Total Tayangan Halaman

Jumat, 19 Juli 2024

Pecah Jambangan

 PECAH JAMBANGAN 

Pak Tyqnue Azbynt 



Harum semerbak menyela hingga ke ulu hati. Rekah senyum seelok mawar merah awal senyum di pagi hari. Ada sisa embun bekas cumbu semalam. Begitulah senyum itu dideskripsikan di otak kiriku. Batang berduri tegak tanpa penyanggah bergoyang di goda angin, begitulah nakalku padanya.


Aku biarkan ia berakar memenuhi jambanganku.  Siraman kasih sayang saat kutatap mesra wajah eloknya. Aku bahagia pada senyumnya yang penuh ragu. Dia memang elok walau deduri harus melukai hatiku  ”Dinda berkali kuacuhkan luka asal aku bisa menyentuh kelopakmu, menghirup aroma harummu,” begitulah selorohku padanya. Kubalut tangkainya dengan kain hitam agar tak tampak durinya, kusematkan pita merah maroon agar ia tak lupa.kenangan itu. Dia adalah mawar merahku. 


Malang tak dapat ditolah mujur tak mampu kuraih, begitulah diri ini. Sang mawar merah memanjangkan batangnya, memilih merambat kemana-mana hingga jambanganku pecah, dan durinya melukai hatiku. Perih menyiksa mengundang sejuta lara. Jambanganku pecah saat dia berontak ingin bebas mencari hara yang lebih memanjakan diri.

___

Bondowoso, 19 Juli 2024

2 komentar:

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...