LELAKI TURKI vs BAPAK BAPAK INDONESIA
Pak Tyqnue Azbynt
Putih bersih tinggi besar menjadi penanda perawakan orang Turki, sementara tubuh kecil kulit kuning kecoklatan dengan body kuat bak kayu kopi. Maklumlah kebanyakan orang tani dan pekerja kasar. Perbandingan mereka bak cahaya siang vs redup malam. Namun, bapak-bapak Indonesia selalu punya nyali. Bahkan justru ada yang membully verbal pakai bahasa Madura. Sambil jabat tangan tapi dengan kata-kata cemooh namun sambil senyum. "Arapaah Ben tekkok Mak semmisem"(kenapa kamu tokek kok senyam senyum), kelakarnya yang diikuti senyum kala menjabat tangan mereka. "Areyah gendeng kanak, tekkaah pote, otekkah mireng. Areyah ecak kocaen Mala ngucak Tesekkur ederim.owh pellok reh ekoca en Mala ngucak kasoon"(ini bodoh kawan-kawan, walaupun putih tapi otaknya miring, masa sih dicemooh malah bilang terimakasih), candanya sambil senyam-senyum.
Orang-orang Turki itu di depan gerai Kebab milik warga Turki di Arab Saudi. Makan Baklava, kunefe, dan kebab, plus minum boza di depan resto Turki di sisi hotel tempat kami menginap. Bapak-bapak Indonesia duduknya di bantaran pot bunga dan makanannya pun kacang telur, rengginang dan minum kopi dalam botol air mineral. Namun soal rokok Indonesia selalu istimewa. Mereka rela mengurangi baju ganti asal beberapa slof rokok bisa masuk. Asap-asap Gudang garam, jie sam soe, de el el, mengangkasa di langit Arab. Ada yang iseng memberikan beberapa batang, dilalah mereka sangat tertarik, dan memohon untuk membelinya. Sebagai gantinya mereka memberi kami Kebab. Yaa rasanya belum bersahabat dengan mereka yang sudah usia lanjut. "Huh nyaman pak tepak buuk" ( huh enakan kue dari tepung katul),katanya meyakinkan. "Sompa rokoen been beih keminah Jerene" (sumpah deh rokokmu aja rasa pipis kuda), imbuhnya.
____
Beranda hotel,, 24 Mei 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar