Total Tayangan Halaman

Sabtu, 23 Mei 2026

MBAH NARMO DAN KISAHNYA

 MBAH NARMO DAN KISAHNYA

Pak Tyqnue Azbynt 



Ngotot, nekat bahkan sangat PDnya melakukan sesuatu yang dia yakininya. Begitulah sosok Mbah Narmo calon haji Bondowoso ini. Tubuhnya yang kecil di umur yang sudah lansia ini masih punya ghirah yang sangat tinggi bahkan cenderung nekat ekstrim. Kepasrahan kepada Allah yang membuatnya begitu PDnya, dan kenekatannya membuat kami yang masih muda sibuk membentenginya.  Ketua regu sangat protektif padanya bahkan membuat orang lain iri. 


Ada seseorang yang mewawancarainya saat dia mengenakan batik Solo dan Sarung Lamirinya yang bagus. "Wih sarung bapak bagus banget", kata mas Fathor. "Ya sejuta lebih nak harganya kalau pakai uang rupiah" jawabnya. "Memangnya bapak pakai uang apa yang beli?" Lanjut temanku. Ya Ringgit Cong", timpanya. "Real pak bukan Ringgit" . " Yaah kamu jhek o mataoh. Aku ini kerja di Malaysia sudah tiga kali", jawabnya bahkan secara detail menjelaskan tempat-tempat di kawasan kerjanya. "Sukses dong pak?" Tany mas Fathor lebih jauh. Dengan rinci i menceritakan Lika liku kerjanya, dan pengalaman-pengalaman getir di negeri orang. " Yang ke dua dan ke tiga aku bisa sukses Cong, kalau yang pertama aku pulang bawa keresek doang, karena diusir dari Malaysia. Aku masih kembali untuk kali ke dua dan tiga, yang ini Alhamdulillah aku sukses bahkan hartaku kukembangkan hingga bisa tunaikan haji ini. Yassalam.


Beliau yang tak pernah pakai Android tapi maksa bawa HP bagus. Jngankan bermain WhatsApp, jawab panggilan saja tak bisa. Kenekatannya memang ektrim. Dia PD pegang HP, dan orang sekitarnya yang suruh mengoperasikannya. "Tolong aku dipotret tuk dikirim ke anakku di Malaysia, tolong telepon yang ada gambarnya aku mau bicara" begitulah dia menyuruh orang disekitarnya. 


Usia 80 lebih masih ngajak ditemani tuk mencium Hajar Aswad, what's? Ya beliau ngotot sembari bilang "yaa jiyeh gempang Cong", katanya. Dan benar saja, saat di lokasi beliau berani masuk di sela-sela orang Afrika yang besar-besar, bahkan hanya sepusar mereka. Kami terpental sementara dia menyelusup masuk."Aduh gimana bah Narmo ne" kata teman-teman. Di kekhawatiran yang tinggi itu ternyata beliau justru digendong orang hitam tinggi besar dan kepalanya di masukkan ke Hajar Aswad sepuasnya. Selepas itu beliau dibawa mundur dengan cepat. "Mareh kok lah Cong", katanya dengan bangganya. "Kok ghik entarah pole", selorohnya. "Jangan bah, kan mbah sudah puas", sergah temanku. "Been jhek o mataoh, walaupun aku sendirian tanpa kalian aku masih mau cium Hajar Aswad lagi". "Jangan bah, belum tentu ada kulit hitam yang mau bantu Mbah", kataku. " Been jhek o mataoh, yang bis bantu aku itu orang diperintah Allah, bukan maunya sendiri. Mun Allah tak kasokan Cong, mana mungkin ada yang bantu aku, pa pasra Bede Allah Cong", imbuhnya mengingatkanku.

____

Makkah, 23 Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

21 Mei di Rusaifah

 21 MEI DI RUSAIFAH  Pak Tyqnue Azbynt  HPku berontak berdering meminta perhatian, setelah beberapa kali kuabaikan akhirnya kuhirau juga. Ma...