Total Tayangan Halaman

Kamis, 16 Juni 2022

Antara Perut, Otak, dan Hati



_pak_tyqnue_azbynt_


Ditakdirkan sebagai edukator adalah suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri. Status yang disandangnya menjadikan ia dihormati di lingkungan sosialnya. Maka diputarlah yang namanya otak untuk menemukan formulasi-formulasi yang tepat, trik yang jitu, serta pendekatan yang acceptable.  Edukator yang benar-benar memperhatikan hal ini akan menjadikannya sebagai pembelajar dan pendidik yang siap tempur di berbagai tantangan.


Edukator juga manusia, tentunya ada kebutuhan kebutuhan jasmani dan rohani yang harus terpenuhi.  Masih terlalu banyak pendidik dan pengajar yang pura pura tak sakit perut di hadapan anak didiknya, di lingkungan sekolah bahkan di lingkungan masyarakatnya.  Hal ini beralasan sekali agar wibawa pendidik tak di _downgrade_ dengan masalah perut. Lahirlah pendidik-pendidik ala Oemar Bakri yang elok di mata masyarakat tapi sengsara di biliknya sendiri.


Mempertautkan otak dan perut munkin hatilah yang menjadi penengahnya. Sang edukator akan terobati hatinya bilamana anak anak didiknya menjadi sukses, menjadi kebanggaan orang tua, bangsa dan negara.  Lalu...sakit hatinya akan terobati walaupun banyak anak didiknya yang mencabik-cabik hati sang guru.  Dan demi alasan itulah, seringkali tata administrasinya terbengkalai.

_____


Bumi Rengganis, 17 12 2020

4 komentar:

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...