ELEVATOR IN LOVE
Pak Tyqnue Azbynt
Momen-momen indah saat ibadah di tanah suci begitu banyaknya. Saat-saat haru bertemu rindu dengan yang lama diidamkan. Airmata luruh seketika sedang dada remuk takluk dalam penghambaan. Bertemu dengan jutaan manusia dengan frekuensi yang sama, rindu Baitullah. Mereka datang dari penjuru dunia dengan caranya masing-masing, ada yang berkendara, berjalan, sendiri, berpasangan, ataupun dengan komunitas dan kelompok yang beragam. Mas Rafi dan istri menjadi salah satu hamba pemenuh panggilan Allah di Baitullah.
Keseharian dua sejoli ini penuh sinergitas saling berbagi, saling menguatkan temali rasa yang penuh karsa reliji. Mas Rafi yang tampil bersahaja, menjadi sosok yang menarik pinta perhatian bagiku. Pagi sudah disuguhi kopi kental, dibuatkan mie goreng dan sebagainya membuat iri kami akan keharmonisan mereka. Saat-saat indah ritual haji memang harus banyak menahan emosi, marah, nafsu termasuk larangan tuk saling bercumbu.
Cinta memang tak bisa sembunyikan, begitu juga dengan jalinan asmara mereka. Mungkin saking rindunya bermesra, sesekali Yu Rafi sang bidadari seringkali memberi sinyal-sinyal asmara di momen-momen tertentu. Saat 8 orang masuk di elevator menuju lantai 7 basecamp kami, sang istri malah menyuguhkan kata seloroh cinta yang membuat kami senyum-senyum iri. "Keknya pernah kenal deh dengan kamu, kamu siapa ya?" , godanya sembari mengeringkan mata genitnya. "Woy ada dengan pamer cinta neh", candaku. Sontak saja seisi elevator senyum-senyum iri melihat keharmonisan cinta mereka. Memang cinta itu tak mengenal waktu, hati-hati kawan, tahan dulu sebelum mas Rafi bercukur gundul saat tuntas memungkaskan rankaian ibadah suci. Selepas itu barulah bercinta kembali. Kami pun akan memberi waktu dan ruang untuk kalian. Alright?
____
Tanah haram, 22 Mei 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar