Total Tayangan Halaman

Jumat, 12 Agustus 2022

SAPI HITAM

 

Foto milik om google

SAPI HITAM

Pak Tyqnue Azbynt


Agustusan semarak dengan multi event, dari gang, pojok kampung hingga ke lingkungan elit tanpa terkecuali. Bondowoso yang masyarakat rural taklah mungkin terlepaskan dari  atmosfer kehidupan warga desa. Hewan ternak, kebun, sawah adalah fenomena alam dan sosial yang menyatu begitu indahnya. Sapi yang banyak di piara masyarakat pun ingin tampil dalam gelaran Kontes Sapi Merdeka.


Di galangan yang sudah berkavling-kavling itu tampillah sapi-sapi sehat yang memanjakan mata bagi penyuka hewan yang satu ini. Semula aku kira hanya warga cowok saja yang merapat ke galangan itu, ternyata banyak ABG cantik yang juga ikut merapat walaupun hanya ingin narsis-narsis dan selfi ria. Dari arah tenggara kulihat 4 cewek belia  berpakaian ala cowboy dengan sumringahnya menuju area galangan. Wow cantik bingitz, begitu pikirku. 


Entah apa yang salah dengan gadis-gadis itu hingga sapi milik Pak Haji Sastro menerobos dan mematahkan bambu galangan. Sontak saja orang-orang pad berhamburan menyelamatkan diri. Animal keepernya pun bersusah payah menyiasati situasi ini. Terpaksalah pihak penyelenggara menembakkan suntikan bius untuk menangkap sapi hitam yang perkasa itu. Dan situasi pun bisa kembali tenang setelah sekitar 1 jam bergumul dengan si hitam. Semua pengunjung panik dan bajunya sudah pada kotor, tapi kotor di bajuku  justru lain dan bukan karena tanah atau lainnya. Seorang gadis narsis tersebut masih saja memelukku ketakutan, sementara wajahnya dibekapkan ke dada kiriku. Nina namanya,  setelah kutanya dia malu-malu manja setelah kutunjukkan bekas lipstik di bajuku. 

" Maafin deh yaa mas..., habisnya Nina takut, gegara aku sapinya ucul...",

" Kamu mesti bayar denda ma aku".

" Apa itu mas, pasti kulakuin  asal dimaafin", pintanya. 

Dengan sok galak kusuruh dia mendekat, " sini...!".  Lalu kucium punggung tangannya yang halus sembari aku berucap, " kamu harus jadi pacarku!". 

" Iiih nggak ah. .nggak nolak, capa takut...., Masnya kan bukan sapi hitam nakal itu.. ".

___

Bondowoso, 12 8 22

Selasa, 09 Agustus 2022

BENDERA OH BENDERA

 


BENDERA OH BENDERA

Pak Tyqnue Azbynt


Masuk awal Agustus kulihat madrasahku seperti masih tidur panjang. Tak ada bendera terpancang seperti biasanya. Hanya tiang bendera berdiri kesepian. Karena itulah kupanggil salah seorang anggota Seksi Trantib dan menanyakan perihal bendera. Memang madrasahku upacaranya pertanggal 17 aja tiap bulannya. Tapi..., di bulan kemerdekaan ini kok malah tak ada kibarannya di angkasa. 


" Kamu ke sini, dan lihat tiang bendera itu ! Sekarang bulan apa! ", sindirku padanya. Dia pun menyadari keteledorannya, tapi sayang seribu sayang bendera itu telah raib dari etalase OSIS. Aku memintanya untuk bertanggung jawab, dan aku tak.mau tahu. Besok pagi harus sudah berkibar. 


Pagi menjelang, saat Garda Wiyata ( SATPAM Madrasah ) menguak pintu sudah kulihat bendera besar masih baru dengan bahan kain satin tebal berkibar dengan gagahnya, bahkan sampai-sampai tiangnya bergoyang ketika digoda angin. Demi mengapresiasi atas kerja sang Sei Trantib, kupanggil dia dan dihadapkan pada pengasuh pesantren yang menaungi madrasah kami. Aku berharap beliau berkenan memberikan penghargaan padanya, karena kas OSIS untuk beli bendera sudah tak ada, justru dia bisa mengupayakannya. 

" Namamu siapa dan sebagai petugas apa?", Tanya Kiyai ( pengasuh ).

" Syarif, Abuya", jawabnya.

" Saya bangga padamu bisa mengupayakan pengadaan bendera itu, dan sebagai tanggung jawabmu telah kau tunaikan. Tapi ngomong-ngomong dari mana kamu dapat bendera yang apik itu".

