Total Tayangan Halaman

Sabtu, 09 Juli 2022

Beda Dulu Beda Kini



 Beda Dulu 

Beda Kini


PakTyqnue Azbynt


Nakalku dulu adalah bermain kanvas, kuguratkan garis, ruang, perspektif, irama, dan warna pada wajah kanvasku. Kubiarkan kuas dan palet knife mencumbui kanvas 40 x 60 demi merekam wajah wanita-wanita cantik, lalu kutulis nama di pojok kanvas itu. Dan aku bisa mengenalnya. Kini aku terdampar di samudera sastra. Demi mengenal seorang wanita kutorehkan diksi diksi, dan flash fiction. 


Sebulan kituliskan faksi faksi, kubegal nama dan setting ceritanya. Entah suka atau tidak, dan bahkan mungkin sebel, kupilih cuek saja. Seperti dulu koleksi wajah di kanvas-kanvasku, tapi kini hanya tumpukan kekata. Entah alurnya menarik atau tidak, yaa itulah caraku. Tinimbang tumbuh jerawat penyekap rindu, kutumpahkan saja pada imaji imaji nakalku. 


Suatu pagi istriku memelototi semua karyaku. Aku senang karena tambah viewer yang membacanya. Namun sungguh di luar dugaku, dia malah mencurigaiku banyak bermain wanita seperti pada tulisanku. Dan..tak ada kopi kental pagi itu. Dia cemburu ulat mulut penaku dalam roman love story yang kugarap di bloggku.

____

Pojok kantor, 9 7 22

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAMBAL ANGGUR MERAH

 SAMBAL ANGGUR MERAH Pak Tyqnue Azbynt  Hem MBG, MBG. Makanan bergizi gratis itu masih tersisa beberapa ompreng di pojok kantor dekat pustak...