MENJELAJAH TIGA DUNIA
Pak Tyqnue Azbynt
Ciwi-ciwi di sekitarku rasanya kurang jauh jelajahnya. Mereka hanya berkutat di dunia buku, shopping, dandan tak lebih. Respek sosialnya yang datar, daya juangnya yang dangkal dan mudah menyalahkan keadaan. Semua itu menjadi kurang survive dalam hidup.
Inar yang sibuk dengan buku, Zara yang pesolek, dan dua anak indo Kazakhstan yang terlalu manja itu. Untuk beberapa hari kuajak mereka ke dunia yang berbeda agar matanya terbuka lebar-lebar. Tak hanya melalui media tapi langsung ke spotnya. Kukenalkan mereka pada Anelka cewek ice skater, Julie pesepatu roda, Rose skater berjilbab, Daneta Si Pentigrafis, dan Janna sang Gitaris. Berkenalan dengan mereka membuat ciwi-ciwi temanku terheran-heran akan kebolehan mereka walaupun menyandang label wanita muslimah..
Dua Cewek Indo-Kazakh itu lebih mudah beradaptasi, tapi Zara dan Inar justru menjadi asing di tengah-tengah mereka. Ayesha dan Iseh lebih melebur dan justru mencoba skateboard walaupun sambil duduk-duduk. Inar yang sejak semula ingin jadi penulis justru menemukan atmosfer yang tepat saat berkenalan dengan Daneta. Lalu, bagaimana dengan Zara? Dia tetap saja asyik dengan dirinya, manja, pesolek, dan pencemburu. Saat kuledek dia malah menggigit lengan kiriku hingga terluka,
"Ih kamu, sakit cuy"
"Biar dah aku sebal dan marah pada masnya", jawabnya ketus.
---
Bondowoso, 20 Ramadhan 1446



Tidak ada komentar:
Posting Komentar