" Anu...anu Abuya, saya mencuri di halaman Pegadaian dekat alun-alun, selepas subuh tadi ". Jawabnya ketakutan.

" Lho kok bisa kan dekat pos Polisi?", Imbuhnya sudah mulai tampak jengkel.

" Enggih Abuya...di sana benderanya gak pernah dientas, siang malam selalu ada di tiangnya, tak ada petugas yang menaikkan dengan upacara". Antusiasnya tanpa menyadari bahwa pangasuh sudah mulai marah. 

" Kamu besok pergi ke kantor pegadaian dengan membawa bendera itu, dan jangan lupa lapor serta minta maaf",. 

Aduh duh duuuuuh, aku jadi malu, mangkel, dan bingung atas kenekatannya itu.

___

Bondowoso, 9 Agustus 2022

FIDA Kemerdekaan yang Tersandera

 




F I D A 

Kemerdekaan yang Tersandera

Pak Tyqnue Azbynt


Menjadi pembelajar adalah cita-citanya sejak masa kecil dulu, semua jalan telah dia tempuh hingga gelar sarjana pendidikan diraihnya. Ustazah Fida begitulah murid-murid memanggilnya. Maklumlah dia dipanggil ustazah karena dia dari keluarga pesantren, wajar walaupun mengajar di SD Negeri masih saja dipanggil ustazah. 


Menjadi guru tidak tetap dengan gaji ala kadarnya tetap saja dia syukuri bahkan dia tetap bangga dengan mengenakan seragam ala PNS. Ibu muda yang sudah punya anak seusia SD ini harus memenej waktunya dengan baik, apalagi anaknya disekolahkan di sebuah madrasah ibtidaiyah yang tentunya sidak dibersamainya. Namun justru malang menimpanya, sang kepala sekolah justru menggap Fida tak bekerja sepenuh hati di SD-nya, lantaran anaknya harus sekolah di madrasah. Bu kepala tak memakluminya, akan basicnya dia dari keluarga pesantren. Dengan tekanan phsikhis  harus dijalaninya. Dikeluarkan dari grup WhatsApp guru dan wali murid telah benar-benar menyudutkannya. Perjuangan dengan inovasi edukatif, pembuatan media pembelajaran yang update serta memudahkan anak tak dihargai oleh sang kepala. Bukanlah alasan yang tepat kalau menjadikannya sebagai bullyan karena di sekolah itu sudah overload siswanya. Tapi begitulah kadang keotoriteran masih saja menjadi bagian dari mental pemimpin. 


Suatu siang Bu Fida lebih memilih pergi ke perpustakaan tinimbang ke ruang guru karena khawatir Bu kepalanya juga ada di situ. Sebagai wali murid aku yang sedang membuat lukisan di beberapa spot sekolah itu tahu betul situasi yang tak memerdekakan sang ustazah. Saat itu sedang ada kunjungan pejabat dari propinsi, beliau melihatku yang sedang berperan sebagai  masyarakat peduli pendidikan ditanyakan banyak hal. Kesempatan itu kusampaikan bahwa ada yang lebih peduli dariku yaitu salah seorang guru yang berada di perpustakaan, walaupun hanya guru tidak tetap tapi inovasinya patut diacungi jempol. Dilalah sang pejabat malah mantan santri dari abah Bu Fida. Dengan santun sang pejabat menyalami Bu guru itu. Dari perbincangannya kuketahui agar Bu Fida pindah ke lembaga yang ia kelola, agar menjadi Kepala Sekolah. Swasta memang tapi sekolahnya sangat bonavide. 

_____

Bondowoso, 9 Agustus 2022

Minggu, 07 Agustus 2022

Agustusan

 AGUSTUSAN

Pak Tyqnue Azbynt


Kibaran bendera Merah Putih selalu saja melambaikan pesan cinta padaku. Di gelaran Agustusan itu kurekam jelajah cintaku yang teramat dalam.


Tanggal 1 Agustus multi event telah bermula, dari pojok-pojok kampung hingga ke halaman istana. Bagiku ini adalah bentuk kesyukuran yang patut diapresiasi. Medio Agustus kian menjadi penoktah rindu, mulai tanggal 14 yang selalu saja ada perkemahan antar sekolah di Bumi Perkemahan Tasnan Bondowoso. Di gelaran itu sanggaku selalu bikin heboh dengan berbagai kreasi dan tampilan super gokil. Rival abadi kami adalah SMK 1 yang hampir semuanya wanita  maklumlah kejuruan tata boga dan tata busana. Anggotanya yang manis-manis plus sedikit barbar. 


