Total Tayangan Halaman

Rabu, 15 Juni 2022

ALYNA ETSOVA

 


ALYNA ETSOVA

Oleh Pak Tyqnue Azbynt

          13 menit lewat dari pukul 13, kunikmati goda angin Oktober yang menyisir celah bilah sirap di depanku. Kupandangi goyangan bunga ilalang yang dicumbu angin. Ada 4 lelaki dan 3 perempuan belia yang bergegas memasuki gerbang rumah joglo yang sebenarnya warung makan dengan sentuhan etnis Jawa. Perbincangan begitu serius, dan bahkan teramat serius.  Satu diantara mereka tampak begitu beda, kulit yang putih kemerahan plus rambut sebahu yang pirang menunjujkkan bahwa dia bukan gadis lokal. 

          Perseteruan para belia itu tampaknya membuat si gadis pirang itu taklah nyaman. Sesekali menggoyang-goyang gawaynya, sesekali melempar kerikil kehalaman tuk membuang kesalnya. Dia menyapukan pandangannya ke sekitar rumah joglo itu, dan tampaknya tak ada yang mengasyikkan baginya.

          Melihatku yang sedang asyik memandangi jalan dan sesekali menggoreskan warna di kanvas, sorot matanya kian serius terpaku padaku. Dari uluran tangan semabari kenalkan nama, barulah aku tahu jati dirinya. ALYNA ETSOVA seorang gadis Uzbekistan yang telah 6 bulan tinggal di kota kecil Bondowoso ini, karena tersandra pandemi dan terpaksa berlama-lama di Bumi Rengganis lantaran tak ada penerbangan ke negerinya. “ may I learn about paint? And and I will be happy if you accept my request”, katanya penuh harap. “ but may take your face as my object ? pintaku. “ sure ...lovely “ sambutnya sembari mencium bahuku sok akrab. Kuusili dia dengan memoleskan acrilyc di hidungnya. Eeeh malah dia pindahkan ke bibirnya lalu dikecupkan ke dadaku yang terbungkus kaos oblong putih itu. Sampai kini lukisan bibirnya kusimpan di galleryku. I like it Allyna.  

________ 

Omah Joglo, Oktober 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...