21 MEI DI RUSAIFAH
Pak Tyqnue Azbynt
HPku berontak berdering meminta perhatian, setelah beberapa kali kuabaikan akhirnya kuhirau juga. Masyaallah ternyata calling dari Gus Malik yang memintaku bersiap menuju Pondok Rusaifah tempat beliau studi. Dengan panduan map agar aku naik taksi menuju tempat beliau. Dengan memohon petunjuk staff KBIH bagian tranportasi di lobby hotel aku diarahkan dengan taxi hijau yang butuh cost sekitaran 45 SAR, dan benar saja pas taxi datang ongkosnya 45 SAR.
Abang driver Pakistan membawaku menyelusuri jalanan panas di Makkah. Sesekali kami berbincang dengan gaya English-nya yang dialek seperti India, unik, ya lumayan seru. Karena hp yang digunakan nge-map adalah HPku yang tentu saja pakai Bahasa Indonesia, and so harus aku jelaskan. "What is belok kanan, what is belok kiri, putar balik and so on", ocehnya. Ya mesti aku jelasin sambil bercanda.
Tiba di gedung dengan beberapa lantai bercat krem pucat, aku calling Gus Malik. Subhanallah beliau menyambutku dengan hangat, dibawa ke kamar belajarnya. Dilalah di ruang itu telah lebih dulu Bang Baihaqi jamaah haji temanku dari lain hotel yang tiba. Kami berdua diajaknya ke sebuah ruang kajian Assayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi al-Maliki. Di ruang itu telah banyak hadir jamaah asal Indonesia yang konon tahun ini tidak menerima tamu kajian dari negara lain, It's Indonesian only. Wah kami dihormati tuk ikut kajian, sebagai penyinambung sanad keilmuan. Of course kami bangga punya guru cucu cicitnya kanjeng Nabi. Diberi ijazah doa plus makan nikmat, disangui kurma jumbo lagi. Selepas kajian kami dipanggil satu persatu untuk foto bareng dengan beliau. Masyaallah, ini pengalaman yang teramat susah tuk berulang kembali kecuali dengan hendakNya.
___
Rusaifah, 21 Mei 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar