LAKI LAKI ANDANUSY
Pak Tyqnue Azbynt
Lelaki Indonesia itu ya rokok, ngopi, burung, mancing, motoran. Jika tidak di salah satunya berarti termasuk lelaki langka, and so kemana pun mereka pergi ya mesti ada salah satunya itu termasuk saat berhaji. Koper-koper mereka bukan berisi baju ganti tapi rokok berslof-slof, bubuk kopi, serta mie instan.
Akomodasi hotel yang disediakan pemerintah Arab Saudi menjadi area bermain baru bagi mereka yang harus beradaptasi. Walhasil banyak kejadian-kejadian konyol yang terjadi. Ada yang bolak-balik naik-turun dalam elevator, ada yang lepas sandal di luar elevator, ada naik tangga darurat, ada yang kepanasan air shower bahkan sulit entry kamar karena temannya sudah tidur duluan sedang akses masuk harus pakai kartu entry yang dilalah dipegang teman di dalam dalam keadaan bobo manis.
Hari-hari pertama bapak bapak Indo masih berani merokok di luar gedung yang suhunya di atas 40 derajat, rentangnya sekitar 42-47 derajat. Tapi demi mengepulkan rokok Gudang Garam di langit Arab mereka rela berpanas-panasan. Kalau malam tiba mereka berbaur dengan lelaki Turki dalam menikmati asap surganya. Bedanya kalau orang Turki sambil menyantap kudapan kebab yang tersaji di meja mereka. Laki-laki Indonesia cukuplah duduk di bantaran-bantaran pot bunga tapi tak kalah gaya dalam menikmati rokoknya.
Perokok berat sebelum tidur saja mesti rokok dulu, bangun tidur juga begitu. Akhirnya mereka menemukan zona nyaman di tangga darurat yang tak ada smoke detektornya, tapi kendalanya ruang itu less AC, yaa lumayan gerahlah. Dari celetukan mereka muncul ide absurbnya, agar pintu tangga diganjal botol air mineral. Dan embusan angin dingin menyela kelompok ahlul hisap itu. "Aman kang, gak usah khawatir, kita jauh dari mata-mata asap sembari menunjuk water springkler di langit-langit hotel. Mereka menyangka prayer kebakaran itu sebagai pendeteksi asap. Dan..., alarm bahaya pun meraung-raung di ruangan itu plus embusan angin kencang memblowing area tangga darurat. Lumayan kagetlah orang-orang sekitar karena mendadak pintu sulit ditutup gegara embusan angin kencang itu. Jerakah mereka? Tidak!!! Mereka menyiasatinya di dalam kamar, dengan mematikan AC dan menjauhi water springkler, padahal di tiap ruangan selalu ada smoke detektornya. Bisa ditebak, ya kalau tidak siang ya malam alarm bahaya selalu meraung-raung. "Oy siapa yang udud kui", celetuknya sambil senyam-senyum.
___
Oriens Hotel, 23 Mei 2026


Tidak ada komentar:
Posting Komentar