Total Tayangan Halaman

Selasa, 30 Desember 2025

Midnight Rain last December

 MIDNIGHT RAIN LAST DECEMBER 

Pak Tyqnue Azbynt 





Gagal didapuk sebagai ASN P3K Paruh waktu membuatku terguncang. Walau gaji tak seberapa tapi pengakuan sebagai budak negara menjadi kebanggaan namun sayangnya aku gagal gegara kinerjaku dianggap berjeda selama setahun tak perpanjang kontrak kerja. Aku kaget bukan main karena setahuku aku sudah 7tahun lebih mengabdi di sebuah sekolah dasar itu. Demi mencari tahu aku pun menanyakan ikhwalnya ke BKPSDM ternyata benar adanya, dan berarti kepala sekolahku tak menandatangani berkas yang secara reguler selalu diajukan tiap tahun, justru di dua tahun terakhir ini nihil.  Walhasil aku kecewa dan malu ditanyakan semua teman-teman seperjuangan. 


Malam penuntasan tahun kuhibur diri dengan bakar-bakar tofu srimp, tofu meatball, balado sausage, dan banyak makanan beku yang aku bawa ke pojokan alun alun. Eits kalau ada teman datang bisa berbagi tapi kalau orang umum ya aku jual deh. Dan ...benar saja teman-teman sejawatku justru merayakan tahun Baru sembari tasyakuran atas lolosnya P3K PW-nya. And finally kujadikan malam itu sebagai me time walaupun sambil jualan ya biar ngehibur diri dengan cuan. Dilalah lumayan juga untuk sekedar beli HP premium. 


Jelang titik 00 ternyata hujan datang tiba-tiba, dan banyaklah orang mencari teduhan secepatnya, termasuk di lapakku yang hanya diteduhi mini camp. Seorang bapak-bapak dengan putrinya sekitar usia SMP _nunut ngiup_di tendaku. Dari situlah aku tahu kalau bapak tersebut kepala bagian di Dinas Pendidikan yang rupanya sering melihatku kalau mendampingi kepala sekolah saat entri laporan digital. Tentu saja beliau menanyakan hal P3K PW padaku. Aku sampaikan apa adanya dan memilih resign dari tempat tugas. Beliau hanya heran dan menyayangkan kejadian itu. "Bukannya adik dulu yang menyiapkan segala sesuatu yang berkait dengan meta visual mantan kepala sekolah lama, tuk workshop ke Australia?", tanyanya meyakinkan dugaannya. 

"Nggeh betul bapak, saya memang lulusan administrasi bukan lulusan guru tapi berkaitan dengan digital ya saya sudah punya sertifikat Nasional, sertifikat videografi dari UI,dan beberapa lagi yang lainnya"

"Punya studio?"

"Enggih sudah ada Siup-nya resmi"

Dari perbincangan itu beliau turut prihatin padaku. Dilalah sang anak yang sejak tadi _nguping_ justru meminta peringatan ulangtahunnya agar dibuatkan epic videografi. Walhasil kami sepakat untuk membuatkan video perayaan ultahnya besok sorenya di wana wisata lokal "Teduh Glamping" di dataran tinggi Bondowoso. Saya hanya meminta biaya 2 juta karena kami harus bawa 3 orang kru ke tempat itu, namun si Bapak justru transfer ke rekeningku 10 juta, katanya sih sebagai tebusan kesalahan kepala sekolah yang telah memperlakukanku kurang adil. Walaupun saya menolah TF nya namun beliau justru memaksa dan akan memerintahkan sekolah -sekolah SMK agar magang ditempatku. Dan Hujan tengah malam di akhir Desember memberikan cerita lain menuju profesiku non ASN dan tak akan lagi menjadi budak negara.

____

Bondowoso 

30 Desember 2025

Senin, 29 Desember 2025

LAELA ASSY

 LAELA ASSY

Pak Tyqnue Azbynt 


Tak seperti biasanya Laela yang selalu senyum sumringah, kini berkali-kali mencucurkan air matanya. Beberapa kali kulihat punggung tangan kanannya yang putih mulus dengan bulu -bulu halusnya itu menyeka air matanya. Kucoba bertanya dia tetap tak mau menjawabnya. Justru dengan kebungkamannya aku menyimpan tanda tanya besar dan mencoba untuk menelisik mendalam. But finally selalu gagal.


Bertemu kembali di perpustakaan Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung (NYCU) dalam tak sadarkan diri. Dibantu beberapa mahasiswa aku membawanya ke health section room. Dia yang banyak membantuku melakukan penelitian di laboratorium kini tergeletak tak berdaya. Apakah terkena reduksi kimia kimia atau radiasi sinar x atau  apalah yang jelas aku tak bisa mengetahui secara pasti.


"Anyone please help me”, gumamnya diambang sadarnya. Tapi saat kuajak bicara dia sama sekali tak merespon. Barulah setelah pemeriksaan medis oleh salah seorang dokter kampus aku tahu kalau dia mengalami depresi yang sangat berat dan perlu penanganan medis yang serius. Keadaan itu memaksa aku tuk membuat kesepakatan yang harus ditandatangani dengan pihak medis kampus. But I don't know,  aku tak tahu pasti tentang jati dirinya. Dalam kegupuhanku kuambil bag pack yang sejak tadi tergeletak di dekatnya. Cut Laela - Aceh Indonesia, begitulah sedikit info dari ID card-nya. Padahal dia selalu bilang dari Uzbekistan padaku, rupanya dia membohongiku. Otakku berbutar kemana-mana. Adakah ini ada kaitannya dengan banjir Aceh beberapa hari ini?

Bukannya terimakasih padaku selepas dibantu malah dia memarahiku karena mengacak-ngacak isi tasnya dan membongkar jatidirinya via ID card itu. Bahkan yang lebih parah penulisan jurnal kami berdua dengan sepihak dia melarangnya. Jurnal ilmiah yang menggunakan 3 bahasa itu sejatinya begitu prestisius bagi kami. Padahal sudah tinggal simpulan saja. Dia memboikot karya itu dan memblokir semua koneksi sosialku dengannya. 

 "Don't you know that his blood flows into your body during the blood transfusion because you were severely anemic yesterday?" , salah seorang temannya menegurnya. 

"Actually?"

"Sure"

Akhirnya dia menangis sesenggukan meminta maaf sambil melabuhkan wajahnya di ribaanku. " Maaf otakku lagi kacau", katanya sambil menarik tanganku ke pipi kanannya. 


____

Bondowoso, 29 Desember


2025

Senin, 01 Desember 2025

PAGAR SEBELAH

 PAGAR SEBELAH 

Pak Tyqnue Azbynt 



Sejenak kupandangi jalanan yang kulewati tampak seperti biasanya. Ada beberapa lubang menganga seakan hendak menelan semua air hujan yang tumpah menjelang siang. Oktober kadang hujan menyerta angin dan menumbangkan pohon-pohon. Dalam diam saat kupandangi jalan di kota kecil itu kudikejutkan seorang wanita setengah baya. Sapanya mengagetkanku seraya menyomasi agar ditraktir ngedai sejenak. Ajakannya kutolak dengan halus karena aku harus segera pulang tuk menetik beberapa tugas yang belum kelar. "Pokoknya aku minta traktir, kalau tidak berikan aja aku parcel, masa sih pas ultahku tak diberi hadiah", katanya ketus-ketus manja. Aku hanya menjempolkan jari sebagai tanda setuju. 


Selepas salat asar kuberanjak ke teras rumah tuk mengerjakan tugas yang belum terselesaikan. Di teras lebih terasa santai, disapa semilir angin dan juga kicauan Si Qiu Qiu podangku. Beru bebapa paragraf kutulis tugas literasi dari penerbit tahu-tahu ada pesan masuk dari si dia agar dibelikan blue Jeans dengan nomer 28. Kubuka saja pesan itu tanpa aku balas, lagian aku sedang serius kejar tayang pekerjaan. 


Beberapa hari berikutnya aku diajak teman-teman tuk shoping di boutique milik cafe yang kebetulan menjadi tempat kami mengadakan event "Memperingati Bulan Bahasa", sontak saja aku teringat wanita yang sempat memanja itu. Tanpa ba-bi-bu ya aku pilihkan saja blue Jeans yang dia pesan. Finally sebelum aku pulang sudah kukirimi pesan si dianya bahwa request-nya sudah kuindahkan. Selepas Maghrib kusampaikan agar menemuiku di dekat rumahnya lagian aku hendak beli gorengan di petang itu. Semua kuanggap akan biasa saja tapi ternyata dia lompat pagar hingga roknya tersangkut pagar. Dan lututnya memar dengan rembesan luka sebesar uang koin seribuan. Dalam remang masih saja tampak wajahnya meringis kesakitan. "Gimana ne biar tak mewek gitu aku bisa bantu apa?" Tawarku. "Bopong dong ke kursi teras itu" Sontak saja kulakukan pintanya, namun yang membuatku sedikit kaget saat dia menggigit bahuku sembari berkata "aku gemes". Kutarik hidungnya sambil kuisengi "awas kucium kau". "Emang aku takut? " Timpalnya. Dan malah menyodorkan pipi embemnya.

___

Bondowoso, 1 12 25

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...