Masih kuingat saat jurit malam, tepatnya malam Jum'at dengan godaan angin yang lumayan kencang. Percikan api unggun yang menjajah tenda kecil di depan tenda utama anak SMK itu dijajah percikan api yang dibawa angin. 2 anak SMK yang sedang jurit panik karena retsluiting doornya sudah ditutup rapat, saat dipanggil-panggil tak satupun temannya menanggapinya. Tak ada air yang bisa dijadikan pemadam, akhirnya salah satunya menghubungi kami  sangga putra. Segera saja aku bangunkan beberapa teman dengan membawa beberapa handuk yang sudah diguyur air. Dengan cepat  kami bisa mengatasinya, namun saya Laila salah satu dari sangga SMK itu jatuh pingsan karena kelelahan. Bersamaan dengan itu ada keamanan yang sedang patroli, tanpa tanya mereka membawa kami dan menginterogasinya karena merambah ke sangga putri.

Kami di tahan di post kakak panitia hingga esok paginya. Usai subuhan kami diintrogasi lebih mendetail, cilakanya justru Laila bikin issue bahwa dia pingsan gegara dicium aku. Laila kembali ke tendanya sedang aku dihukum panitia. Tapi sebelum kembali ke tendanya, Laila sempat menuliskan pesan pada kertas notebook kecil, " aku sengaja memojokkanmu untuk menguji kesabaran, jika kau marah datanglah ke rumahku selepas kemahan....kan kusampaikan pada orang tuaku bahwa aku mencintaimu karena telah tulus menolongku saat kebakaran di tenda".   

Marahku tak jadi, justru aku bahagia diuji Laila. Malam 17 Agustus aku bertamu ke rumah Laila, namun sebelum dia mempersilahkanku masuk, di pintu depannya dia mencuri pipiku ...dan ciuman nakal itu tak pernah kulupakan.

___

Bondowoso, 7 Agustus 22


022

Sabtu, 06 Agustus 2022

Sungai



 SUNGAI

Pak Tyqnue Azbynt


Mendengarkan canda air ada perasaan tenang di hatiku. Riak-riaknya saat mencumbu batu dan bibir sungai itu selalu saja berkecipak lagukan damai. Dulu aku sering mengadukan keluh kesahku pada aliran air di sungai itu. 

Bertahun-tahun sudah aku tak bermain di sungai gegara kesibukan yang mendera-dera. Tapi kali itu aku benar-benar ingin melepaskan semua kesibukan yang menyanderaku. Aku harus pulang kampung tuk bertemu dengan sungai tempatku dulu melepaskan segala gundah. Sesampai di kampung kutemui sungai itu, kupandangi kelok tubuhnya, bibirnya yang selalu basah dicumbu air. Tak banyak berubah, bahkan cenderung rerumputannya tambah lebat, sementara beberapa pohon dipinggirannya sudah hilang entah kemana. Kutemui kembali dia tuk melabuhkan segala rasa.

Sudah tak banyak orang mencuci ke sungai karena sudah tiap rumah ada MCK, walaupun ada di pedesaan. Namun airnya masih bening seperti dulu. Wajarlah khas pedesaan yang berada di kaki gunung. 


Entah sudah berapa lama aku menikmati belaian angin dan celoteh riak air, pandanganku tertuju pada seorang wanita yang dengan tenangnya menyusuri bantaran sungai itu. Andai saja dia Nawang Wulan maka kan kupaksa aku menjadi Jaka Tarub, lalu mengintip dari semak-semak dan kunikmati kemolekan tubuhnya. Aaah hayalku terlalu jauh, dia orang biasa kok; tapi kok cantik jelita?. Perlahan kufokuskan pandanganku, ternyata dia Jamilah anak Haji Syukri yang pernah ngaji selanggar denganku. Yassalam wajahnya tetap saja ayu alami bagai dulu saat sering kuusili. Aku pura-pura saja tak melihatnya lalu kulemparlan batu sekepalan tangan dan memerciklah padanya.

" Astaghfirullah..., Kang Dullah yaaa?...huh tetap aja nakalan kayak dulu..", gerutunya sembari melempari aku dengan kerikil. Saking nafsunya sampai dia tercebur jatuh ke sungai, dan kakinya kramp karena terbentur batu. Terpaksalah aku dapat bidadari yang terjatuh. Dengan pura-pura menyesal atas kelakuanku, dia kugendong menuju rumahnya. Ternyata sungai yang kurindu mempertemukan aku dengan bidadari teman ngajiku dulu.

