Total Tayangan Halaman

Sabtu, 23 Mei 2026

Rindu Nidak Subuh

 RINDU NIDAK SUBUH

Pak Tyqnue Azbynt 



Tidur lelap, bed empuk, dan fasilitas lengkap, menjadikan aku terlena dalam buaian malam. Kami harus sering-sering buka hp walaupun tuk sekedar lihat jam demi subuh. Tak seperti di Tanah Air yang riuh rendah menguak pagi dengan lantunan kiraah Qur an dan salawat nidak subuh, apalagi zikir ala kampung-kampung di Indonesia. Tetiba saja azan subuh lalu senyap beberapa saat kemudian ikamah, salat and tanpa wiridan. Di perasaanku terasa kering, untunglah ini tanah haram, yaa para calon haji larut dengan wiridannya sendiri-sendiri.


Di belakang hotel ada masjid yang selalu padat, telat dikit yaa harus buat jamaah kedua selepas yang pertama bubaran. Akhirnya aku memilih masjid lain di depan yang hanya melintas saja. King Fahd Hospital Mouse, lumayan longgar, tapi sama saja no zikiran no wiridan. Selama aku salat di sana hanya satu kali mendengar bacaan basmalah dijaherkan saat bacaan Fatihah.


Selepas salat kami dipanggil seorang Syaikh tuk dites bacaan Alquran. "Ajib, good", katanya. Sebagai apresiasi saya menjabat tangan dn bermaksud menciumnya tapi beliau langsung menarik cepat-cepat seraya berkata"no no no, we are not Budhis". Katanya serius yang dikuatkan oleh calon Haji dari negri lain. "I'm sorry It's no a Budhism but east tradition as your clothes as Arab tradition not as moslem. Menghindari debat saya mengiyakan saja kekatanya. Saya khawatir dengan larangan haji, "Laa jidala..." Saya tunjukkan suasana jelang subuh di Indonesia, ramai speaker bersautan, nidak subuh yang berpadu Kokok ayam. "Is it Budhism? " Beliau hanya mengangkat kedua tangannya sembari senyum, tanpa jawaban. Saya tunjukkan sarung batik, "it is my traditional clothes, and that is your Arab tradition not a moslem. Beliau hanya tersenyum sembari meminta putar ulang suara nidak subuh di YouTube hp ku.

__

Tanah Haram 22 Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rindu Nidak Subuh

 RINDU NIDAK SUBUH Pak Tyqnue Azbynt  Tidur lelap, bed empuk, dan fasilitas lengkap, menjadikan aku terlena dalam buaian malam. Kami harus s...