Total Tayangan Halaman

Sabtu, 18 Juni 2022

Anomali di Ujung Pena

 


_pak_tyqnue_azbynt_


Berpredikat sebagai penulis sepertinya ada sandangan prestise pada dirinya. Indah didengar, tapi sakit di hati.  Ingin tinta di ujung penanya mengalir hingga ke percetakan penuh juang dan harapan yang sangat. Terpaksa dengan memeras basahnya dompet yang sudah biasa mengering. 

Ada yang berpendapat ikutlah nulis bareng, terbitkan bersama. Lalu ?

Apakah mudah? Ya mudah tapi bukunya kurang menjadi kebanggaan, karena hasil garapan bersama tak punya individual power. Apalagi masih diminta menebus sekian buku demi swacetak. 


Kita seringkali terpaksa tersenyum walaupun getir di hati, yaa bibir di jadikan kamuflase rasa. 


_finally_ tak ada juang yang tak butuh kesungguhan. Semoga juang kita di ujung pena ini akan menemukan jalan lapangnya.  Tanamkan keyakinan pada kita bahwa " tinta cendikiawan lebih berharga dari darah pahlawan".  

Salam literasi.

___

Bumi Megalitik, 9 1 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IFTARA RAMADANY

 IFTARA RAMADANY Pak Tyqnue Azbynt           12 tahun lalu bayi masih merah itu ditemukan seorang guru honorer di sebuah peron stasiun kecil...