___

Bondowoso, 6 Agustus 2022

Kamis, 04 Agustus 2022

Penyintas Rindu



 PENYINTAS RINDU

Pak Tyqnue Azbynt


Sudah lebih dari 30 jerawat di pipiku proklamirkan rindu yang kian menjadi-jadi. Takkah  dia merasakan sukmaku terpenjara?. Kalau begitu dia telah berubah menjadi penjajah, merampas hatiku, membekap semua rasa yang kupunya. 


Langit di barat kembali menjingga tetanda malam kan kembali menyiksa jiwa. Kembara imaji ke sangkar penyekapku, aku terpasung lumpuh di tirani cintanya.  Siksa malam adalah aku yang terbantai dalam keterasingan. Senyumnya yang memesonaku, berubah menjadi racun yang menyiksa nyiksa. 


Di kedalaman malam tak mampu kulantunkan dedoa karena aku telah gila pada senyumnya. Jika bisa kugadaikan hatiku biarlah kulakukan itu. Agar rinduku tak lagi tersintas dan aku bebas merekahkan senyum. Malam ini siksanya kian menjadi, tak adakah suara angin yang bisikkan suara desah napasnya?. Ah aku sudah gila. 

____

Bondowoso, 4 8 22

Gadis Pemetik Kopi



 GADIS PEMETIK KOPI

Pak Tyqnue Azbynt


Lereng Argopuro yang eksotik itu sering dijadikan wanawisata oleh para muda yang lebih menginginkan suasana menantang. Alurnya yang masih alami menjadikannya keindahan yang masih perawan. Jauh sebelum Indonesia merdeka ternyata di sana telah dijadikan area perkebunan kopi oleh tuan tanah Belanda. Kini yang tersisa masih ada perkebunan itu walaupun  di tangan warga sudah tak seintensif dulu pengelolaannya, apalagi masyarakat Bondowoso lebih melirik ke wilayah perkebunan kopi di Ijen dengan Raung Arabicanya. Perkebunan yang besar juga bermula sejak jaman kompeni. Layaklah kalau Bondowoso disebut Republik Kopi. 


Beda Ijen beda Argopuro.  Ijen di belahan timur sedangkan Argopuro di belahan barat. Ada yang tak biasa saat kami merambah lereng Argopuro ketika melihat gadis gadis pemetik kopi dengan wajah tak seperti yang biasa kulihat tiap hari. Gadis bermata biru, kulit putih namun mengenakan jilbab ala muslimah yang cantik. Dadaku bergetar keras, apakah ini peri gunung, ataukan penampakan Noni-noni Belanda. Hingga temanku agak jauh aku tak sadar bahwa aku tetap tak melangkah. Rupanya aku terperanjat dan terpaku akan keelokan wanita itu.

"Mau ke  puncak ya kang? ", Tanyanya dengan suara yang lembut kali apalagi dibumbui sedikit senyum tulusnya. Aku tak bisa berkata apa-apa, bahkan terdiam agak lama, hingga aku tertinggal jauh dari rombongan. Aku sadar setelah Handy Talky-ku ada yang memanggil-manggil. Aku jawab bahwa aku hendak rehat di pos 1 dengan alasan less oxygen.


"Kang...kenapa diam, apa  kekurangan oksigen? tak biasa muncak yaa?", Sambungnya. Kujawab sekenanya saja karena  hanya itu yang aku bisa. 


Dari perbincangannya aku baru tahu kalau dia bernama Fateema Barlemans yang katanya masih keturunan Belanda  sang pemilik kebun kopi itu. Menyusuri jalan setapak yang sesekali kakiku dicumbu rumput-rumput nakal hingga melukainya. Sakit dan gatal kuabaikan saja karena berjalan dengan beberapa gadis gunung itu sangat menyenangkan apalagi si gadis etnis Belanda yang super imut . Di sebuah bale-bale aku duduk di atas balai-balai bambu sembari bincang banyak hal tentang suasana di lereng gunung .Karena kecapaian aku terlelap tanpa sadar, dan tahu-tahu ketika aku terbangun kepalaku sudah beralas bantal. Ada suguhan kopi kental panas di sebuah meja kecil yang disajikan saat aku terbangun. 


