Total Tayangan Halaman

Jumat, 02 September 2022

MENCURI NASI TAHLILAN

 


MENCURI NASI TAHLILAN

Pak Tyqnue Azbynt


Semestinya sebelum pukul 12.00, kami berangkat ke gedung BANDIKLAT di Surabaya untuk segera check in dalam Diklat CPNS Golong III angkatan ke 29 tahun 2005. Gegara prosesi pelepasan dari Bapak Bupati, akhirnya mulor hingga pukul 13 lewat. 


Kami pun  berangkat dengan tergopoh-gopoh, bahkan tanpa shalat dhuhur. Kami sepakat untuk menjama'-ta'khirkan di kota Probolinggo. Benar saja waktu Ashar hampir berakhir kami  masih diperjalanan, sedangkan shalat masih belum dan perut pun sudah meronta minta sapa makanan. Nasip kami benar-benar sial, segala sesuatunya tak sesuai rencana. Kembali terburu untuk shalat dan selepas itu barulah mencari warung nasi untuk charging perut yang sudah mulai low bat. Uang yang semula dikumpulkan ke bendahara kelompok tertinggal di meja BKD kabupaten.  Gegara itulah si Anik sang bendahara gelisah, beraninya hanya bilang padaku. Setelah kusampaikan ke ketua kelompok, dia tak mau tahu karena tak sanggup mendanai uang makan sebanyak 20 orang, bahkan tak seorang pun dari kami yang menyanggupinya.


Shalat jama' ta'khir usai kami lakukan, tinggallah saat makan yang harus segera ditunaikan. Si Anik Susanti mulai tampak gelisah. Tak tega rasanya aku melihatnya. Sekitar 10 meter dari masjid itu tampak orang pada ramai datang dari pemakaman. Salah se orang yang datang dan shalat  di masjid tempat kami shalat rupanya masih  keluarga almarhum. Dari situlah kusempatkan bertanya siapa yg meninggal. Rupanya mantan pengurus NU yang sangat dihormati masyarakat. 

" Oh kami juga Nahdiyin bapak, bolehkan kami ikut mentahlili beliau almarhum sebagai tanda ukhuwah nahdiyah kami?", pintaku. 

" Owh munggo, dengan senang hati kami persilahkan, ini sebuah kehormatan bagi kami", pungkasnya. 

Niat tahlilanku sudah tendensius karenanya ketika aku disuruh menjadi imam tidak mau. Kang Rohim-lah yang menjadi imam. Ya Allah yaa Kariem, seusai tahlilan nasi biryani di beberapa nampan  keluar. Tampak sumringah sambutan bahagia keluarga almarhum atas dedoa kami, dan kami pun tersenyum senang saat perut terisi sajian ala India itu. 

___

Bondowoso, 2 9 22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAMBAL ANGGUR MERAH

 SAMBAL ANGGUR MERAH Pak Tyqnue Azbynt  Hem MBG, MBG. Makanan bergizi gratis itu masih tersisa beberapa ompreng di pojok kantor dekat pustak...