PESAN MALAM CINTA
Pak Tyqnue Azbynt
Jelang pukul 24 tetiba ada pesan haru dari cah lanangku di perantauan. " Abah doakan aku lagi demam, agar segera sembuh ...". Pesan itu memaksaku tuk mengusir lelap. Teringat kala kecil yang biasa menggelayut dan bersandar ke tubuhku. Perasaan menjadi tak lega, mengingatnya yang hanya sendiri di bilik kostnya. Demi meraih cita harus mukim sementara di kota Malang.
Dia tak mengirim pesan pada bundanya, karena tak ingin menjarah perasaan cemasnya. Sebagai lelaki aku berlagak tegar walaupun dadaku terasa layu dan haru. Pada sang Ilah kupohonkan semua rasa, demi anakku yang sedang menjalani takdirnya. Terpaksa aku kabarkan pada bundanya, karena doanya tanpa sekat tanpa tirai, bagai doa nabi pada umatnya.
Selepas subuh kulihat si Ragil yang masih bocah itu, sembunyi-sembunyi mengambil air sembahyang. Dalam kepura-puraan aku tak melihatnya. Ternyata dia sedang mengaji dengan suara yang teramat pelan. Semula aku anggap itu rutinitas menjaga hafalan juz 30nya, tapi saat kulihat di story WAnya barulah aku tahu betapa dia juga cemas pada saudaranya. " Aku ngaji untuk mas.aku sayang mas",saat aku membacanya, tanpa permisi air mataku terjun bebas di pipi tuaku.
___
Bondowoso, 19 November 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar