Total Tayangan Halaman

Jumat, 17 Juni 2022

Cerutu di Kantong Celana Pak Raden

 


CERUTU DI KANTONG CELANA PAK RADEN


_pak_tynue_azbynt_


Bu Raden teramat kesal hari itu, mengapa sang suami teramat kecanduan cerutu.  Selalu dan selalu menyimpan cerutu di kantong celananya. Atas titah sang suami agar berhati hati kalau mencuci celananya, karena mungkin ada cerutu di situ. Dalam benak Bu Raden masih selalu membenarkan atas sikap suaminya, karena sebagai orang terhormat, pola hidupnya selalu ala Eropa. Singkatnya di mana ada pak Raden, di situ ada gaya Eropahnya yang selalu rokok-an cerutu. Eits satu hal lagi yang manjadi cirihasnya  yaitu kumis tebal plus kacamata bundarnya. Itulah Raden Mas Prawiro Mangkujanda.


"Astagaaa...cerutu si bapak patah karena kena lipat ne celana"... Bu Raden panik bukan kepalang.  Benar saja pak Raden naik pitam dan jatah belanja terpaksa libur hari itu. " Bu ne ...hari ini kamu harus terima akibat kecerobohanmu itu", begitu damprat pak Raden.


Dengan berdegub kencang jantung Bu Raden mencoba meraih 3 batang cerutu yang patah itu. Maksud hati hendak menyambungnya atau apalah yang penting kembali asal. Alangkah kagetnya dia, ternyata di dalam cerutu itu terdapat  benda misterius. Dengan sorot mata tertuju pasti, si Bu Raden mencermati lintingan kecil yang ada di dalam cerutu patah itu. Di lintingan pertama ditemukan buslet ( slip gaji ) yang sedari dulu tak pernah diberitahukan jumlahnya. Di lintingan ke-2 ada candu India yang merupakan barang terlarang. Di lintingan ketiga yang justru agak besar ternyata ada tulisan carakan ( aksara Jawa ) yang berisikan pernyataan cintanya kepada Sutiyem sang pembantunya. Barulah Bu Raden tahu kenapa selalu Sutiyem yang suruh melipat celananya. 

Dengan tergopoh gopoh diambilnya sisa cerutu di atas meja ...dan dilumat smuanya, lalu dimasukkan ke kopi ke tanya dan diberi tulisan _salam_cinta_dari_Sutiyem_

___

Bo, 3 6 21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAMBAL ANGGUR MERAH

 SAMBAL ANGGUR MERAH Pak Tyqnue Azbynt  Hem MBG, MBG. Makanan bergizi gratis itu masih tersisa beberapa ompreng di pojok kantor dekat pustak...