Hari sudah mulai condong, sementara teman-teman masih belum kasih info keberadaannya terkini. Karenanya aku mulai gelisah, dan taklah mungkin aku harus pulang sendirian. Namun tetiba ada pemberitahuan via HT ternyata teman-teman justru memilih jalan lain tuk pulang. Pulang lewat gunung piring yang melintasi lereng selatan yang itu artinya aku harus mencari cara lain. Di tengah kebingunganku    si Fateema menyuruhku untuk mandi air hangat yang telah dibuatkan agar relaks katanya tradisi itu adalah tradisi dari orang tuanya. Di bak kamar mandi telah ditaburi bunga-bunga khas pegunungan yang beraroma menyegarkan. Ada perasaan tenang di griya orang Belanda itu. Hingga sore kian menjadi   aku tambah kebingungan hendak pulang. Tapi ketika ada tawaran agar menunggang kuda piaraannya aku sedikit lega. Kendala berikutnya justru aku tak bisa menunggang kuda. Dan terpaksalah Fateema menjadi Jokinya sedang aku menjadei pemboncengnya. Dadaku bergetar ketika punggung kuda naik turun saat menyusuri jalanan. 

" Kenapa kok kulitnya terasa panas kang....tegang yaa, relaks aja...gak bakalan jatuh", jelasnya. Aku mesti jawab apa, lah wong tegangku bukan karena takut di punggung kudanya, justru aku takut kesurupan cinta padanya.

___

Bondowoso, 4 Agustus 2022

Rabu, 03 Agustus 2022

Gadis Berniqab

 


GADIS BERNIQAB

Pak Tyqnue Azbynt


Bu Fatimah wanita yang terbiasa menjadi peramu wisma di rumahku, kini sering sakit-sakitan karena usianya yang sudah mulai senja. Kejujuran dan kinerjanya yang totalitas telah menjadikannya manusia kepercayaan keluarga kami. Walaupun sudah sering sakit-sakitan tapi masih saja ikhlas bekerja di rumah kami. 


Sudah 4 semester aku berada di tempat kost karena harus menjadi dosen di luar kota, lagian bagi jomblo itu semacam plessir mukim saja. Entah karena apa aku sangat rindu pulang. Ketika ada liburan tahun akademik baru aku memilih pulang kampung demi bersemuka secara langsung dengan manusia-manusia di kampung halaman.


Seperti biasa aku selalu minta dilayani oleh Bu Fatimah saat di rumah. Kali itu aku tak bisa bertemu beliau dan ketika kutanya pada mama ternyata beliau digantikan oleh putrinya yang kinerjanya lumayan apik. Seorang wanita berhijab dengan memakai niqob sehingga aku tak tahu wajahnya. Tapi karena aku terbiasa santuy dan bebas bersemuka dengan siapapun. Karenanya aku dengan semena-mena memerintahkan pada gadis yang bernama Putri Juliana itu agar membuka niqobnya.  Walaupun semula dia berkeberatan akhirnya nurut juga. Ya Allah yaa Rabb ternyata dia adalah salah satu mahasiswiku yang sedang libur kampus. "Masya Allah cantik kali", begitu pikirku. Padahal di kampus taklah memesonakanku, kenapa sekarang hatiku justru terperangkap oleh pesonanya. 

" Maaf  kamu kan mahasiswiku kan?, ...maaf ya kalau salah duga”

" Oh yaa bapak saya mahasiswi bapak yang sekarang mengganti posisi ibuku yang sedang rehat demi penyembuhan. Senyampang liburan saya menggantikan ibu", 

" But...tapi saat di kampus kan tak pakai niqob?".

Ternyata alasannya karena takut diketahui olehku. Sebab pesonanya itulah saya sampaikan pada papa dan mama untuk meminangnya. Alhamdulillah karena kami sudah tahu keluarganya, orang tua kami pun langsung saja meng-Acc-nya. Dan saat itu nakalku kambuh untuk mengusilinya, agar mau aku cium keningnya sebagai tanda keseriusanku. Dengan malu-malu dia pun merapat, and ...aku cium keningnya sembari mencubit hidungnya. Dia hanya menunduk dan bibirnya gemetar tapi diakhiri dengan senyum sumringahnya.

