sia belaka. Bersamaan dengan itu HP pak Babin berdering. Ternyata panggilan dari Pak Lurah mengenai perusakan kebun hidroponik Pak Haji Nyoto yang diacak-acak pairaan warga. Karena kerusakannya itulah Pak Haji meminta ganti rugi sebesar Rp.2500.000,- Ditengarai sang perusak adalah sepasang ayam hitam. Begitulah dari pembicaraan via HP pak Babin. 

           Bu Guru kayaknya kita sudah menemukan jawabannya, tapi maslahnya malah kian rumit. Denda Rp.2500,000,- itu taklah sedikit bagi ibu Ilham yang hanya sebagai PRT itu, kata Pak Babin. 

          Wajah Ilham mulai cerah. Dia yakin kalau si hitam bakalan ketemu. Dengan segera mereka bersama-sama berangkat ke kebun sayur Haji Noyto, karena Pak Lurah sudah menunggunya di sana. Tak seberapa lama mereka pun sampai di kebun itu. Tak tampak ak ada ayam di situ. Ilham mulai curiga kalau-kalau si hitam disembelihnya. Dia kembali murung.

          Pak RT mulai menanyakan kronologi kejadian rusaknya kebun sayur Haji Nyoto. Dari perbincangan itu diketahui bahwa ayam itu terbang dari pegangan  pemuda yang berboncengan  beberapa hari yang lalu. Rupanya si hitam menyelamatkan diri dari pencurian orang asing yang bermotor itu. Untuk menyocokkan perihal ayam yang merusak itu, mulailah Pak RT menanyakan pada Ilham. 

          Ayamku itu, bulunya hitam kehijauan, mengkilat, jenggernya sumpel,pilanya kokoh, dan yang jantan di tiap kakinya ada jalu rentang 3. Dan itulah yang membedakan dengan ayam lain Pak erte.., jawab Ilham.

           duh gustiii...gimana kalau yang merusak kebun itu adalah ayammu? Kan harus bayar denda.? . Sambung Pak RT.

            tapi ayam saya tak nakalan Pak RT .

           Diam-diam Pak Babin mencari tahu tentang ciri ayam yang disebut Ilham via Google.  Dari situlah dia menduga kalau ayam itu adalah ayam Black Sumatra hewan endemik yang justru untuk mendapatkannya harus berburu ke luar negeri, karena pada tahun 70an telah diekspor besar-besaran ke Eropah.

            Le...Ilham, ayam apa yang kau punya , kuak Pak Babin.

            Ayam hitam, namanya si hitam pak.., pungkas Ilham. 

            Maksudku jenis ayam apa? . 

            Yaa jenis ayam hitam pokoknya , sergah bocah itu sdikit kesal.

            Tapi...kalau itu benar-benar ayammu, kamu harus bayar denda pada Pak Haji, jelas Pak RT.

            Ya enggaklah, kan dia ada yang bawa ke sini bukan aku.., coba deh keluarin kalau ada, ilham pengen tahu... kata Ilham.

Pembantu Pak Haji Nyoto kemudian pergi ke halaman belakang untuk mengambil sepasang ayam itu. Menurut Pak Haji, kalau ditotal kerugiannya lebih dari 4 juaan, tapi karena pemiliknya bukan orang berada, dia hanya minta 2,5 juta saja. 

            Pak Babin rupanya serius tentang jenis ayam itu. Terbukti beliau mencoba menawarkan via online setelah memotret sepasang ayam itu. Ternyata ditawar 15juta. Demi meyakinkannya beliau kemudian video call. Dan benar saja tawaran tetap 15 juta. Karena harganya yang tinggi akhirnya, Pak Babin-lah yang mengganti rugi Pak Haji Nyoto, dengan perjanjian kalau menetas anak ayamnya nanti harus diberikan pada Pak Babin. Memang ayamnya baru nelor 2 butir, tapi demi ayam endemik itu, dan demi membanu Ilham, Pak Babin pun bersedia.

        ______________

Bondowoso, 17 8 22

Minggu, 14 Agustus 2022

Nyala Bara Malam Minggu



 NYALA BARA MALAM MINGGU

Pak Tyqnue Azbynt


Tampak dari jari jauh kerlip cahaya bara api di halaman rumah si bungsu adikku. Kelebat bayangan hitam yang menghalangi cahaya itu. 2 orang lelaki tampak bagai lukisan siluit dalam bingkai remang malam di depan rumahnya. Sesekali ada yang berdiri sambil menyedot asap rokoknya dalam-dalam. 


Demi menuntaskan rasa penasaran aku langkahkan saja kakiku. Ternyata mas Cip dan adikku sedang menggoreng belalang sawah dengan tungku bata yang tampak dibuat asal saja. Dari candanya aku sedikit terhibur. Bayangkan..., belalang yang mereka goreng dijulukinya 'udang angkasa'. Canda tawa renyah menjadi penambah kehangatan malam itu. Hingga goreng belalang itu matang aku masih tetap membersamai mereka. Sajian yang rasanya lumayang aneh itu, nyatanya membuatku juga bisa menikmatinya walaupun terasa aneh.

Satu piring tuntas sudah kami lahap. Pukul 02.40 Mas Cip bergegas pulang, karena mau tahajjud katanya. Sementara kami masih asyik mencumbu rokok yang sudah lebih separuh perjalanan. Mulutku iseng saja tanya, " Dari mana idemu, malam-malam nangkap belalang and trus menggoreng gini ?". 

Dia menunduk dengan bibir bergetar, " Ini bukan camilan hiburan..., perutku mulai pagi belum kemasukan makanan sedikitpun. Ibunya anakku tak sengaja tak kuberi tahu, dia saja yang makan karena masih menyusui. Kubilang sudah makan di warung selepas beli tembakau dan beli pempers anakku. Aku tak ingin istriku beban mental karena tak ada rupiah se-sen pun tuk beli beras, soal besok tunggu rejekilah ", katanya sambil menyedot asap rokoknya dalam-dalam. Hatiku runtuh seketika melihat kenyataan itu. Begitu berat beban yang harus dijalaninya sebagai kepala rumah tangga yang masih baru. Akupun pulang saat nida' subuh berkumandang, air mataku banjir tak tertahankan. 

____

Bondowoso, 14 8 22

HIDUP DI DUA ALAM

 HIDUP DI DUA ALAM Pak Tyqnue Azbynt Motor kubejek abis hingga bajuku kiwir-kiwir digoda angin. Bayangin aja Upacara Hari Santri Nasional di...