Total Tayangan Halaman

Jumat, 22 Mei 2026

Wanita Wanita Uighur

 WANITA WANITA UIGHUR 

Pak Tyqnue Azbynt 



Selepas subuh di pelataran Masjidil Haram kami masih betah menunggu saat Dhuha tiba. Bermain hp sembari sembunyi-sembunyi ambil gambar view masjid nan megah menjadi keasyikan tersendiri di pagi itu. Nun di sana ada yang hilir mudik menuang zamzam ke botol kecil, ada yang memperhatikan merpati-merpati kelabu yang bergegas mencari remah makanan, atau membaca ayat-ayat Qur'an. Tak jauh dari tempatku ada sekelompok etnis Uighur yang asyik bercanda ringan. 



Belumlah muncul caya arunika di langit timur tapi manusia-manusia perindu baitullah tetap saja hilir mudik tiada henti. Titik pandangku berhenti di wanita-wanita bermata, kulit kuning pucat plus bibir mungil yang manis menambah eksotik wajah orientalnya campuran Asia Turki. Saking penasarannya terpaksalah aku menyuguhkan tanya dengan English yang dilalah diantara mereka ada yang bisa walaupun sama kikuknya denganku. Yang dibicarakan ya soal kehidupan kesehariannya plus tradisi-tradisi yang mereka punya, begitu pun tradisi kami di Indonesia. Asyik, senyum tulus mereka dengan antusias bercerita tentang mereka dan kehidupannya.


Saat mereka bercerita tentang Islam di Uighur dan di Yunnan menjadikan penasaran yang mendalam. Bukankah nenek moyangku dari dataran Yunnan, seperti yang diceritakan guru SDku dulu. Di titik inilah aku bercerita tentang tradisi di Indonesia yang lumayan mirip bahkan istilah bahasa yang hampir sama, baju Koko (laki-laki), penggunaan beduk di masjid, sampai permainan petasan di hari-hari besar dan perayaan adat. Tapi bukan hanya itu yang membuat aku kian terkesan di momen itu. Sebuah syal belogo "KBIH Muslimat NU" yang dia pinta sembari menukarkan dengan Beanie rajut dengan tulisan aksara Hanzie yang aku tak tahu bacanya. "This is my name xedhiche or Hadijah in Arabic", jawabnya sembari menyodorkan tangannya tuk menjabatku. Yassalam, begitu indah ukhuwah itu. Berkenalan dengan saudara jauh yang seiman. I can't forget it moments.

___

Tanah Haram, 22 Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanita Wanita Uighur

 WANITA WANITA UIGHUR  Pak Tyqnue Azbynt  Selepas subuh di pelataran Masjidil Haram kami masih betah menunggu saat Dhuha tiba. Bermain hp se...