___

Auditorium Kampus Attaqwa Bond, 3 Agustus 2022

Selasa, 02 Agustus 2022

Ciwul yang Gemesin

 


CIWUL YANG GEMESIN

Pak Tyqnue Azbynt


Temanku yang enerjik ini ternyata sudah ada di Singapura sebagai trainer dalam banyak hal bagi nakerwan para pejuang dollar di negeri orang. Tutur katanya yang ceplas ceplos membuatku asyik bila bercanda dengannya. Apa yang dia suka.dan dia benci disampaikannya secara terbuka, bagiku ini hal yang teramat istimewa. Namanya sih Citra Wulansari, tapi aku sering menyebutnya dengan sebutan si Ciwul agar lebih akrab, dan kalau dia malah marah justru aku senang saat lihat dia nyablak asal nyemprot aja bak senapan, tapi kalau dia memanja ...uuuh asyik gemesin pokoknya. 


Suatu hari saat aku ber-Ome Tv, tetiba bertemu si criwis imut Ciwul. Bicaranya yang tegas dan asal itu membuatku ingin berada di sampingnya tuk menjiwit pipinya yang dipesonakan oleh lesung pipinya. Entah sebab apa aku justru ingin bercanda lepas bagai dulu saat dia masih satu bangku sekolah denganku. Saat di kantin sering minta trakstir sembari menggelayut manja bagai saudara saja. 


Si manis ini kembali memesonaku, bibir tipisnya, dan suara manjanya membuatku kian betah ber- Ome Tv dengannya. Tuturannya tentang banyak hal di Singapura membuatku ingin melancong menemuinya. Alangkah kagetnya saat dia mengundangku ke apartemennya di Singapura, bahkan kiriman Dollar Singapura telah menjadikan gairahku kian bertambah saja. And, kan kugendong lagi kujiwit lagi pipi mulusnya kayak waktu kami SMA dulu. Ciwul I miss you. 

____

Bondowoso, 2 Agustus 2022

Senin, 01 Agustus 2022

LELAKI DI SAMPING LANGGAR

 


LELAKI DI SAMPING LANGGAR

Pak Tyqnue Azbynt


Aku masih ingat si Abdullah yang sering usil padaku. Tiap berangkat ke langgar ustaz Abdurahman guru ngajiku dulu. Aku benar-benar dongkol saat dia mengejarku sambil mencolek lenganku. Antara marah dan malu jadi satu, tapi anehnya kala malam tiba aku selalu terbayang kumis halusnya dan senyumnya yang menawan itu. 


Malam Jum at langgar libur ngaji dan biasa diganti dengan pembacaan shalawat atas nabi serta hafalan doa-doa. Bagi orang di desa kadang malam itu djanggap malam mistis, dan itu terasa.di perasaanku. Dadaku terasa berdengup kencang seperti akan terjadi sesuatu. Benar saja selepas shalat isya si Abdullah memohon pamit pada ustaz kami karena hendak pindah ke Jawa barat. Semua bersalan padanya termasuk aku. Hatiku tak karuan rasanya, entah itu apa namanya yang jelas aku tak tenang. Sesampai di rumah tetap saja aku tak tenang malah tak bisa tidur.

7 tahun berlalu sudah, tiada kabar tentangnya, dan ternyata hatiku telah terjajah rindu. Hanya pada tulisan-tulisan lepas yang aku tumpahkan pad lembar-lembar buku memoriku. Pada malam Jum at lagi aku mendengar kabar melalui undangan pernikahan yang ditujukan pada ustaz kami. Ustaz Abdurahman memberitahu pada kami dan dilanjutkan dengan doa keselematan untuknya. Hatiku benar teriris perih tersiksa. Hampir tak bisa dilangkahkan kakiku, saat berita itu disampaikan oleh ustaz. Rupa-rupanya putra sang ustaz yang baru beberapa bulan pulang nyantri itu, memahami betul kondisi psikologisku. Dan pada malam itu pula mas Hilmi putra ustaz Abdurahman itu, memohon agar ayahnya juga memintakan untuk doa bersama lagi tapi kali ini dengan tujuan yang beda. Dia meminta doa agar direstui untuk menghitbahku. 

"Dengan memohon perkenan dan restu Abah agar dinda Hidda dijadikan sebagai tunanganku", jelasnya.

Bak pintu mobil klasik yang ditutup dengan kerasnya, 'gedebug' begitu bunyi di dalam dadaku saat mendengar pinta Gus Hilmi putra ustaz di langgarku itu. Aku kaget dan bahagia yang bercampur dan tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

____

Bondowoso, 1 Agustus 2022

HIDUP DI DUA ALAM

 HIDUP DI DUA ALAM Pak Tyqnue Azbynt Motor kubejek abis hingga bajuku kiwir-kiwir digoda angin. Bayangin aja Upacara Hari Santri Nasional di...